parenting

Mengenal Metode Montessori Untuk Si Kecil Bersama Montessori Haus Asia

Today is the day. Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga yaitu belajar montessori anak bersama Montessori Haus Asia. Selama ini saya hanya dapat mengikuti kelas mereka via instagram LIVE di account @montessorihausasia. Jadi sorenya nonton, besoknya coba praktek di rumah bersama si kecil, ya tapi dengan perlengkapan sederhana yang ada di rumah tentunya.

Moms, metode belajar Montessori ini memang populer dikalangan parenials jaman now yang kreatif dan inovatif. Sekarang mudah sekali mendapatkan referensi cara belajar dan bermain yang seru dan edukatif melalui social media. Mulai dari sekolah, artis dan influencer banyak yang mengupload kegiatan montessori ini. Pertanyaannya apa sih Montessori? Lalu apa manfaatnya untuk si kecil? Apa bedanya dengan belajar di sekolah? Dan harus mulai dari mana? Dari bayi kah atau nunggu balita?

Itulah kenapa saya bersemangat sekali menghadiri blogger gathering bersama Montessori Haus Asia dan Moms Blogger Community hari Minggu kemarin (22/7) karena bisa mengobati rasa keingintahuan saya. Dan, semoga ilmu yang saya dapatkan ini bisa bermanfaat untuk Moms di rumah ya.

Tentang Montessori

Montessori (disebut juga Metode Montessori) adalah suatu metode pendekatan pada anak dengan memberikan kesempatan si kecil untuk melakukan kegiatan yang diinginkannya. Montessori dicetuskan oleh Doktor Montessori yang berasal dari Italia.

Metode Montessori mengutamakan pada kebebasan anak bereksplorasi, memperlakukan anak dengan respect atau hormat, kita sebagai orangtua atau guru berperan sebagai fasilitator serta menyiapkan lingkungan yang aman dan mendukung kegiatan anak-anak beraktifitas sesuai dengan kebutuhan pada tahapan usianya.

Dimanakah Montessori dapat diterapkan?

Dimana pun selama lingkungan tersebut aman dan mendukung aktifitas eksplorasi anak. Di sekolah, taman bermain bahkan di rumah sekali pun. Kegiatan montessori itu dapat dipraktekan bahkan dengan benda-benda sederhana yang ada di rumah.

Setiap kali saya melakukan aktifitas seperti memasak, mencuci, menyapu pasti Nafeesa (22 mos) antusias untuk melakukannya juga, meminta apa yang saya bawa, meniru apa yang saya kerjakan. Karena pada prinsipnya anak-anak menginginkan untuk menggunakan alat-alat yang nyata dibandingkan alat-alat tiruan atau mainan. That’s why, metode montessori mengutamakan aktifitas dengan benda-benda real namun tetap aman digunakan anak-anak.

Kapan saya dapat memulai metode Montessori untuk si kecil?

Sedini mungkin, sesuai dengan tahapan usianya. Moms, saya sempat terjebak dengan kurangnya pengetahuan saya tentang Montessori. Saya hanya mencari ide aktifitas apa yang bisa dilakukan di rumah bersama si kecil tanpa memfilter terlebih dahulu. Saat Nafeesa memasuki usia 15 bulan, saya mengajaknya untuk bermain menyusun balok. Berkali-kali ia menolak dan menunjukan ketidak-tertarikannya. Saya pun sempat patah semangat “kok beda sama anak si itu ya?” pikir saya. Ternyata yang salah ya saya sendiri, mengadopsi permainan dan aktifitas dari luar tanpa mengenal karakter dan tumbuh kembang si anak. Itulah mengapa belajar dari ahlinya itu penting sekali Moms. Untuk menghindari hal-hal seperti yang saya alami. Terlalu memaksakan metode yang sebenarnya tidak sesuai untuk usianya. Mungkin yang lebih cocok untuk usianya saat itu aktifitas mengenal permukaan halus dan kasar yang lebih simpel misalnya. Dan, ketika saya mencoba mempelajari metode pendekatan Motessori, saya merasa cocok dan sangat tertarik untuk menerapkannya bersama si kecil. Karena pada hakekatnya, metode ini bukan untuk anak saja tapi juga bagi orangtua sebagai pendamping dan fasilitator.

Inilah alasan mengapa saya sangat berantusias belajar Montessori bersama Montessori Haus Asia karena selama ini hanya belajar melalui buku dan Youtube saja. Hanya mengetahui tanpa mengupas lebih dalam.

Mengenal Montessori Haus Asia Indonesia

Motessori Haus Asia merupakan wadah bagi siapa pun yang mau belajar tentang metode pendekatan Montessori. Bagi para orangtua, guru, perusahaan yang ingin menerapkan metode Montessori hingga bagi mereka yang ingin mendirikan lembaga pendidikan berbasis Montessori.

Montessori Haus Asia pertama kali didirikan di Singapore oleh Mr. Allan Ang. Sementara di Indonesia, Montessori Haus Asia baru launching pada tahun 2017 oleh Miss Rosalynn (Founder). Saat ini, Montessori Haus Asia Indonesia telah memiliki 3 pusat pelatihan dan memiliki banyak kemitraan di seluruh wilayah Indonesia.

Visi dan Misi Montessori Haus Asia Indonesia:

  1. Semangat untuk mengubah kehidupan melalui pendidikan berkualitas.
  2. Kerja tim adalah kunci pertumbuhan.
  3. Kerja keras adalah dasar kesuksesan.
  4. Inovasi dan kepemilikan individu didorong dan dihargai komitmen terhadap penelitian dan pengembangan.
  5. Kepuasan dan kesuksesan mitra sangat penting

Disini juga terdapat banyak pilihan kelas Montessori dengan paket yang berbeda sesuai dengan kebutuhan mitra. Beberapa teman saya pun ada yang akan mengikuti kelas MHA bulan depan. Semoga saya pun berkesempatan untuk bisa belajar lebih disana.

Apa yang harus disiapkan untuk menerapkan metode Montessori?

1. Lingkungan yang aman dan kondusif. Saya setuju jika rumah menjadi lingkungan pertama anak bermain dan belajar dengan metode Montessori bersama orangtua. Sementara untuk working mom yang memilih anak-anaknya sekolah lebih awal sebaiknya memilih sekolah yang kondusif, tenang dan nyaman untuk si kecil beraktifitas.

2. Kesiapan mental orangtua. Sebagai orangtua, kita tidak bisa bersikap egois terhadap anak-anak. Seperti apa mereka dimasa depan tergantung suasana yang kita ciptakan saat mendidiknya. Buang ego kita, rendahkan hati, pelankan suara, teduhkan pandangan saat bersama mereka. Anak-anak perlu dihargai keberadaannya. Kenali karakter dan bakat yang ada pada dirinya.

3. Sitemap rumahan. Ini sih yang sering saya pakai di rumah yaitu membuat planning akan melakukan aktifitas Montessori apa di rumah bersama Nafeesa. Hal ini saya lakukan untuk menjaga ritme aktifitas hariannya. Apa fungsinya? Pertama, menjaga si kecil tidak mudah jenuh. Kedua, ala bisa karena biasa dan menjaga konsistensi itu lumayan PR banget sih buatku. Jika tidak dibiasakan setiap hari, bisa mudah dilupakan dan anak enggan untuk melakukannya lagi karena sudah menukan kegiatan lain yang menurutnya lebih asik.

4. Perlengkapan. Saat kemarin berkunjung ke kantornya Montessori Haus Asia, ngiler banget rasanya melihat perlengkapan montessori yang lengkap dan banyak. Beberapa memang sudah saya miliki namun tak sedikit metode Montessori di rumah juga menggunakan benda-benda yang ada disekitar.

Saya pun membawa pulang trial box persembahan Montessori Haus Asia untuk Nafeesa yakni menanam kacang hijau, mengamati siklus hidup kacang hijau dan numbering flash card. As soon as possible, trial box ini bisa saya praktekan bersama Nafeesa. Kemarin sempet mau nyoba tapi gagal karena Nafeesa masih belum paham.

Baca juga : 5 Bekal Dasar Kurikulum Montessori yang bisa Moms Terapkan di Rumah


Anyway, Moms mungkin sudah melihat di instagram ku minggu lalu posting beberapa produk makanan dan minuman sehat. Yuk, baca ulasan lengkapnya dibawah ini.

1. D’granola
Ini beneran cemilan sehat. Jadi didalam kemasan ini terdapat banyak banget jenis biji-bijian seperti biji labu, biji bung amatahri, raisin, cranberry, kayu manis, kepingan kacang almond, rolled oat dan dipanggang dengan proses yangsehat tanpa tambahan pemanis apalagi pengawet. rasa manisnya didapatkan dari raw honey pilihan.

Ada banyak pilihan rasa dengan harga berbeda yaitu Banana Rp. 50.000, Original Rp. 45.000, Cokelat Rp. 70.000. Nah, yang aku coba ini yang original. Harganya Rp. 45.000 saja. Mau juga? Boleh langsung order via Shopee atau melalui akun instagram @healthy.food.partner.

2. Ayam Gepuk Mpo Oneng
Acara Montessori dimulai after lunch, jadi sebelum belajar saya dan Moms Blogger lainnya dipersilahkan untuk makan siang terlebih dahulu. Menunya yaitu Ayam Gepuk yang sambelnya bikin nagih sih. by the way, ini bisa juga loh jadi alternatif saat ada acara di rumah atau mau traktir temen kantor misalnya. Harganya terjangkau dan rasanya gak bikin kapok. Moms, bisa order melalui akun instagram @ayamgepukmpooneng. Pesanan bisa dianter by Go-Food. So simple kan?

3. Toru Outmilk
Ini minuman dari awal datang udah bikin penasaran. Kirain kaya milktea gitu ternyata itu outmilk. Hah Out dijadikan minuman gimana rasanya? Penasaran kan, sama kalo gitu. Yang pasti ini sehat juga meskipun ada yang rasa kopi tapi tetap aman ya. Toru Outmilk ada 5 rasa diantaranya Honey Chia, Originial, Matcha Moringa, Arabica Blend dan Black Charcoal. Harga semua sama ya yaitu Rp. 25.000. Yang penasaran rasanya mending langsung order aja di @toru.id karena saat ini, khusus untuk area BSD, Alam Sutera dan Gading Serpong minimal pembelian 5 botol FREE ONGKIR.

Snack Lezat lainnya yang menemani ngobrol seru kita hari itu juga yaitu ada makaroni schotel dan kue lapis. Tampilan kecil-imut gitu. Rasanya enak, kue lapisnya legit dan manisnya pas. Gak bikin giung dan gak bikin sakit gigi hehehe. Moms, bisa order snack lezat ini di:
Makaroni Schotel by Dapur Ibu @makkeik
Kue Lapis Babah Gemoek @babahgemoek

Terimakasih Mom Blogger Community dan Montessori Haus Asia untuk kesempatannya. Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat untuk kita semua.

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Website ini dilindungi Hak Cipta!!!