montessori bayi, montessori baby
BBC,  moms,  parenting

Montessori Baby : Bayi Lahir Tanpa Insting, Benarkah?

Moms, bayi terlahir dengan sangat lemah dan bergantung kepada orang terdekatnya, termasuk orangtua. Namun, perlu kita pahami, bayi memiliki semangat untuk berjuang yang sangat keras. Tentu Moms ingat kan saat ia belajar makan sendiri, belajar berjalan? Bayi memiliki kaingin tahuan yang sangat besar terhadap lingkungan luar. Kita harus bisa menyokong antusias bayi untuk berinteraksi dengan lingkungan luar supaya meningkat intelegensinya.

Sebagai orang tua kita harus tau apa saja yang bisa menyemangati dia untuk terus mencoba hal-hal baru. Namun, kita juga harus tau nih Moms, beberapa hal yang bisa membuat anak berhenti untuk mencoba. Misalnya, adanya pengulangan kejadian tak mengenakan yang membuat anak trauma sehingga enggan untuk melakukan hal baru. Atau bisa juga karena orangtuanya yang belum menyiapkan lingkungan yang tepat dan aman untuk anak mengeksplorasi. Moms pasti pernah melihat anak bayi atau balita yang dipagerin di rumah, atau anak yang selalu digendong, dilayani hingga hal-hal sepele. Sehingga lingkungan tersebut memberikan signal kepada anak untuk tidak melakukan apa-apa. Coba bayangkan jika kita yang ada diposisi tersebut, sedih kan ya?

Baca juga : 8 Sistem Sensori yang Wajib Diremajakan

Moms, akan ada masa dimana anak harus kita layani, lalu mereka tumbuh melayani dirinya sendiri dan kemudian melayani orang lain termasuk orangtuanya. Disinilah peran orangtua untuk menyiapkan anak untuk menghadapi masa tersebut.

montessori bayi, montessori baby

.

BAYI LAHIR TANPA INSTING

Montessori menyebutkan, bayi terlahir tanpa insting behavior atau pola behavior tapi mereka terlahir dengan kecerdasan (intelegency) dan kemauan yang tinggi. Inilah bedanya manusia dengan binatang. Binatang tau apa yang harus dia lakukan sesaat setelah ia terlahir namun daya adaptasinya rendah. Sebaliknya, manusia memiliki proses adaptasi yang tak terhingga sehingga bisa bertahan dan hidup dalam kondisi apapun. Insting pada manusia akan dibentuk oleh pemikiran yang terus diasah.

Kita tau ya, anak burung mana bisa bermimpi menjadi seekor ikan yang bisa berenang. Sementara manusia, bebas! Bisa bermimpi bebas menjadi apapun. Disinilah peran orangtua untuk tidak mengkotak-kotakan kemampuan dan masa depan anak. Kita tidak pernah tau jalan hidup anak-anak di kemudian hari. Sehingga yang perlu kita lakukan sebagai orangtua, support anak-anak untuk membantu mewujudkan impian mereka sejak bayi.

Baca juga : Kenali Sensory Movement Pada Bayi

Orangtua harus membangun fondasi anak-anak, karena anak terlahir tanpa insting tetapi mereka terlahir dengan kepintaran dan kemauan yang keras. Anak-anak memiliki opsi yang banyak sekali untuk menjadi apa di kemudian hari.

Jadi, apakah kita sudah siap untuk mendukung masa depan anak sejak usia dini?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *