sensory movement, sensor gerakan bayi, sensory movement baby
BBC,  moms,  parenting

Kenali Sensory Movement Pada Bayi dan Balita

Jadi hari ini saya belajar tentang Sensory Movement untuk anak. Sebelumnya saya refleksi diri terlebih dahulu, sudah sejauh mana sih saya memberikan kebebasan untuk anak bergerak. Apakah sudah 100% atau masih penuh dengan larangan.

Sistem sensorik merupakan sistem penghantaran rangsangan dari reseptor ke pusat otak. Sistem tersebut merupakan bagian dari sistem saraf yang menerima rangsangan dari apa yang dirasakan oleh indera. Sistem sensorik akan menyampaikan informasi pada otak yang bertugas mengolah informasi melalui stimulus.

sensory movement, sensor gerakan bayi, sensory movement baby

Bergerak sangatlah penting bagi tumbuh kembang anak, namun ternyata bukan asal gerak tapi gerak yang teredukasi artinya gerakan yang dihasilkan memiliki fungsi dan manfaat bagi perkembangannya. Karena sadar atau tidak, ada beberapa anak yang aktif bergeraknamun ia tidak paham yang sedang ia lakukan, misalnya anak yang berlari dan melompat hingga wajahnya memereah dan nafas tersengal-sengal namun ia tak mau berhenti. Disinilah peran orangtua untuk melakukan obervasi, apakah ada gerakan yang tidak wajar pada anak-anak diusianya, terlalu aktif bergerak atau justru terbilang lamban dan membutuhkan pendampingan psikolog atau occupation therapy.

Baca juga : Manfaat Aktifitas Menggunting dan Menempel untuk Anak

Perlu diingat, bahwa anak perlu repetisi dalam kegiatannya. Termasuk dalam hal bergerak. Misalnya, saat ia belajar membuka tutup botol, menuang air kedalam gelas atau membuka dan menutup kulkas. Kadang mereka berhasil dalam satu percobaan namun kerap kali gagal dalam percobaan berikutnya. Dan, saya sering keceplosan mengatakan, kok gak bisa, kok gagal atau bahan komplain, padahal itu ngga bagus untuk anak-anak. Tetap dukung usaha mereka sehingga mereka mau mencoba melakukannya lagi. Sehingga bisa dikatakan bahwa, sejatinya kita lah sebagai orangtua yang mestinya belajar, belajar bersabar dengan proses yang ditempuh anak-anak kita.

Tujuan anak bergerak yaitu untuk melatih fokus dan konsetrasinya. Bagi anak usia dibawah 6 tahun, sangatlah penting melatih konsestrasi melalui gerakan yang ia lakukan. Dalam Montessori disebutkan bahwa, apa yang tidak terlihat adalah yang paling penting.

Beberapa sumber disebutkan, ada 7 sistem sensorik pada anak namun pertemuan virtual class kali ini, kami menambahkan satu aspek lagi, diantara:

  • sistem sensori proprioception (gerakan antara sendi)
  • vestibular (keseimbangan)
  • tactile (peraba)
  • auditory (pendengaran)
  • visual (penglihatan)
  • gustatory (pengecapan)
  • olfactory (penciuman)
  • interception (penerimaan).

Penjelasan tentang bagaimana cara merangsang dan memaksimalkan sistem sensori pada anak bisa dibaca disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *