gejala virus corona, penyebab, diagnosis
feature,  health

Penjelasan Virus Corona, Faktor Risiko, Penyebabnya, Gejala atau Ciri serta Diagnosis

Coronavirus atau virus corona ialah keluarga besar dari virus yang menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas ringan hingga infeksi yang sedang, seperti penyakit flu, sehingga setelah terinfeksi maka harus dilakukan cek virus corona untuk semakin memastikannya. Terdapat mayoritas orang terinfeksi virus ini, setidaknya satu kali dalam hidupnya. Nah bagaimana penjelasan mengenai virus corona sebelum kemudian melakukan cek virus corona?

gejala virus corona, penyebab, diagnosis

.

1. Faktor Risiko untuk terjangkit

Faktor risiko virus corona maka dapat menginfeksi virus corona. Pada bayi maupun anak kecil, serta orang dengan kekebalan tubuh yang lemah maka memiliki risiko lebih rentan terhadap serangan virus ini. Kondisi musim serta cuaca juga mempengaruhi. Contohnya, hal yang terjadi ialah di Amerika Serikat, infeksi virus corona lebih umum terjadi pada musim gugur dan musim dingin. Di samping itu, seseorang yang tinggal maupun telah berkunjung ke daerah atau negara yang rawan virus corona sebelumya, juga berisiko terserang penyakit ini.

.

2. Penyebab dari timbulnya Virus Corona

Infeksi coronavirus disebabkan oleh keberadaan virus corona itu sendiri. Banyak dari keterdapatan virus corona menyebar seperti virus lain pada umumnya, seperti:

  • Adanya percikan air liur  yang menimpa  pengidap melalui batuk maupun bersin.
  • Melakukan gerakan menyentuh tangan atau wajah orang yang terinfeksi.
  • Melakukan gerakan nenyentuh mata, hidung, atau mulut setelah memegang barang yang terkena percikan air liur pengidap virus corona.
  • Melalui tinja atau feses meskipun hal ini jarang terjadi.

Khusus untuk virus corona yang biasa dikenal sebagai COVID-19, maka memiliki masa inkubasi yang umumnya belum diketahui secara pasti. Dengan rata-rata gejala yang timbul setelah 2-14 hari setelah virus pertama masuk ke dalam tubuh manusia atau seorang individu. Apabila memang sepertinya muncul gejala atau ciri umum yang timbul maka sangat diperlukan untuk cek virus corona. Di samping itu, terdapa pula adanya metode transmisi COVID-19 juga belum diketahui dengan pasti. Pada mulanya, virus corona jenis COVID-19 diduga memiliki kaitan sumber dengan asal dari hewan. Virus corona COVID-19 yang merupakan virus sedang beredar pada beberapa hewan, termasuk unta, kucing, dan kelelawar.

Baca juga : Cara Tepat Lindungi Kesehatan Keluarga 

.

3. Gejala infeksi yang terjadi

Virus corona dapat menimbulkan beragam gejala atau ciri umum bagi para pengidapnya. Gejala tersebut muncul digantungkan terhadap keberadaan jenis virus corona yang menyerang, serta apakah virus tersebut serius dalam infeksi yang terjadi. Berikut beberapa gejala atau ciri umum awal virus corona yang terbilang ringan:

  • Hidung pengidap yang beringus.
  • Terjadinya sakit kepala pada pengidap.
  • Munculnya ciri batuk.
  • Adanya sakit tenggorokan atau radang.
  • Demam yang cukup tinggi.
  • Merasa tidak enak badan atau kelelahan.

Penegasan terhadap kasus ini yaitu beberapa virus corona dapat menyebabkan gejala yang parah. Infeksinya yang muncul kemudian dapat berubah menjadi bronkitis dan pneumonia (disebabkan oleh COVID-19), yang mengakibatkan gejala atau ciri umum awal seperti:

  • Demam yang mungkin cukup tinggi ditambah kemungkinan jika pasien mengidap pneumonia.
  • Munculnya gejala batuk dengan lendir.
  • Timbulnya sesak napas pada pengidap.
  • Nyeri dada atau sesak saat bernapas serta menimbulkan batuk.

Infeksi pun akan semakin parah bila menyerang kelompok individu tertentu. Contohnya, dengan orang yang memiliki penyakit jantung atau paru-paru, orang melalui sistem kekebalan yang lemah, bayi, dan lansia.

gejala virus corona, penyebab, diagnosis

.

4. Diagnosis pada pasien

Dalam diagnosis untuk cek virus corona dan menentukan infeksi virus corona maka dokter akan mampu mengawali melalui anamnesis atau wawancara medis. Dokter pun menanyakan pada pasien seputar gejala atau keluhan yang dialami pasien. Dokter pula yang akan melakukan pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan darah untuk membantu menegaskan hal yang tepat terkait diagnosis.

Dalam cek virus corona, dokter mungkin juga tak ketinggalan melakukan tes dahak, mengambil sampel dari tenggorokan, atau spesimen pernapasan lainnya. Dalam kasus prakiraan infeksi novel coronavirus, dokter akan melakukan swab tenggorokan, DPL, fungsi hepar, fungsi ginjal, serta PCT/CRP.

 

Baca juga : Cegah Penyebaran Corona Mulai dari Diri Sendiri

11 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *