sensorial area montessori, sensorial play, sensorial kegiatan untuk anak, montessori jakarta, montessori indonesia, montessori di rumah
BBC,  Montessori

Sensorial Area Montessori, Melatih Kecerdasan Anak Sejak Usia 3 Tahun

Pepatah mengatakan, pengalaman adalah guru terbaik. Hal ini juga berlaku untuk anak-anak. Mereka akan mudah mengingat sesuatu ketika menemukannya secara langsung. Misalnya, anak akan lebih mudah membedakan sapi dan kerbau ketika Anda mengajaknya langsung melihat dan mendengar suara kedua hewan ternak tersebut dibandingkan dengan pemaparan lewat gambar atau penjelasan saja.

Sensorial adalah tahapan area yang dipelajari pada kurikulum Montessori yang terbagi menjadi 8 bagian diantaranya visual (mata), tactile (peraba), auditori (pendengaran), gustatori (pengecap), olfaktori (penciuman), baric (belajar berat), thermic (berlajar mengenai temperature) stereognostik (belajar menyentuh tanpa melihat dan dari tangan serta sentuhan tersebut memberikan informasi). Namun pada modul Sensorial di Montessori House Asia, mengenalkan satu bagian yaitu pressure (tekanan) dengan alatnya yaitu pressure cylinder.

sensorial area montessori, sensorial play, sensorial kegiatan untuk anak, montessori jakarta, montessori indonesia, montessori di rumah

 .

Tujuan dari Aktivitas Sensorial

Aktivitas sensorial sebenarnya bukan hal baru untuk anak-anak lantaran sensorial area Montessori terintegrasi dengan practical life yang sering dilakukan dalam keseharian anak. Sensorial area dapat dikenalkan pada anak mulai usia 3 tahun. Sementara dibawah 3 tahun, anak-anak cukup distimulasi melalui aktivitas practical life dimana otot tangan, kaki dan tubuhnya akan dilatih secara bertahap. Latihan otot kasar dan halus pada practical life secara tidak langsung melatih perkembangan daya nalar anak terhadap sesuatu. Misalnya berlatih problem solving lewat mainan hingga matematika dasar.

Pada usia diatas 3 tahun perlu diberikan stimulasi sensorial lebih banyak agar indra yang anak miliki dapat berfungsi secara optimal. Indra akan memberitahu anak tentang apa yang ada di dekatnya.

Jadi, pada aktivitas sensorial, orang dewasa baik itu orang tua maupun guru di sekolah tidak lagi mengajarkan, melainkan anak-anak yang harus bekerja secara langsung dengan tangan mereka. Anak-anak harus berinteraksi dengan material sensorial yang digunakan. Tujuannya agar indra anak-anak lebih terasah lagi sehingga anak bisa mengklasifikasikan semua stimulasi yang ia dapatkan.

Baca juga: Absorbent Mind Montessori

Indra merupakan pintu gerbang dimana semua stimulasi dan sensasi akan masuk dan diterima oleh anak. Berikutnya, otak akan menerima semua informasi tersebut dan kepada sensor motor sehingga berikutnya anak akan merespon. Sensorial akan mengajarkan anak bagaimana caranya berkonsentrasi serta memelihara dan mengembangkan kemampuan fokusnya.

Mungkin sebagian dari Ibu masih bingung ya, apa sih yang dimaksuda dengan Sensorial area Montessori dan Sensorial Play yang sering dibaca di media online. Sebenarnya tujuannya sama yaitu memberikan stimulasi untuk kecerdasan dan keterampilan anak berdasarkan tahapan usianya. Namun, Montesori memiliki material khusus untuk menstimulasi area sensorial tersebut. Beberapa ada yang bisa dibuat sendiri dan beberapa harus dibeli karena membutuhkan bentk, ukuran, berat dan warna yang harus sama supaya tidak menimbulkan miss-persepsi.

Makanya, untuk area Sensorial Montessori ini, saya membutuhkan biaya lebih untuk membeli materialnya. Tapi, sebenarnya Ibu bisa menyewa material Sensorial secara online dengan harga yang lebih terjangkau karena sejujurnya dipakainya paling hanya 6-12 bulan saja. Kecuali Ibu memiliki anak atau sekolah dimana material tersebut dapat digunakan kembali oleh yang lain. So, untuk material Sensorial ini saya kembalikan sesuai kebutuhan masing-masing.

.

Pengalaman Membeli Aparatus Sensorial Montessori

Saat memasuki area sensorial, saya kalap membeli banyak aparatus Montessori, mengingat manfaatnya yang sangat baik untuk anak. Saya membeli dari store lokal asal Jawa Tengah menggunakan Shopee sehingga free ongkir. Kebayang sih kalau ngga gratis pengirimannya bisa berapa kilo, karena terbuat dari kayu solid, jadi berat banget!

Kelebihannya, harga lebih terjangkau sekitar Rp 500ribu – Rp 2juta an per aparatus. Jauh banget bedanya dengan store menjual aparatus di Instagram, harganya bisa setengahnya. Warna dan catnya masih aman, kayunya pun aman. Namun, kekurangannya kurang rapi dalam finishing. DM Instagram kuBeberapa ada yang kurang pas padahal Sensorial area ini wajib presisi bentuk dan ukurannya. Tapi sedikit banget, jadi sangat minim kekurangannya. Yang mau beli juga silahkan untuk mendapatkan link sellernya.

Practical Life Membentuk Karakter dan Kepribadian Anak

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *