Lifestyle

Jakarta Modest Fashion Week 2018

Jakarta Modest Fashion Week, sebagai ajang pertunjukan modest fashion berskala Internasional tentu saja menjadi daya tarik bagi kaum muslim di Indonesia. Modest Fashion memiliki pangsa pasar yang cukup besar di Indonesia, terutama karena Indonesia mayoritas penduduknya beragama Islam. Namun sebenarnya, Modest Fashion ini dapat dinikmati semua orang tanpa kecuali, baik muslim maupun non muslim. Terutama bagi mereka yang memiliki hobi, passion dan usaha dalam dunia fashion. Modest Fashion prinsipnya adalah sebuah ajang pertunjukan gaya busana yang santun dan tertutup.

jakarta modest fashion week, jmfw, fashion show, fashion show disabilities, franka soeria

.

Tentang Modest Fashion Week

Setelah sukses di Istanbul, London dan Dubai, Modest Fashion akhirnya digelar di Jakarta pada tanggal 26-29 Juli 2018. Saya sangat bangga saat mengetahui bahwa Modest Fahsion atau pergelaran mode busana santun tersebut ternyata dicetuskan oleh seorang wanita asal Indonesia, Franka Soeria. Masya Allah, banyak sekali wanita Indonesia yang hebat dan mampu berjuang di negeri orang hingga mengharumkan nama bangsanya. Sekilah informasi yang saya dapatkan dari JMFW, Modest Fashion berawal dari pernikahannya bersama seorang pria asal Turki. Kemudian ia memulai kariernya sebagai seorang fashion consultant dan public relation.

Perjalanan membangun Modest Fashion Week ini dimulai tahun 2016. Dengan jerih payah dan semangat yang up and down, Franka tetap berjuang untuk menggelar acara fashion show ini. Sempat mengalami penolakan namun akhirnya perjuangan dan kerja kerasnya membuahkan hasil. Modest Fashion Week kini telah memiliki lisensi resmi dan ada copyright atas nama Franka Soeria sehingga tidak bisa digunakan sembarang orang.

Tentang Jakarta Modest Fashion Week (JMFW)

Kecintaannya pada tanah kelahiran kemudian membawa Modest Fashion Week ke Jakarta. Indonesia sebagai negara pertama di Asia Tenggara yang disinggahi Modest Fashion Week memiliki daya tarik tersebdiri dari negara tetangga. Tak sedikit penggiat Fashion dari negara lain di Asia Tenggara ikut hadir di acara ini. Saya sempat bertemu dan ngonrol bersama salah satu Fashion Designer Muda asal Filipina dan Singapore yang ternyata dengan sengaja datang ke Jakarta untuk mengikuti rangkaian acara JMFW hingga usai dengan sukarela. Sayang sekali, saya tidak mengabadikan moment bersama 2 wanita hebat yang sempat saya temui di kursi audience.

Event ini dikerjakan langsung oleh Think Fashion dibawah naungan Modest Fashion Week Global bersama Markamarie Creative sebagai local partner. Jakarta Modest Fashion Week digelar di Gandaria City Mall selama 4 hari yaitu mulai tanggal 26-29 Juli 2018.

jakarta modest fashion week, jmfw, fashion show, fashion show disabilities, franka soeria

Ada beragam Talkshow yang inspiratif dengan berbagai tema yang diangkat sepanjang pergelaran Modest Fashion Week. Tak hanya persoalan busana saja melainkan cerita di balik sebuah karya seorang designer serta dukungan Modest Fashion Week bagi peserta Disabilities Asian Para Games.

.

Baca juga : Sukseskan Asian Games, Pt Jaya Ancol Siapkan Rangkaian Ancol Asian Festival 2018

.

Jakarta Modest Fashion Week Day 3: Chit Chat with Influencers

Saya pun turut hadir pada hari Sabtu (28/7) untuk mengikuti beragam Talkshow menarik dan pertunjukan Fashion Show. Seru banget pastinya karena ternyata ada Talkshow bersama influencers dari 5 negara pada saat itu. Saya yang memang tengah membangun passion sebagai product reviewer untuk beberapa media online merasa sangat tergugah dengan para influencers tersebut. As we know, blogger maupun product reviewer akan sangat mengandalkan peran media sosial sebagai media sharing yang tepat sehingga dunia influencer ini kemudian menjadi sasaran baru di digital marketing. Berikut ini adalah influencer hebat dari 5 negara pada Talkshow Chit Chat with Influencers:

1. Hasna B (Singapore)

Hasna B, seorang ibu rumah tangga yang memiliki kesibukan bersama anaknya namun tetap produktif dengan passion yang membesarkan namanya. Ia sangat menikmati profesi sebagai seorang infkuencer yang aktif dengan semua paltform seperti blogging, vlogging, termasuk aktif di social medua tentunya. Ia mengatakan bahwa siapa pun bisa menjadi sukses dengan passionnya tak terkecuali seorang ibu rumah tangga. Selama itu bermanfaat, kenapa tidak dilakukan? Tetap menjaga orginialitas konten yang akan dipublish menjadi concernnya yang utama.

2. Aufa Tokyo (Indonesia – Japan)

Phisically, sekilas nampak sama seperti masyarakat kita. Terang saja ternyata Aufa Tokyo ini, seorang consultant designer berdarah Indonesia dan Jepang. Masih muda, energik, fashionable dan inspiratif adalah serangkaian pujian yang bisa saya sampaikan untuk gadis berwajah imut ini. Ia yang didampingi translatornya menceritakan pengalamannya saat menjadi influencer. Menurut Aufa, menjadi influencer itu tak hanya sekedar eksis di dunia maya namun juga mampu menyajikan konten yang menarik dan unik. Pesan diakhir Talkshownya, ia mengatakan bahwa jadilah diri sendiri karena setiap influencer memiliki keunikan masing-masing.

jakarta modest fashion week, jmfw, fashion show, fashion show disabilities, franka soeria

 

3. Leena Asad (USA)

Wajah teduhnya membuat siapapun yang melihat pasti jatuh hati. Leena Asad yang sempat saya jumpai setelah Talkshow memberikan tips menjadi influencer hebat yaitu konsisten dengan apa yang akan kita publish. Menjaga kreatifitas isi konten serta engagement bersama followers juga dapat membuat seorang influencer diburu banyak brand.

jakarta modest fashion week, jmfw, fashion show, fashion show disabilities, franka soeria

4. Sisi Bolatini (UAE)

Sosok yang energik dan periang nampak padanya saat dipanggil keatas stage. Ia tak segan menyapa audience dengan gaya turbannya yang nyentrik. Sisi Bolatini terlihat lebih lugas saat menceritakan kisahnya menjadi seorang influencer. Ia pun berbagi tips bagaimana menjadi influencer yang hebat. Senada dengan influencers lainnya, ia membenarkan bahwa content is a king. Menjadi diri sendiri, kontinyuitas, konsisten dan original adalah prinsip yang harus dipegang oleh influencer. Gak mau dong ya, followers minggat Cuma gara-gara kita malas posting?

jakarta modest fashion week, jmfw, fashion show, fashion show disabilities, franka soeria

5. Hamimi Daulay (Indonesia)

Gadis asal Aceh ini banyak dikagumi Millenials jaman now. Namun ternyata dibalik kesuksesannya menjadi seorang influencer, ada banyak perjuangan yang telah dilaluinya. Berhati-hati saat menyajikan konten menjadi perhatiannya. Jangan sampai konten yang ia posting justru menimbulkan masalah. Karena perilaku netizen jaman sekararang itu banyak macamnya. Ada yang suka, banyak juga yang tidak suka. Salah berkalimat sedikit bisa berakibat fatal.

jakarta modest fashion week, jmfw, fashion show, fashion show disabilities, franka soeria

 

.

Jakarta Modest Fashion Week Day 3: Press Con Asian Para Games x JMFW for Disabilities

Teras Piazza Gandaria City Mall pun mulai dipadati oleh peserta JMFW Disabilities. Mereka terlihat sangat berantusias mengikuti Talkshow hingga usai. Bahkan beberapa dari mereka turut menyampaikan ide dan saran bagaiman para penyandang disabilitas ini tetap dapat berperan dalam dunia fashion. Berikut ini adalah speakers yang mengisi PressCon Asian Para Games x JMFW for Disabilities:

  • Directos of Marketing, Promotion and Look & Feel, INAPGOC.
  • Indonesian Asian Para Games Organizing Committee : Mirsya Budiarasi.
  • Thisable Enterprise: Angkie Yudistia.
  • Aksi Cepat Tanggap (ACT) : Helmina Sari
  • Markamarie Creative
  • Theable Art
  • Athletes from Paragames : Laura Aurelia Dinda & Nor Amina

jakarta modest fashion week, jmfw, fashion show, fashion show disabilities, franka soeria

.

Jakarta Modest Fashion Week Day 3: Who Made Your Clothes, Behind The Scene Stories of Fashion Production

Talkhsow berikutnya yaitu tentang cerita dibalik sebuah karya dari para desginer terkenal Indonesia. Talkshow dipandu langusng oleh Kak Wawa (Founder Blogger Crony Community) bersama dua desginer kondang yakni Khanaan Shamlan dan Ali Charisma.

Khanaan Shamlan, seorang designer cantik yang konsisten dengan busana couture. Ya, batik salah satunya. Menurutnya, kita harus bangga saat mengenakan busana dengan tema batik. Khanaan mengakui agak kesulitan saat memasarkan karya busana batiknya tersebut karena sering dicap sebagai barang mahal. Inilah PR baginya untuk mengedukasi para konsumen terutama dari luar negeri mengapa busana batik itu memiliki nilai jual yang tinggi. Alasanya karena memang pembuatannya yang lebih kompleks. Busana batik dibuat khusus menggunakan bahan berkualitas, dikerjakan dengan tangan atau handmade sehingga proses pembuatannya memerlukan waktu cukup lama. Belum lagi kalau mau ditambah hiasan lain seperti payet dan sebagainya, itu kan benar-benar pakai tangan mengerjakannya.

Ali Charisma, seorang Designer Senior sekaligus pendiri dan ketua Indonesia Fashion Chamber turut berbagi pengalamannya selama lebih dari 25 tahun di industri ritel. Karyanya sudah menembus pasar internasional bahkan karya Mas Ali ini sering direquest oleh brand luar negeri.

jakarta modest fashion week, jmfw, fashion show, fashion show disabilities, franka soeria

.

Jakarta Modest Fashion Week Day 3: Fashion Show for Disablities

Dan acara terakhir yang saya ikuti yaitu Fashion Show Parade 4 Show Designers & Dream and Design For Disabilities Exclusive Show. Sama seperti Fashion Show pada umumnya, yang membuat berbeda adalah para peserta Fashion Show Disabilities yang tampil cantik dan percaya diri meski dengan bantuan alat. Mereka nampak bahagia mendapatkan kesempatan untuk tampil di ruang publik dan ditonton ratusan pasang mata. Tak ada yang beda dengan mereka, mereka sama seperti kita, memiki kehidupan, mimpi, harapan bahkn mungkin semangat juang yang jauh lebih tinggi dari mereka.

jakarta modest fashion week, jmfw, fashion show, fashion show disabilities, franka soeria

 

Terimakasih Franka Soeria, Jakarta Modest Fashion Week, Markamarie Creative dan Blogger Crony Community telah mengundang saya pada ajang busana santun bergengsi ini. Banyak pembelajaran yang dapat saya ambil, tenyang bagaimana menjadi seorang influencer yang tak hanya bicara soal nominal namun juga kualitas, konsistensi dan originalitas. Mampu menyajikan sebuah konten yang informatif dan mengisnpirasi bagi yang melihatnya.

jakarta modest fashion week, jmfw, fashion show, fashion show disabilities, franka soeria

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *