area practical life, care of self, care of environment
BBC,  Kid Activities,  parenting

4 Area Practical Life Montessori

Area Practical Life Montessori mencakup empat kategori diantaranya perkembangan keterampilan motorik (development of motor skills), merawat diri (care of self), peduli terhadap lingkungan (care of environment) dan kesopanan (social grace and courtesy). Untuk lebih jelasnya mari kita uraikan satu per satu dibawah ini:

.

1. Development of Motor Skills

Salah satu manfaat kegiatan practical life yaitu untuk mendukung perkembangan keterampilan motorik anak, baik motorik halus maupun motorik kasar.

Kegiatan motorik kasar akan melibatkan gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar, sebagian besar atau bahkan seluruh anggota tubuh. Contohnya seperti kemampuan duduk, menendang, berlari, naik turun tangga dan lainnya.

Sementara, motorik halus merupakan kemampuan yang berhubungan dengan keterampilan fisik yang melibatkan otot kecil dan koordinasi mata-tangan (eye-hand coordination). Saraf motorik halus bisa dilatih dengan berbagai macam aktivitas seperti bermain puzzle, menyusun balok, membuka dan menutup botol, memasukan benda ke dalam lubang dan lainnya. Berikut ini adalah beberapa aktivitas practical life yang melibatkan motorik halus dan motorik kasar anak, diantaranya:

  • Menggulung tikar atau alas kerja
  • Membawa kursi, meja dan nampan
  • Kegiatan menyendok biji-bijian (Spooning)

Pertama, lakukan kegiatan menyendok menggunakan dua mangkuk besar yang sama. Kedua, satu mangkuk besar dan dua mangkuk lebih kecil dengan ukuran yang sama. Ketiga, satu mangkuk besar dan tiga mangkuk lebih kecil berbeda ukuran. Keempat, menyendok biji-bijian menggunakan dua mangkuk yang sama besar dengan garis indikator.

pratical life art and craft, development motor skill

Material yang dibutuhkan diantaranya, biji-bijian, alas kerja, nampan, dua mangkuk besar, dua mangkuk lebih kecil dengan ukuran yang sama, dan dua mangkuk berbeda ukuran atau berbeda bentuk, terakhir yakni sendok.

  • Kegiatan menuang biji-bijian kering (Dry Pouring)

Pertama, lakukan kegiatan menuang biji dari satu jug atau kendi kaca atau mug besar kedalam jug yang lain dengan ukuran yang besar. Kedua, satu jug besar dan dua jug lebih kecil dengan ukuran yang sama. Ketiga, satu jug besar dan 3 jug lebih kecil berbeda ukuran. Keempat, menyendok biji-bijian menggunakan dua jug yang sama besar dengan garis indikator.

Material yang dibutuhkan diantaranya, biji-bijian, alas kerja, nampan, dua jug besar, dua jug lebih kecil dengan ukuran yang sama, dan dua jug berbeda ukuran atau berbeda bentuk. Biji-bijian yang digunakan bisa menggunakan jagung, beras, kacang kedelai, kacang hijau, kacang merah bahkan tepung.

  • Kegiatan menuang air (Wet Pouring)

Pertama, lakukan kegiatan menuang air dari satu jug kedalam jug lain yang sama besar. Kedua, satu jug besar dan dua jug lebih kecil dengan ukuran yang sama. Ketiga, satu jug besar dan 3 jug lebih kecil berbeda ukuran. Keempat, menuang air dengan garis pembatas. Kelima, menuang air menggunakan corong dari satu jug kedalam jug lain.

Material yang harus disiapkan diantaranya air (boleh berwarna atau pun tidak), alas kerja plastik, nampan stainless, dua jug besar, dua jug lebih kecil dengan ukuran yang sama, dan dua jug berbeda ukuran atau berbeda bentuk, lap kering.

  • Kegiatan Memindahkan (Transfering)

Kegiatan memindahkan ini bisa menggunakan beragam material diantaranya memindahkan air menggunakan sponge, memindahkan benda mengunakan penjepit, mencabut dengan penjepit, sumpit, turkey baster, pipet dan lainnya.

  • Kegiatan Menjepit (Pegging)

Pada kegiatan menjepit, anak-anak bisa menggunakan jepitan dari bahan kayu dan jepitan baju. Selain itu, anak-anak juga bisa berlatih menggunakan paper clips. Sementara untuk anak usia diatas 5 tahun bisa menggunakan Board Pegs.

  • Melipat dan Melepas

Ada dua material yang bisa digunakan pada aktivitas folding and unfolding yaitu menggunakan kain dan origami. Pada tahap awal, anak-anak bisa berlatih melipat kain berukuran 30×30 cm. Ukuran ini cukup mudah dijangkau oleh tangan dan jari anak-anak. Setelah anak mahir dengan ukuran tersebut, bisa melanjutkan pada tahap berikutya yaitu melipat handuk, selimut anak, baju dan lainnya.

Setelah terbiasa dengan kain, barulah kita bisa mengenalkan aktivitas melipat kertas menjadi berbagai macam karakter atau bentuk atau origami.

Baca juga : Practical Life Montessori Membentuk Karakter dan Kepribadian Anak

.

2. Peduli terhadap Lingkungan (Care of Environment)

Montessori juga mengajarkan bagaimana kita bisa hidup berdampingan dengan mahluk hidup lainnya, baik itu manusia maupun tanaman dan hewan.

Pada konsep lingkungan terkecil seperti rumah misalnya, ada banyak benda yang bisa dieksplorasi oleh anak untuk mendukung tumbuh kembangnya lebih optimal. Hanya saja, terkadang kitanya sebagai orang dewasa yang enggan memberikan ruang untuk anak-anak belajar mandiri.

Pasti kita sering menemukan anak-anak kita bersemangat ingin membantu mengerjakan pekerjaan rumah. Seperti mengelap meja, menyapu, mengupas buah dan lainnya. Bagi orang dewasa pekerjaan tersebut bukanlah sesuatu yang menarik karena sudah terbiasa dilakukan setiap hari. Namun berbeda dengan apa yang dirasakan anak-anak. Mereka akan sangat senang saat membantu orang tuanya atau temannya menyelesaikan pekerjaan tersebut.

Pada prosesnya mungkin akan sedikit membutuhkan kesabaran karena akan lebih lama dan hasilnya pun tidak serapi sebagaimana orang dewasa melakukannya. Oleh sebab itu, saat melibatkan anak dalam aktivitas pratical life bersama-sama, kita perlu menurunkan harapan.

Berikut ini beberapa aktivitas practical life dalam area care of environment diantaranya:

  • Siapkan sapu sesuai dengan kemampuan anak memegangnya seperti sapu kecil, sapu dengan pegangan setinggi tubuhnya hingga sapu dewasa. Pastikan tersedia skop untuk mengambil serpihan. Cara menyapu yang benar adalah kumpulkan serpihan atau sampah pada satu sudut. Lalu ambil menggunakan skop dan buang ke dalam tempat sampah. Simpan kembali perlengkapan menyapu ke tempat semula.
  • Membuka dan menutup botol. Kegiatan ini sudah bisa dilakukan anak suai 18 bulan. Berikan botol dengan berbagai ukuran
  • Membuka dan menutup boks. Boks bisa berbentuk tempat makan plastik atau dus
  • Memasang dan membongkar mur dan baut
  • Meronce
  • Membersihkan kursi, meja dan rak
  • Mengelap tumpahan.
  • Memotong buah dan sayur
  • Art and craft
  • Merawat tanaman
  • Menyiapkan makanan
  • Merawat hewan peliharaan

Aktivitas care of environment untuk anak usia dini paling banyak dilakukan di rumah sehingga dengan melibatkan mereka dalam segala aktivitas kita merupakan cara terbaik menjawab rasa ingin taunya.

area practical life, care of self, care of environment

.

Keuntungan Melibatkan Anak dalam Pekerjaan Sehari-hari

Untuk anak-anak melakukan pekerjaan sehari-hari di rumah adalah sebuah kesenangan. Padahal aktivitas tersebut membantu mematangkan sensor motorik anak. Berikut ini adalah manfaat yang anak dapatkan saat dilibatkan dalam pekerjaan sehari-hari di rumah, diantaranya:

  • Anak belajar bertanggung jawab.
  • Anak bekerja sama dengan orang tua.
  • Merekatkan bonding anak dan orang tua.
  • Pekerjaan rumah melibatkan banyak gerakan yang bagus untuk mengasah keterampilan motorik halus dan motorik kasar anak. Misalnya pada saat anak mengelap kaca, secara tidak langsung anak-anak membentuk huruf C, O, dan lainnya.
  • Anak belajar keterampilan baru.
  • Anak tumbuh menjadi anak yang mandiri dan penuh percaya diri.

“Kecerdasan anak bisa berkembang hingga tingkat tertentu tanpa bantuan tangan. Namun, jika kecerdasan tersebut dikembangkan dengan tangannya sendiri, tingkatan yang disapai bisa lebih tinggi dan karakter anak menjadi lebih kuat.” (Simone Davies, The Montessori Toddler, hal. 17)

.

3. Merawat Diri (Care of Self)

Kegiatan ini memberikan sarana untuk anak-anak supaya bisa membantu dirinya sendiri. Mengajak anak melakukan banyak aktivitas merawat diri akan mengajarkan ia tentang pentingnya kebersihan dan kesehatan tubuh.

Aktivitas practical life dalam area care of self seperti:

  • Membuka dan menutup resleting
  • Memasang dan melepas kancing berbagai ukuran
  • Merekatkan dan melepas Velcro
  • Mengikat dan melepas tali sepatu
  • Memasang dan melepas gesper
  • Menata meja
  • Menganyam

Aktivitas merawat diri juga bisa diterapkan melalui pekerjaan sehari-hari di rumah seperti kegiatan mandi, menyisir rambut, menyikat gigi, mengeluarkan ingus dan mencuci tangan. Kegiatan ini bisa mulai dikenalkan sejak anak berusia 15 bulan.

practicallife care of self

Baca juga : The Absorbent Mind Montessori 

.

4. Kesopanan (Social Grace and Courtesy)

Seperti yang disebutkan sebelumnya, Montessori mengajarkan anak untuk bermanfaat bagi dirinya sendiri dan bagi orang sekitar. Sehingga aspek social grace and courtesy ini perlu dikenalkan kepada mereka sebagai reaksi atas kebutuhan anak akan keberaturan.

Anak-anak memiliki kebutuhan untuk mengetahui dan menyerap struktur sosial agar lebih nyaman. Social Grace and Courtesy memberi anak kosa kata, tindakan dan langkah yang diperlukan untuk membangun kesadaran dan sebagai respon atau tanggapan untuk orang lain.

Social grace and courtesy membiasakan anak untuk mengucapkan terima kasih, menyapa, meminta bantuan kepada orang lain, meminta ijin/permisi saat berinteraksi dengan orang lain.

Kebiasaan tersebut tidak bisa hanya diajarkan dan dijelaskan melainkan membutuhkan pembiasaan. Fasilitator baik guru maupun orang tua harus bisa memberikan contoh yang benar dengan menyampaikan kalimat yang baik dan jelas disertai langkah yang tepat sehingga anak bisa mengikutinya.

grace and courtesy

Tujuan dari social grace and courtesy adalah terciptanya lingkungan yang nyaman untuk semua orang, anak-anak dengan guru, anak-anak dengan orang tua. Setiap individu belajar untuk mengemukakan idenya tanpa mengganggu kepentingan orang lain. Anak-anak tetap dapat melakukan eksplorasi tanpa harus merebut mainan yang sedang dimainkan temannya. Anak-anak juga diberikan kesempatan untuk mengambil keputusannya sendiri. Bahkan anak-anak boleh mengungkapkan ketidaknyamanannya saat melakukan suatu aktivitas.

Mereka belajar menghormati kepentingan orang lain tanpa melupakan hak diri mereka sendiri. Mereka akan tumbuh menjadi personal yang mau membantu orang lain sekaligus mampu menolak saat ia sanggup melakukannya sendiri.

“These children reveal to us the most vital need of their development, saying: “Help me to do it alone!”” (Maria Montessori, From Childhood to Adolescence, p. 65)

Yuk, follow @joyfulparenting101 untuk mendapatkan informasi aktivitas sehari-hari di rumah bersama si kecil.

4 Area Practical Life Montessori, 4 Area Practical Life Montessori, 4 Area Practical Life Montessori, 4 Area Practical Life Montess

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *