praktisi montessori, motessori sehari hari, montessori indonesia
BBC,  Kid Activities,  parenting

The Absorbent Mind Montessori Usia 1-6 Tahun

Saat mempelajari kurikulum Montessori, pasti kita sering mendengar istilah The Absorbent mind. Apakah Buibuk sudah mengetahui apa yang dimaksud dengan The Absorbent Mind?

The absorbent mind merupakan proses tumbuh kembang yang terjadi pada anak dimana ia akan menyerap apapun yang diterimanya.

Kita harus sadar, ketika anak bisa menyerap apapun dari lingkungan, maka kita harus berhati-hati. Kita harus belajar bagaimana menyiapkan lingkungan yang aman dan kondusif untuk anak-anak bertumbuh.

Sebagimana arti dari absorbent mind, anak akan menyerap apapun yang ditemui dan dirasakan. Di Montessori ada terminology, namanya Mental Chemistry yaitu bagaimana anak membangun dirinya sendiri dan dimampukan melalui absorbent mind.

Absorbent mind merupakan fondasi hidup manusia yang terjadi hanya 6 tahun saja. Absorbent mind dibagi menjadi dua fase, yakni unconscious mind dan conscious mind. Untuk lebih jelasnya mari kita lihat penjelasannya dibawah ini:

.

1. The Absorbent Mind: Unconscious mind (Masa Tidak Sadar)

Masa dimana anak melakukan apa yang mereka ingin lakukan. Mereka tidak sadar apa yang dilakukan sebenarnya ada tujuannya. Pada usia 0-3 tahun, anak bertingkah mengikuti instingnya saja. Mereka menikmati apa yang dilakukan. Anak-anak pada usia ini juga tidak menyadari bahwa apa yang ia lakukan bisa memampukan mereka untuk terus belajar dan bertumbuh pada masa conscious.

pada usia 0-3 tahun ada fungsi yang dibentuk. Seperti yang kita ketahui, manusia hidup harus memiliki fungsi. Anak pada usia ini merupakan anak yang penurut, mereka belum bisa mengatakan “TIDAK”. Mereka patuh dan mau diarahkan sehingga penting sekali untuk ditanamkan hal-hal baik. Lantaran pada tiga tahun pertama merupakan proses pembentukan personality pada anak.

Pembentukan personality artinya anak tahu bahwa dia bisa memberikan kontribusi meskipun dia sosok yang kecil. Dia juga bisa belajar bahwa sesuatu yang ada disekitarnya adalah bagian dari hidupnya, seperti material yang ada disekitarnya, teman, keluarga dan guru.

Bu, jangan sia-siakan usia ini karena tidak akan terulang kembali. Mereka menyerap apapun bagikan spons. Mereka sedang belajar untuk mencapai kemandirian di kehidupannya nanti.

.

2. The Absorbent Mind: Conscious mind (Masa Sadar Anak 3-6 tahun)

periode ini disebut momen fondasi anak. Anak Sudah mengenal order atau aturan yang ada di lingkungannya. Mereka sudah mengenal lingkungan yang membentuknya. Ketika dia menemukan sesuatu yang tidak disukai, ia akan menyuarakan suaranya. Ia juga sedang belajar mengekspresikan diri, denan apa yang ia mau dan tidak mau, belajar mengatakan iya dan tidak serta meminta pertolongan.

Disinilah periode dimana fungsi diaplikasikan. Misal, usia under 3 tahun, fungsi tubuh dilakukan. Nah, pada masa ini lah mereka aplikasikan dengan tujuan. Mereka sadar saat melakukannya bukan atas perintah orang yang lebih besar. Dan disini lah saatnya pembentukan karakter.

Misalnya seorang anak mengambil satu material di dalam kelas. Masing-masing material hanya berjumlah satu, sehingga harus bergantian dan disinilah pembentukan karakter anak. Siapa yang mengambil duluan maka ia yang bermain dengan material tersebut. Dia pun sadar bahwa saat ia bermain dia akan meluangkan waktu dan memberikan kesempatan kepada teman yang lain. 

Begitu juga, ketika ada teman yang merebut material yang sedang ia mainkan. Anak bisa bernegosiasi, siapa yang mengambil dulu, dialah yang bermain. Anak akan belajar konsep menunggunya nyata.

Baca juga: Sensory Movement pada Anak

.

Kesimpulan

The Absorbent mind merupakan ide yang lahir dan paling penting pada anak usia dini yang dilahirkan oleh dr. Montessori.

The absorbent mind memberitahu kita, bagaimana anak-ank dibentuk sejak dalam kandungan hingga ia lahir. Berlanjut pada proses bagaimana anak-anak mengadopsi lingkungannya. Dan di The Absorbent mind juga memberitahu, bagaimana kita dimampukan untuk hidup sampai sekarang. Karena sejak lahir, bayi tidak bisa berbuat apa-apa, dengan absorbent mind ternyata bisa bertahan hidup.

Manusia terlahir tanpa insting namun manusia memiliki intelegensi dan keingintahuan atau development of will. Hubungannya dengan The Absorbent mind, anak- dimampukan agar dapat membangun melalui penyerapan yang luar biasa. Sehingga kita seringkali menyiakan apa yang harus diberikan sebagai keterampilan hidup namun kadang kala kita salah jalan menjejali anak anak.

 Oleh sebab itu, The Absorbent mind ini membantu orang tua untuk menciptakan lingkungan yang terbaik utnuk anak-anak. Lingkungan tak perlu fancy atau mahal, dengan proses ini kita bisa menghadiahkan diri kita untuk selalu ada bagi anak-anak dengan penuh kesabaran, simpati, kehangatan dan cinta.

 Satu reminder untuk orang tua bahwa pada usia ini kita bisa bersama-sama membangun masa keemasan anak atau the golden period dengan kenangan yang baik dan pengalaman hidup yang baik agar ia bisa tumbuh dan berkembang dengan positif.

2 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *