hati-hati membeli produk asuransi, axa mandiri kasus
financial

AXA Mandiri Penipu, Agen Asuransi atau Nasabah yang Keliru?

Dalam sepekan ini saya membaca berita viral tentang industri asuransi yang diserang masyarakat. Salah satu kasus bahkan sempat viral videonya di social media. Dan, terakhir saya pun cukup kaget ketika membaca salah satu komen di portal berita online yang mengatakan bahwa AXA Mandiri penipu. Apakah benar?

Jujur, saya sebelumnya tidak begitu mengikuti perkembangan tentang masalah perniagaan. Tapi, saya juga penasaran kenapa sampai ada kata AXA Mandiri penipu yang menyerang perusahaan asuransi salah satu terbesar di Indonesia.

Memang sejak menikah, saya memiliki kebutuhan akan proteksi kesehatan saya dan keluarga. Perlahan saya pun membaca sana-sini bahkan menghubungi perusahaan asuransi yang memang saya tertarik dengan produknya. Saya dengarkan baik-baik, saya catat dan saya bandingkan. Mana yang cocok dan saya butuhkan.

hati-hati membeli produk asuransi, axa mandiri kasus

.

Asuransi Bukan Untuk Mengambil Keuntungan

Satu prinsip saya, asuransi bahkan investasi itu tidak ada yang pure 100% menguntungkan. Ketika ada yang menawari sebuah produk dengan iming-iming cuan, justru disinilah kita harus curiga. Saya percaya, semua perusahaan asuransi dibawah pengawasan OJK sudah terbukti kredibilitasnya. Hanya saja, sebagai orang yang awam akan industri ini, kita harus mampu meningkatkan literasi asuransi dan keuangan untuk tidak mudah tertippu oleh iming-iming cuan yang ditawarkan.

Awalnya, saya mengira bahwa membayar premi asuransi sama dengan menabung, bahkan ada yang memiliki manfaat sebagai investasi juga. Begitu yang selalu saya dengar dari penjelasan agen asuransi. Namun tentu saja, logikanya, asuransi merupakan insturmen proteksi, kalo Buibuk tujuan utamanya ingin menabung, atau berinvestasi, sebaiknya jangan pilih asuransi.

Meskipun mungkin saja ada nilai lebih besar yang akan saya dapatkan dari asuransi yang memiliki investasi (unitlink). Namun tentu saja, itu belum pasti karena naik turunnya nilai investasi sangat ditentukan oleh kondisi ekonomi pada saat itu. Misalnya, tahun lalu stabil bahkan untung, siapa yang mengira akan datang pandemi yang mengubah kondisi perekonomian dunia.

.

Bukan hanya AXA Mandiri, Perusahaan Asuransi Lain Juga Dianggap Penipu

Balik lagi ke kasus nasabah AXA Mandiri yang merasa tertipu. Banyak kasus serupa yang dialami oleh perusahaan asuransi lain, artinya ada pola sama yang terus berulang pada setiap kasus asuransi di Indonesia. Dari sini saja kita bisa melihat bersama-sama, apakah agennya yang bermasalah atau kita sebagai nasabah yang kurang detail dengan informasi yang tertulis pada surat perjanjian.

Coba deh Buibuk baca informasi. Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) mengatakan tidak berani menuduh perusahaan asuransi sebagai penipu. Sumber kesalahannya diduga dari miss-selling yang dilakukan oleh agen-agen nakal dan literasi nasabah yang rendah akan asuransi atau tidak cermat saat membaca perjanjian asuransi sehingga merasa tertipu.

Sebagai orang yang memiliki dan menelaah asuransi, berikut ini adalah beberapa hal yang saya lakukan saat mencari produk asuransi yang sesuai dengan kebutuhan saya dan keluarga. Semoga bermanfaat untuk Buibuk yang ingin memiliki produk asuransi. Meskipun ada saja yang protes, namun banyak juga nasabah yang merasakan manfaat asuransi (Manfaat asuransinya ya bukan untungnya).

kasus axa mandiri penipu, tanyakan kepada agen asuransi

.

Tips Mencari Produk Asuransi

1. Tentukan tujuan dan kebutuhannya

Jika kita butuh asuransi jiwa, ya fokus ke produk asuransi jiwa. Kecuali jika Buibuk sudah memiliki asuranasi jiwa atau asuransi kesehatan utama, mau beli lagi asuransi unit linked, boleh banget.

Biasanya saya browsing terlebih dahulu, saya baca produk asuransi tersebut dari website perusahaan asuransinya sendiri. Lalu saya hubungi by phone atau Buibuk bisa kirim Live Chat atau email untuk minta dihubungi perihal informasi produk tersebut. Buibuk tinggal pilih, mau konsultasi by Whatsapp atau langsung by phone.

.

2. Bandingkan masing-masing perusahaan Asuransi

Dalam memilih asuransi, saya selalu membandingkan terlebih dahulu. Mulai dari premi, benefit, risiko serta kemudahan proses klaim. Ada yang masih harus menggunakan surat, ada juga yang sudah go digital melalui aplikasi. Pilih yang membuat kita nyaman.

.

3. Teliti dan pahami lembar perjanjiannya

Jika sudah yakin dengan produk asuransi tersebut, baca setiap lembar perjanjian asuransi yang dikirimkan. Saya pribadi, selalu meminta waktu sebelum menandatangani surat perjanjian, untuk dibaca berulang-ulang hingga clear.

Nah, banyak kasus dimana nasabah diberikan surat perjanjian oleh agen asuransi, belum dibaca semua langsung ditandatangani saat itu juga. Hanya mendengarkan penjelasan singkat “keuntungan” apa yang akan didapatkan tapi tidak bertanya biaya yang akan dibebankan kepada nasabah serta risiko atau kerugian yang mungkin akan diterima.

Tidak semua orang paham dengan istilah yang tertera pada surat perjanjian. Oleh sebab itu, tanyakan kepada agen asuransi jika ada yang mengganjal hati. Ya, kadang saya juga malu ya kalau banyak tanya tapi daripada ada informasi yang terlewat dan merugikan saya, pilih mana?

.

4. Kalau kurang jelas, tanyakan!

Tanyakan besaran premi yang harus dibayarkan, apakah ada penambahan biaya premi ditahun kesekian atau tidak. Lalu ada biaya yang akan dibebankan kepada nasabah atau tidak diluar premi. Benefit apa yang akan nasabah dapatkan, ini juga harus detail.

Misal begini, dapat uang pertanggungan penyakit kritis, apakah langsung bisa diklaim pada diagnosa awal atau hanya bisa diklaim saat penyakit kritis tersebut ada pada tahap tertentu.

Lalu uang pertanggungan kematian, tanya kematian apa yang dimaksud, apakah karena penyakit kritis, kecelakaan tunggal, kecelakan lainnya atau bencana alam. Sebenarnya, akan tertulis dengan jelas di surat perjanjian tapi apakah yakin, Buibuk sudah mengetahui detailnya?

.

5. Disiplin bayar premi

Orangtua saya juga dulu nasabah asuransi ternama di Indonesia. Namun, karena usaha keluarga kami sempat mengalami kebangkrutan akhirnya orangtua saya tidak bisa melanjutkan untuk membayar premi asuransi. Hingga tahun kemudian ketika akan mencairkan dana asuransi, ternyata kami mendapat potongan. Namun, ada rincian detail larinya kemana uang tersebut. Dan, kami terima karena memang sejak awal sudah diinformasikan.

.

Kesimpulan

Bicara soal finansial ini memang luas dan njelimet banget. Kalau mau uang kita aman, ngga berkurang tapi juga ngga nambah, ya bisa nabung. Kalau mau ada perlindungan jiwa dan kesehatan, ya asuransi. Kalau mau uang kita nambah, ngga apa-apa sedikit yang penting aman, ya bisa deposito.

Kalau mau uang kita nambah banyak meskipun ada risikonya, ya bisa cari instrumen investasi yang cocok dengan profil risiko kita, boleh emas, reksa dana, properti hingga saham. Untuk itu, penting sekali menentukan tujuan sebelum mengambil keputusan. Ditambah lagi, jangan lupa untuk mempelajari hal tersebut dengan seksama, jangan sampai kita punya tapi tidak mengerti fungsi dan tujuannya.

Semoga bermanfaat!

43 Comments

  • Eryvia Maronie

    Kadang cuman karena miscom, atau karena nasabah gak baca dengan detail perjanjiannya, trus nuduh penyedia asuransi sebagai penipu dan sebagainya.

    Itulah pentingnya baca perjanjian asuransi dengan seksama.

    • Mechta

      Waspada, hati-hati, cek n ricek, cari imfo sedetil-detilnya..itu beberapa langkah yg perlu nasabah lakukan agar tidak tertipu atau merasa tertipu di akhir pertanggungan. Begitu ini yg saya serap dari tulisan ini. Terima kasih mba.. jadi membuka wawasan saya ttg hal ini..

    • Budi prasetyo

      Kalau memang NASABAH yg mengginginkan ASURANSI kenungkinan besar yg salah NASABAHNYA , tetapi kalau NASABAH akan MENABUNG dan dimasukkan ke ASURANSI tentunya AGENT / OKNUM KARYAWAN BANK MANDIRI yg SALAH

      • cicidesri

        sepengalaman saya, selalu ada konfirmasi terlebih dahulu. Dan, biasanya ada beberapa informasi bagian akhir yang boleh disetujui dan tidak disetujui oleh nasabah ketika surat perjanjian di tanda tangan. Jika kita tidak setuju diberi catatan atau biasanya dicoret/diberi tanda silang.

        Saat ini paling banyak bundling pak. Misal bapak buka rekening tabungan, pasti ada pilihan seperti ini, apakah bapak mau diinformasikan promosi dari bank terkait, apakah bapak mau diinformasikan promosi dari pihak ketiga, apakah ingin diberikan jaminan asuransi, apakah ingin mengaktifkan layanan kartu kredit. dan ini hak nasabah untuk menolak.

  • Icha Afriza

    saya juga dulu awalnya merasa tertipu dengan asuransi sejenis, tapi ya memang balik lagi ketika di iming-imingi dengan cuan yang gede pasti lansgung melek dan lupa dengan konseksuensi yang kita harus ketahui jelas terburuknya seperti apa. Ntar tau-tau pas mau ditutup ngerasa kok gak sesuai dengan yang di omognkan sebelumnya

    • Besrin Hutauruk

      Sama saya merasa tertipu di Axa mandiri. Tapi saya ingin datang langsung ke kantor pusatnya di Kuningan untuk mendengar rekaman pembicaraan antara saya dengan agen. Saya sudah pernah datang sekali tapi gagal karena kovid 19 katanya ada sterilalisasi. Terpaksa pulang balik. Saya akan jadwal lagi untuk datang mudah-mudah terwujud minggu-minggu ini.

  • Dessy Achieriny

    Kebanyakan orang malu untuk menanyakan hal yang sebenarnya kita kurang paham, jadi asal iya iya aja pas ttd perjanjian, sedangkan masih banyak yg belum paham. Hal ini yang terkadang jadi kendala ke depan. Apa yang kita bayangkan seolah gak sesuai. Padahal sudah sesuai kesepakatan perjanjian yang ditandatangani.

  • Diah Woro Susanti

    Iya aku juga baca di sosmed Axa Mandiri ngeri ngeri deh baca komennya. Aku cuma mikir sih, ini jangan-jangan pada ga paham baca ilustrasi waktu dijelasin agent asuransinya deh

    • winda - dajourneys.com

      mungkin karena kebanyakan agen kurang menjelaskan dengan baik ke nasabaah, karena nasabah kan belum tentu sama tingkat penyerapannya, apalagi ga semua nasabah lulusan sekolah yang tinggi yang paham apa itu premi, uang pertanggungan dll, jadi harus di sesuaikan kita menjelaskan ke siapa dan menggunakan bahasa seperti apa

      • nyi Penengah Dewanti

        Sebelum menandatangani kontrak biasanya kita diberikan buku panduan untuk. Memahami benar asuransi tersebut ya Mbak. Nah inj yang banyakan malas baca karena bujunya tebel dan calon nasabah juga urung bertanya. Jadilah kesalahpahaman terjadi

  • Keke Naima

    Iya bener banget. Belum tentu perusahaannya yang bermasalah. Bisa jadi kitanya yang gak teliti. Makanya harus hati-hati kalau mau menuduh. gak boleh sembarangan

    Saya pernah mengalami itu. Main setuju buka asuransi tanpa dibaca dengan detil. Tapi, itu jadi pelajaran berharga banget buat saya. Untungnya saya pun gak ikutan menuduh perusahaan asuransi melakukan penipuan. Diingatkan sama papah saya untuk lain kali baca dulu dengan detil

  • nurulrahma

    semua peraturan pendaftaran dan segala persyaratan Agen Asuransi perlu diperbaiki supaya tidak terjadi penyimpangan asuransi (fraud).
    Ini setuju pakai banget sih Mbaaa. Karena belakangan ini, opini publik tergiring untuk menuding perusahaan asuransi yg (dianggap) tdk becus. \
    Padahal, kita semua tau kalo ada oknum yg ga beres, selain itu (calon) nasabah juga kudu lebih jeli dan teliti kalo mau TTD polis asurasi

  • YSalma

    Sepakat utk semuanya harus clear di awal. Sebelum tanda tangan kontrak polis memang harus sudah tidak ada miss komunikasi yg terjadi.
    Jangan yg dibahas dan ingin didengar tentang untungnya saja. Padahal asuransi kesehatan kan tentang berjaga-jaga menanggung biaya kesehatan.

  • Retno

    Itulah pentingnya membaca dan memahami sehingga bisa jelas di awal. Kalau kita malas membaca dan memahami tapi sudah tanda tangan ya, salah kita swndiri…

  • Ameliasepta

    Asuransi itu pasti punya syarat dan ketentuan. Makanya sebelum memutuskan menggunakan asuransi perlu banget kita untuk riset dan memahami penawaran penawaran dari polis yang mereka berikan. Tujuannya yah agar tidak ada yang merasa tertipu nantinya .

  • Jeanette Agatha

    Kayaknya memang harus ada penjelasan dan surat yang jelas sebelum menandatangani polis.
    Karena sering banget terjadi saat proses claim malah ga bisa karena adanya miss penjelasan.
    Semoga ke depannya bisa lebih baik ya, mbak 🙂

  • Sri Widiyastuti

    IYa mam, memang rumit juga sih masalah asuransi ini, kadang juga memang ada oknum asuransi yang tidak becus menginformasikan segala mengenai akad asuransi. ada juga yang menyembunyikan hal yang mungkin bisa dibilang penting. intinya sih, jika diawali dengan niat baik dan kejelasan yang tuntas tidak ada yang akan mengklaim penipu atau tidak, karena kepuasan konsumen itu berawal dari kejujuran dan transparansi komunikasi antara nasabah dan asuransi. imho

  • fanny_dcatqueen

    Naaah aku sukaaa nih bacanyaa :D. Tipe nasabah yg mengerti sebelum membeli suatu produk 🙂

    Kadang suka ga ngerti Ama nasabah yg muji2 pihak bank saat dia dapat keuntungan, dan maki2 sampe mau nuntut begitu rugi. Dari awal sebenernya ngerti ato ga ttg cara mainnya 😀 memang siih bisa jd agennya yg nakal. Tapi kadang, si nasabahnya juga yg sok tau, ga mau nanya di awal, merasa udah ngerti, giliran rugi aja, ngamuk -_-

    Buatku yaa, asuransi itu proteksi. Udah itu doang. Aku ga anggab ada uang premi yg aku bayar tiap 6 bulan sekali itu. Anggab aja uang hilang. Dari awal aku dan suami udh sepakat, asuransi jiwa wajib ada. Ini utk jaga2 kalo semisal aku ato suami kenapa2. Jadi kami harus yakin anak2 ga akan terlantar, Krn ada UP yg nantinya buat warisan mereka. Itu semua utk mereka.

    Kalo aku mau ngembangin dana, aku bakal lakuin di LM, P2P ato saham. Lebih menguntungkan drpd aku masukin asuransi unit link :p. Aku sering nih mba, baca komplain orang2 di komunitas LM paling banyak. Nyesel kenapa ga beli LM dari dulu, Krn investasi dia di asuransi rugi bandar. Yaiyaalaaah, belum juga 5 THN udah ditarik. Gimana ga rugi bandar. Sebel aku bacanya hahahahah.

  • Shyntako

    Masalah asuransi memang dua pihak yang harus sama berbenah, nasabah harus mau tau detail, agen asuransi juga memperbaiki cara penjelasannya dan setuju mengenai syarat perekrutan agen agar hanya org kredibel aja yang bisa jadi agen asuransi

  • Inda Chakim

    Yup setuju sama semua poin di tips yang dikau jabarkan mbak. Dan itu semua harus dilakukan nggak boleh ada yang kurang. Ini ikhtiar menghindari hal hal yang tidak mengenakkan terjadi.

  • Mei Daema

    saya sering mendengar komplain beberapa nasabah soal asuransi, nah bisa jadi memang ada kekeliruan saat perjanjian di awal entah dari pihak asuransi yang kurang clear menjelaskan atau dari pihak nasabah yang terlewat menangkap informasi, atau memang dua-duanya yang belum gamblang merinci apa hak dan kewajiban masing-masing. Jadi memang saat perjanjian di awal harus clear betul ya mba biar ga ada pihak yang dirugikan

  • Siska Dwyta

    Pernah juga baca postingan nasabah yang merasa tertipu dengan axa mandiri ini di facebook. Well saya kurang tahu masalah asuransi sih, pikirnya juga asuransi = investasi, ternyata nggak ya Mbak. Baca ini baru sedikit paham dan thanks for sharingnya Mbak, jadi tahu langkah apa yang harus saya ambil ketika ingin mendapatkan harus asuransi.

  • Merida

    Menurut pendapatku bukan pihak asuransinya yang menipu. Tetapi agen asuransinya yang tidak bisa memberi penjelasan dengan baik sehingga nasabahnya menjadi salah paham. Bahasa asuransi ini kan tidak mudah dicerna oleh orang awam, akibatnya mereka jadi gagal paham, sehingga ketika masa pertanggungan berakhir mereka berpikir premi yang disetorkan selama ini akan utuh mereka terima kembali, bahkan disertai dengan profit. Faktanya, mereka hanya menerima tidak sejumlah yang diharapkan.

  • ade anita

    aku pernah baca tulisan seorang pakar keuangan dimana dia menyebut bahwa asuransi itu bukan produk investasi loh. Nah, bisa jadi kekeliruan orang yang muncul menjadi kekecewaan karena terlanjur merasa bahwa asuransi itu adalah investasi.

  • Heni Puspita

    Nah ini Mba. Saat saya bermasalah dgn salah 1 asuransi, ternyata di awal memang harusnya agen tidak menawarkan asuransi itu dengan iming2 keuntungan. Yang namanya asuransi itu ya untuk proteksi. Waktu itu akhirnya yang penting bisa tarik uangnya lagi meski ‘rugi’ dalam konteks tidak sesuai janji di awal.

  • Yuniari Nukti

    Bisa jadi agennya yang keliru mbak. Saya pun jika berhadapan dengan agen asuransi bingung soalnya saya awam dengan istilah-istilah mereka. Walaupun dijelaskan detail, kalau nasabahnya nggak tau detail produknya, belakang hari paati jadi masalah pelik. Apalagi sekarang banyak produk asuransi dibundle investasi, makin bikin bingung deh

  • Diah Alsa

    memulai asuransi memang harus jelas, karena seperti yang Mbak ceritakan, nyatanya terkadang memang ada agen yang tidak menyebutkan secara detail dan tuntas tentang produk asuransi yang ditawarkan, aturan mainnya dan lain sebagainya, jadilah di tengah jalan nasabah bagai kehilangan arah.
    saya sempat kecewa dengan sebuah perusahaan asuransi dan jujur sih sekarang itu takut untuk memulai lagi berasuransi, gegara waktu itu penjelasannya kurang tuntas jadilah dana yang ada hangus percuma, padahal lumayan banget itu hampir 3 tahun sudah saya membayar premi dengan tertrib 🙁

  • Indah Nuria

    This is exactly why we really need to learn about the details when it comes to insurance. You have to understand and ask whenever you feel like you don’t know the arrangement you have

  • Uniek Kaswarganti

    Emang njlimet sih kalau mantengin klausul-klausul yang terdapat dalam polis asuransi. Bahasanya emang sulit dipahami orang awam. Harus teliti deh sebelum memutuskan hendak memilki asuransi yang mana. Mungkin bukan masalah penipuan ya, kalik aja si pemegang polis memiliki ekspektasi yang lebih tinggi, padahal kepentingan yang dicover oleh asuransi yang dipilihnya bukan itu.

  • April Hamsa | Parenting Blogger keluargahamsa.com

    Yg bikin masyarakat males kadang mau ngeklaim seperti dipersulit. AXA nih kyknya jg banyak yang komplenin. Tapi perusahaan asuransi lain ya kyknya gtu jg.
    Makanya saat mau buka asurasi kudu dibaca klausul2nya, kalau gak yakin ya sudah kurangi gaya hidup berlebihan dan coba investasi yang sifatnya bisa buat tabungan dan ketika butuh cepat dijual ya

  • Nia Haryanto

    Nah ini nih, iya banget, banya ya denger perusahaan-perusahaan disebut penipu di berbagai media. Buat saya sih, selama kita teliti saat beli, dan juga perusahaan asuransinya sudah terdaftar di OJK, pasti aman. Yang salah biasanya oknumnya. Misalnya agennya, atau malah kitanya yang sejak awal gak baca teliti semuanya. Sampe kita gak bayar rutin dan tepat waktu. Semoga kta semua bisa jeli dan teliti sebelum memutuskan untuk beli produk finansial. Dan tentu saja disesuaikan dengan kebutuhan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *