sistem sensorik bayi, stimulasi bayi lahir, sensori gerak
BBC,  moms,  parenting

8 Sistem Sensorik Bayi yang Wajib distimulasi dan diremajakan

Pada artikel sebelumnya, saya sudah menyampaikan bahwa bergerak merupakan kebutuhan anak, namun gerakan seperti apa yang mendukung tumbuh kembangnya? Perlu kita ketahui, sedikitnya ada 8 aspek sistem sensorik yang harus diremajakan atau distimulasi supaya dapat bekerja dengan optimal, diantaranya:

sistem sensorik bayi, stimulasi bayi lahir, sensori gerak

  1. Proprioception, atau disebut juga aktiftas yang mendukng gerakan sendi. Orangtua perlu memberikan pengetahuan kepada otak anak tentang bagaimana badan anak bergerak misalnya tekanan saat bejalan, melompat dan lainnya. Pada masa ini, anak-anak tengah mencari proprio. Dan bisa dibantu dengan pijat bayi. Ada anak yang terus bergerak padahal wajahnya sudah merah tapi enggan berhenti, bisa jadi karena ia tidak mengerti apa yang sedang ia lakukan. Kita bisa memberikan pijatan dibagian siku, buku-buku jari, lipatan paha dan kaki, pergelangan tangan, disanalah tempat dimana otot-otot persendian yang memberikan signal kepada otak bahwa ada suatu tekanan dan rasa. Pijatan merupakan proprioception input.

 

  1. Vestibular, aspek keseimbangan anak yang berhubungan dengan rumah siput didalam telinga. Saat anak masih bayi, orangtua suka menggendong dengan gerakan kiri-kanan. Saat ia tumbuh besar sedikit,kita angkat ke atas-bawah, atau diajak main ayunan, perosotan dan lainnya. Aktifitas tersebut memberikan vestibular input. Vestibular berfungsi memberikan keseimbangan pada anak, saat beridri tidak terjatuh misalnya. Anak-anak sudah terlahir dengan indera vestibular, namun perlu diremajakan seiring bertambahnya usia. Jika tidak diremajakan, anak-anak biasanya akan takut saat berjalan. Bahkan bisa berimbas pada proses belajar anak. Riset menunjukan bahwa aspek vestibular dapat mensupport kemampuan anak berbicara. That’s why anak-anak yang mengalami speech delay, mereka akan masuk kepada terapi sensory integrasi supaya anak bisa mengolah informasi yang dia dapatkan dan menggunakan inderanya untuk menyelesaikan inderanya.

 

  1. Tactile adalah indera peraba atau kulit yang paling luas karena sekujur tubuh kita dilapisi kulit. Tactile memberikan informasi yang beragam kepada kita terutama melalui tangan. Tactile tumbuh saat bayi mulai terlahir dan perlu diremajakan sejak dini. Perkenalkan banyak benda kepada anak.

 

  1. Auditory, yaitu indera pendengaran yang harus diasah juga. Diberikan pengalaman banyak lagu, intonasi dan nada. Auditory ini bisa menyelamatkan anak saat harus melibatkan aktifitas mendengarkan.

 

  1. Visual atau penglihatan yaitu indera mata yang bisa menangkap warna pada usia 3-5 minggu setelah bayi terlahir. Visual persepsi juga penting terutama untuk step membaca dan menghitung.

 

  1. Gustatory, indera pengecap setiap anak berbeda mengenai rasa makanan yang diberikan. Mulai belajar melatih indera pengecap sejak bayi mulai dari ASI lalu MPASI dan makanan lainnya. The early stage aspek gustatory yaitu saat anak belajar memasukan banyak benda didekatnya kedalam mulut. JIka anak usia diatas 2tahun masih memasukan benda ke dalam mulut artinya ada bagian pada mulut anak yang kurang terstumulus.

 

  1. Olfactory, indera penciuman yang berurusan pada urusan makan anak. Misal saat kita memasak, boleh kita libatkan mereka untuk mengasah olfactory nya.

 

  1. Interception, rasa didalam diri seperti merasakan rasa dingin, panas, hangat yang masuk kedalam dirinya. Termasuk juga rasa sedih, kecewa, pusing, mual, kenyang, lapar, haus, lelah, harus anak-anak pahami. Jika anak tidak merasakan hal tersebut akan menjadi masalah bagi anak dan orangtua. Jika mereka tidak familiar dengan rasa tersebut, kita harus bantu untuk memahami. Misal, ketika mereka haus, maka harus minum. Termasuk saat mereka marah, sedih dan kecewa. Bantu mereka untuk mengungkapkannya.

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *