health,  Lifestyle

BCA Salurkan Donasi Alat Kesehatan, Sebagai Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Kepada Masyarakat

Siapa sih yang gak kenal BCA atau orang lebih suka bilang Bank BCA. Saya mengenalnya sejak usia 17 tahun, pertama kali punya KTP saat kelas 3 SMA, ibu saya langsung membukakan rekening BCA untuk saya. Karena saat itu kami LDR-an. Gak heran semua orang bahkan anak-anak remaja udah kenal dengan bank yang satu ini. Jelas karena, kantor cabangnya mudah ditemukan, mesin ATM nya ada dimana-mana. Bahkan selangkah dari rumah saya, ada minimarket, disitu juga ada mesin ATM BCA. Belum lagi urusan kerjaan, transfer uang, belanja online, ya sejak dulu saya memang sudah akrab dengan BCA. Kalau Mommies kira-kira tau BCA dari segi apa?

bank bca, CSR BCA, tanggung jawab sosial BCA, bca salurkan donasi alat kesehatan, bca salurkan donasi alat operasi katarak, BCA berikan donasi alat operasi katarak

Sebagai nasabah BCA, saya juga ingin mengenal lebih dalam dong tentang bank yang sudah dipercaya oleh banyak masyarakat Indonesia. Kesetiaan masyarakat (kita) sebagai nasabah BCA tentu saja memberikan benefit bagi pertumbuhan perusahaan tersebut. Namun, apakah BCA juga memberikan manfaat dan peran sertanya bagi kepentingan masyarakat?

Salah satu bentuk kepedulian dari perusahaan dapat dilihat dari program-program socialnya atau Coorporate Social Responsibility (CSR). Sebab CSR merupakan sebuah tanggung jawab sosial perusahaan yang harus tumbuh bersama-sama masyarakat. Artinya jika BCA terus tumbuh dan berkembang maka masyarakat pun harus ikut tumbuh dan berkembang pula, harus beriringan ya Moms.

.

BCA Salurkan Donasi Alat Kesehatan untuk Operasi Katarak dan Sarana Pengambilan Darah Donor 

Beruntungnya saya karena bisa menjadi salah satu perwakilan masyarakat yang turut menghadiri program CSR BCA tahun ini. Senin lalu (24/9) secara resmi BCA menyerahkan donasi alat operasi katarak dan sarana pengambilan darah donor. Acara diselenggarakan di Break Out Area, Menara BCA, Jakarta. Siang itu hadir pula 4 narasumber diantaranya:

  • Bapak Suwignyo Budiman, Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA).
  • Ibu Inge Setiawati, Executive Vice President Corporate Social Responsibility (CSR) BCA.
  • Dr. Umar Mardianto, SpM (K) Ketua SPBK Perdami Pengurus Pusat.
  • dr. Rio Rhendy, SpM Ketua SPBK Perdami Cabang DKI Jakarta.
  • Muhammad Ali Reza Ketua Pengurus Provinsi PMI DKI Jakarta.

.

BCA Peduli Penderita Katarak Hingga Pelosok Negeri

Bukan tanpa sebab Bakti BCA kali ini bergerak dalam bidang kesehatan. Berawal dari keprihatinan BCA terhadap angka kebutaan masyarakat yang semakin meningkat. Merujuk pada data Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) Agustus 2018 yang menyatakan bahwa ternyata katarak termasuk salah satu penyakit penyumbang terbesar kebutaan di Indonesia yang mencapai 60%. Oleh karena itu, BCA memberikan bantuan berupa alat operasi katarak kepada SPBK Perdami Pusat dan Cabang DKI Jakarta serta melakukan operasi katarak sebanyak 5 kali per tahunnya.

Saya turut merasakan sedihnya para penderita katarak yang didominasi oleh lansia. Mereka yang masih memiliki harapan hidup besar terkadang merasa frustasi dan putus asa karena sudah tidak bisa melihat dengan normal bahkan sampai mengalami kebutaan. Katarak membuat mereka menggantungkan hidup kepada orang lain yang belum tentu memperlakukannya dengan baik. Jelas sudah, bahwa katarak memang harus diberantas karena bisa memicu penurunan kualitas dan semangat hidup si penderita.

Hal ini juga disampaikan oleh Dr. Umar Mardianto, SpM (K) selaku Ketua SPBK Perdami Pengurus Pusat yang bercerita pengalamannya saat menggalakan operasi katarak di daerah terpencil di Indonesia. Menurutnya, masyarakat daerah itu bukan tidak mampu melakukan operasi katarak, mereka mampu namun terhambat karena alat operasi katarak yang sangat terbatas. Sehingga bantuan dan donasi alat operasi katarak yang diberikan BCA kepada Seksi Penanggulangan Buta Katarak Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (SPBK Perdami) sangat membantu sekali. Terlebih alat tersebut bisa dipakai jangka panjang.

Baca juga : Klaim Asuransi Kecelakaan Jasa Raharja secara online, Mudah dan Cepat

.

BCA Bersinergi dengan PMI Lakukan Program Donor Darah

Selain katarak, BCA juga concern terhadap kebutuhan stok darah di Indonesia yang ternyata angka kebutuhan minimalnya mencapai 5,1 juta kantong darah per tahun atau sekitar 2% jumlah penduduk Indonesia.

Bapak Suwignyo Budiman selaku Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melihat 2 hal tersebut menjadi masalah penting yang harus segera ditangani baik pemerintah maupun sektor swasta. Oleh karena itu, BCA gencar melakukan program operasi katarak gratis dan kegiatan donor darah yang digelar setiap 3 bulan sekali. Hingga semester II tahun 2018, BCA bersama SPBK Perdami sudah melakukan operasi katarak sebanyak 32 kali diberbagai daerah di Indonesia, hingga pelosok negeri. Dengan jumlah operasi hampir 3000 mata. Dan, BCA bersama PMI berhasil mengumpulkan lebih dari 47 ribu kantong darah dari 103 kali penyelenggaraan donor darah.

Bapak Muhammad Ali Reza sebagai Ketua Pengurus Provinsi PMI DKI Jakarta sempat curhat tentang perjuangannya selama menjadi bagian dari PMI DKI Jakarta yang sering mendapatkan kesulitan saat mengelola darah yang berhasil terkumpul agar tetap sehat dan aman saat sampai di masyarakat. Ini jadi pesan tersendiri untuk saya pribadi, meskipun PMI termasuk organisasi relawan yang saya pikir sangat disupport penuh oleh pemerintah namun pada prakteknya justru mereka mengalami banyak kesulitan. Dengan diberikannya bantuan dan donasi sejumlah 4 set Blood Scale & Mixer tahun ini, sangat diapresiasi dengan penuh syukur. Bahkan, Bapak Muhammad Ali Reza juga mengatakan bahwa beliau bersama tim PMI sampai melakukan acara syukuran atas bantuan dan donasi 1 unit kendaraan operasional bagi PMI tahun 2017 yang harganya cukup mahal bagi mereka.

.

Program Berkelanjutan Bakti BCA

Mommies, berikut ini adalah bantuan alat kesehatan yang sudah diberikan BCA bagi masyarakat Indonesia:
1. Tahun 2014 – 2015, BCA menyumbang:

  • 1 buah mikroskop senilai Rp 385 juta.
  • 2 buah mikroskop senilai Rp 500 juta.
  • 13 alat bantu operasi.
  • 2 alat biometri senilai Rp 450,45 juta.

2. Tahun 2017, BCA menyumbang:

  • 1 unit Phacoemulsification Cataract Machine Intuitiv AMO.
  • 3 set alat pendukung operasi katarak senilai Rp 659,5 juta.
  • 1 unit kendaraan operasional sesuai kebutuhan PMI senilai Rp 450.000.000.

3. Tahun 2018, BCA menyalurkan donasi alat kesehatan senilai total Rp. 1,315 M berupa:

  • 2 buah mikroskop kepada SPBK Perdami Pengurus Pusat.
  • 1 buah mikroskop kepada SPBK Perdami Cabang DKI Jakarta.
  • 4 set Blood Scale & Mixer kepada PMI DKI Jakarta.

Saya pun sempat berbincang dengan Ibu Inge Setiawati selaku Executive Vice President CSR BCA soal kegiatan Bakti BCA yang terus diselenggarakan berkesinambungan setiap tahunnya. Ibu Inge menyampaikan bahwa program sosial BCA bergerak dalam banyak bidang sosial seperti bidang pendidikan, budaya, kesehatan, lingkungan, olahraga dan pelatihan usaha bagi masyarakat. Tak heran jika BCA terpilih dalam Indeks SRI Kehati sebagai perusahaan yang memperhatikan aspek kepedulian lingkungan, tata kelola perusahaan, keterlibatan masyarakat, SDM dan hak asasi manusia. Bahkan menurut Ibu Inge, BCA saat ini sudah memiliki 2 klinik umum yang berada di Jatinegara dan Mangga Dua. Program CSR Bakti BCA ini bersifat menyeluruh hingga ke Papua, terutama bidang pendidikan. Sementara untuk wilayah Pulau Jawa, program CSR yang paling sering diselenggrakan yaitu pada bidang pendampingan soft skill atau pelatihan.

Saya turut berbangga hati menjadi bagian dari BCA meskipun mungkin kontribusi saya sebagai nasabah masih sangat kecil. Terimakasih BCA dan sukses selalu.

bank bca, CSR BCA, tanggung jawab sosial BCA, bca salurkan donasi alat kesehatan, bca salurkan donasi alat operasi katarak, BCA berikan donasi alat operasi katarak

 

BCA salurkan donasi alat kesehatan, BCA salurkan donasi alat kesehatan, BCA salurkan donasi alat kesehatan,

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *