persiapan kehamilan, persiapan persalinan, rumah sakit bersalin, tips memilih rumah sakit, periksa kehamilan
Family,  health,  moms

3 Persiapan Kehamilan dan Persalinan yang Wajib Diketahui Calon Orangtua

Hamil anak pertama selalu memiliki kisah bagi setiap pasangan ya. Terlebih momen ini juga biasanya jadi momen yang sangat berharga lantaran akan hadirnya si buah hati sebagai pelengkap kebahagiaan dalam pernikahan. Kalau saya pribadi rasanya tuh nano-nano, ada happy-nya tapi jujur lebih banyak worry-nya. Alasannya mungkin sama seperti bumil pada umumnya yakni belum ada pengalaman, terlebih saya hanya tinggal berdua dengan suami dan jauh dari orangtua. Padahal harusnya masa kehamilan itu ngga boleh cemas ya karena berpengaruh terhadap Kesehatan janin.

Adakah Mommies yang mengalami hal serupa? Padahal kuncinya adalah adanya pengetahuan dan persiapan selama masa kehamilan hingga proses melahirkan. Bicara soal persiapan, beruntung banget karena Sabtu lalu (2/5) saya berkesempatan untuk mengikuti webinar bersama Cordlife yang sharing seputar persiapan bagi Moms to be.

persiapan kehamilan, persiapan persalinan, rumah sakit bersalin, tips memilih rumah sakit, periksa kehamilan

.

1. Persiapan Financial

Bapak Christopher Rodjito, QWP, CFP, sebagai narasumber pertama menjelaskan, selain persiapan mental dan spiritual, sebagai calon orangtua kita juga wajib menyiapkan semua hal yang berkaitan dengan finansial. Tidak sedikit dari orangtua baru yang merasa gugup saat menjalani masa kehamilan. Belum lagi bisikan dari orang terdekat soal persalinan membuat kita bukannya makin tenang, justru sebaliknya.

.

Persiapan Sebelum Melahirkan

Berikut ini persiapan pra-persalinan yang harus dilakukan oleh para orangtua baru, diantaranya:

  • Menentukan tujuan rumah sakit yang diinginkan. Saya pun melakukan survey ke banyak rumah sakit di Jakarta untuk mengetahui biaya persalinan dan fasilitas yang didapatkan. Ada rumah sakit yang menyediakan paket persalinan All in One hingga layanan deposit diawal dan tidak ada biaya tambahan lagi.
  • Memilih dokter untuk mendampingi selama kehamilan dan proses melahirkan.
  • Memilih proses melahirkan yang diinginkan, apakah normal atau operasi sesar. Hal ini bisa diputuskan dengan banyak pertimbangan, baik dari segi kenyamanan maupun Kesehatan dan kondisi ibu hamil. Meksipun kita optimis ingin melahirkan normal, namun sebaiknya tetap menyiapkan dana operasi sesar, sebagai antisipasi hal-hal diluar rencana.
  • Cek fasilitas asuransi yang dimiliki. Misalnya asuransi perusahaan, apakah memberikan jaminan untuk persalinan dan berapa besar jumlahnya. Pak Christ juga mengatakan, BPJS Kesehatan wajib dimiliki dan pastikan masih aktif keanggotaannya.

.

Persiapan Pasca Melahirkan

Setelah semua persiapan sebelum melahirkan dipenuhi, orangtua baru juga wajib mengetahui beberapa hal penting yang harus dilakukan setelah proses persalinan agar tidak bingung saat si bayi sudah terlahir. Berikut ini persiapan pasca melahirkan yang wajib diketahi, yaitu:

  1. Persiapkan nama bayi.
  2. Setelah proses melahirkan, kita akan mendapat surat kelahiran dari Instansi Kesehatan, tempat persalinan. Lalu surat kelahiran tersebut akan diproses menjadi akta kelahiran.
  3. Asuransi untuk pencari nafkah. Pertimbangkan juga asuransi kesehatan swasta untuk si buah hati.
  4. Atur dan catat cashflow seperti dana darurat. Punya anak itu biasanya ada aja biaya tambahan lainya seperti vaksin atau bahkan biaya pengobatan bayi pasca persalinan. Kebocoran cashflow ini sering banget terjadi pada keluarga baru, misalnya saat memenuhi kebutuhan setelah melahirkan seperti membeli breast pump dan lainnya. Umumnya orangtua baru sering kalap nih saat belanja kebutuhan bayi, apalagi anak pertama ya, maunya paling baru, paling bagus, hehe.

persiapan kehamilan, persiapan persalinan, rumah sakit bersalin, tips memilih rumah sakit, periksa kehamilan

.

Perencanaan Keuangan Jangka Panjang

Pak Christ mengingatkan saya sebagai orangtua baru, bahwa anak membawa rejeki sendiri-sendiri sehingga perlu sekali bagi orangtua untuk memisahkan pendapatan sesuai dengan tujuan masing-masing. Misalnya, memisahkan pendapatan di salah satu rekening untuk biaya Pendidikan anak di masa yang akan datang.

Moms, kita perlu menyiapkan dana darurat minimal untuk 9 bulan anggaran untuk keluarga baru dengan anak pertama. Dana darurat bisa ditempatkan pada instrument yang bersifat liquid dan fluktuatif. Umumnya orangtua baru lebih memilih deposito. Pak Christ pun menganjurkan untuk menempatkan dana melalui reksa dana pasar uang karena sifatnya mendekati deposito.

Dalam jangka panjang, persiapan anak memasuki universitas misalnya. Perlu Moms ketahui, inflasi pendidikan tuh cukup tinggi ya yaitu sekitar 15%. Dalam hal ini, instrument investasi yang bisa kita pilih dengan jangka waktu 15-17 tahun kedepan yaitu reksadana saham. Namun, tentu saja instrument investasi apapun yang akan dipilih harus sesuai dengan profil risiko setiap keluarga.

Sederhananya, aliran dana diagi kedalam tiga post yaitu:

  • Saving berupa tabungan dan deposito, yaitu dana yang disimpan dan digunakan saat ini, tidak bisa berharap dananya akan bertumbuh.
  • Investment, dana yang disimpan pada investment merupakan dana untuk masa depan.
  • Protection, dana yang disimpan untuk melindungi Saving dan Investment pada kondisi yang tidak diinginkan. Sehingga kedua dana tersebut tetap aman.

Baca juga : Penuhi Nutrisi Kehamilan dan Menyusui

.

2. Perencanaan Kesehatan Ibu dan Janin

Setiap orangtua pasti ingin anaknya tumbuh dan berkembang sesuai dengan tahapan usianya. Namun faktanya, angka stunting di Indonesia masih tinggi yaitu menyentuh 30% sementara standar WHO hanya 20%. Jadi, stunting ini menjadi PR kita bersama ya.

Sebagai orangtua, kita wajib banget belajar tentang nutrisi apa saja yang baik dan dibutuhkan untuk mendukung tumbuh kembangnya, terutama pada periode emas atau golden moment anak. dr. Ardiansjah Dara Sjahruddin, SpOG, MKes. menyampaikan, golden moment atau 1000 Hari Pertama Anak yang dimulai sejak ia didalam rahim dan dilanjutan 730 hari setelah bayi lahir atau sekitar usia 2 tahun. Artinya, pada masa ini berikan asupan nutrisi terbaik untuk si kecil untuk mencegah stunting. Stunting terjadi akibat kekurangan gizi dan nutirisi. Dampaknya tumbuh kembang anak jadi terhambat. Stunting ditandai dengan ukuran tubuh anak yang tidak sesuai dengan usianya, misalnya lebih pendek dari anak seusianya.

Nutrisi dibagi menjadi dua, yaitu mikro nutrisi (asam folat, minyak ikan, zat besi) dan makro nutrisi (didapatkan dari makanan sehari-hari seperti karbohidrat, lemak, protein). Untuk ibu hamil, nutrisi diberikan sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya. Misalnya, ibu hamil yang mengonsumsi ikan setiap hari tidak perlu lagi diberikan tambahan minyak ikan. Nutrisi membantu pembentukan sel-sel janin didalam rahim bahkan lanjut hingga ia terlahir. Nutrisi juga membantu menjaga anak dari penyakit berbahaya seperti diabetes, obesitas dan lainnya yang bisa terjadi di kemudian hari. Jadi, sekarang kita samakan tujuan ya Moms, mengonsumsi makanan tinggi nutrisi itu penting banget, tak hanya untuk janin namun juga untuk ibu hamil.

persiapan kehamilan, persiapan persalinan, rumah sakit bersalin, tips memilih rumah sakit, periksa kehamilan

.

Pemeriksaan yang Dilakukan Ibu Hamil

Pemeriksaan yang wajib ibu hamil lakukan yaitu pemeriksaan darah lengkap untuk mengetahui hemoglobin. Jika angkanya tinggi maka ibunya berisiko anemia, dan bayinya cenderung ukurannya kecil. Berikutna yaitu pemeriksaan golongan darah termasuk rhesusnya, cek gula darah, pemeriksan SGOT SGPT serta pemeriksaan penyakit menular seperti hiv, sifilis, dan lainnya.

Nah gimana nih dengan pemeriksaan USG, apakah perlu dilakukan setiap kunjungan? Menururt dr. Ardiansjah Dara Sjahruddin, SpOG, MKes., USG bisa diasosiasikan sebagai stetoskopnya dokter kandungan. Sehingga pada saat kontrol bulanan, akan dicek USG. Setelah memasuki usia 8 bulan akan lebih sering.

Pada  trimester pertama, dokter kandungan harus pastikan sudah ada kantong kehamilan didalam rahim , karena ada kehamilan yang tidak normal seperti kantong kehamilan di luar rahim. Dokter juga harus sesuaikan besarnya kantong kehamilan seusia dengan menstruasi terakhir. Lalu cek juga apakah sudah ada detak jantung atau tidak. Nah, berikutnya dokter kandungan harus memastikan kandugannya normal atau tidak, untuk menghindari kasus hamil anggur misalnya. Dan yang terakhir, pemeriksaan kelainan, misalnya pemeriksaan ketebalan punuk janin bisa menunjukan apakah janin memiliki kelainan kromosom seperti down syndrome atau tidak. Akurasi USG hanya mencapai 60-70% saja.

Sementara untuk melakukan pemeriksaan kelainan kromosom lebih akurat dilakukan NIPT, non-invasive prenatal test yang diklaim lebih aman, tidak membahayakan janin dengan akurasi 90%. Pemeriksaan NIPT bisa dilakukan saat kehamilan memasuki 2,5 bulan, serta bisa mengetahui jenis kelamin.

Non Invasive Prenatal Test (NIPT)  adalah pengambilan sampel darah ibu untuk menentukan faktor risiko kelainan kromosom pada janin. Saat janin berada dalam kandungan, skrining perkembangannya melalui DNA bayi akan masuk ke dalam sirkulasi darah ibu melalui plasenta.

.

Workout From Home Amankah untuk Ibu hamil?

Obgyn pasti menyarankan olahraga yang sederhana tujuannya untuk melancarkan peredaran darah, misalnya jalan cepat atau berenang. Nah, olahraga pada ibu hamil jangan disama ratakan ya Moms, untuk orang yang aktifitasnya selalu di rumah, santai, pekerjaan rumahnya dikerjakan ART, mungkin bisa aja olahraga ekstrim.

Tapi coba bayangkan, untuk ibu hamil tetap harus bekerja, lalu masih mengerjakan pekerjaan rumah tangga lainnya, terlalu berat jika harus melakukan olahraga ekstrim. Tapi yang harus dicatat, bekerja, naik tangga, naik busway itu bukan olahraga ya meskipun bergerak, yang dimaksud olahraga untuk ibu hamil yaitu gerakan yang bisa memacu detak jantung lebih cepat.

.

Mitos pada Masa Kehamilan

Pernah mendengar, air kelapa dianggap bisa membuat kulit janin jadi putih? Ternyata itu mitos. Faktanya, air kelapa tinggi antioksidan bagus untuk menjernihkan air ketuban.

Berikutnya, ibu hamil yang sering makan pedas mengakibatkan bayi botak, ternyata mitos. Minum es bikin bayi gemuk didalam kandungan juga mitos ya kecuali es campur yang tinggi gula dan susu.

Untuk para suami harus ingat, masa kehamilan harusnya menjadi moment bahagia bukan malah jadi momen menyeramkan karena serba gak dilarang.

.

Persiapan Trimester Ketiga

Janin didalam rahim pada usia trimester ketiga disebut janin tua. Pada usia ini ibu harus lebih sensitive terhadap gerakan janin setiap waktunya, seberapa sering janin bergerak atau bahkan tidak ada gerakan selama satu jam.

Nah, dr. Ardiansjah Dara Sjahruddin, SpOG, MKes.  juga mengingatkan, saat ibu ingin melahirkan normal, artinya harus siap setiap saat, misalnya pelengkapan ibu dan bayi sudah ada didalam tas persalinan bahkan disimpan didalam mobil.

Tak lupa, stamina harus dijaga karena biasanya pada usia kehamilan trimester ketiga, ibu hamil semakin males bergerak. Berikutnya, sering-seringlah konsultasi dengan dokter, misalnya cara mengejan yang benar hingga persiapan persalinan lainnya.

 Di trimester ketiga, kita juga harus mulai aware degan investasi kesehatan . Biasanya banyak dari kita yang lebih prepare investasi Pendidikan padahal investasi Kesehatan seperti bank darah tali pusat juga penting karena pengambilan darah hanya bisa dilakukan saat proses melahirkan.

Baca juga : Program Bayi Tabung GrATIS dari Malaysia Healthcare

.

3. Persiapan Investasi Biologis

Ibu Talitha Andini Prameswari, Product Marketing Manager Cordlife Indonesia memaparkan tentang pentingnya investasi biologis untuk si buah hati.  Cordlife merupakan perusahaan  pertama di Indonesia yang mengoperasikan pemrosesan darah tali pusat dan kriopreservasi atau lebih dikenal sebagai bank darah tali pusat.

Moms kira-kira masih ingat ngga, dimana tali pusat si kecil disimpan? Orang jaman dulu ada yang mengubur atau menyimpan sebagai obat saat anak sakit. Nah, sebenarnya manfaat tali pusat sudah sampai ke masyarakat ya namun masih keliru penerapannya.

Darah tali pusat atau darah plasenta merupakan darah yang tertinggal dalam tali pusat bayi dan plasenta sesaat setelah bayi dilahirkan dan setelah tali pusat dipotong. Itu lah kenapa, investasi biologis seperti bank darah tali pusat harus direncanakan, sebab hanya bisa diproses sesaat setelah proses persalinan.

Darah tali pusat kaya dengan haematopoetic stem cell (HSCs) yang bekerja terhadap pembentukan darah dan sistem kekebalan tubuh. Seperti yang disampaikan ibu Talitha, darah tali pusat bisa memberikan harapan kesembuhan pada anak bahkan anggota keluarga yang lain.

Stemcell sendiri bisa didapatkan dari berbagai bagian tubuh, sepeti jaringan lemak, tali pusat dan darah tepi. Namun, dari ketiga sumber tersebut yang paling mudah didapatkan dan cara mendapatkannya tidak menyakitkan yaitu tali pusat (non-invassive).

.

Tips Memilih Bank Tali Pusat

Beberapa hal yang harus diperhatikan saat memilih bank darah tali pusat:

  1. Perhatikan perizinan, pastikan sudah memiliki izin operasional secara official di Indonesia.
  2. Sudah terakreditasi. Cordlife sudah mengantongi sertifikat AABB yang merupakan akreditasi tertinggi yang tidak mudah didapatkan sebab banyak tahapan yang akan dites.
  3. Sudah pernah melakukan release. Cordlife sudah memiliki 56 track record release dan semuanya berhasil digunakan dengan
  4. Cari bank darah tali pusat yang menawarkan benefit keamanan logistic. Cordlife memiliki layanan Perlindungan Cordlife Care 360° yang dirancang untuk memastikan perlindungan kesehatan menyeluruh untuk anak dan keluarga.

Selain itu, Cordlife juga memiliki layanan NIPT atau Non- Invasive Prenatal Test yang merupakan skrining pra kelahiran untuk mendeteksi adanya kelainan kromosom pada janin, seperti Down Syndrome. NIPT dapat dilakukan sejak memasuki usia kehamilan 10 minggu dan dapat mendeteksi empat kromosom sex aneuploidi, sindrom delesi kromosom, aneuploidi lainnya dan juga identifikasi jenis kelamin bayi.

Berikutnya, Cordlife juga memiliki layanan Metascreen yang merupakan proses skrining untuk bayi baru lahir yang berfungsi untuk mendeteksi adanya kelainan metabolik bawaan newborn atau bayi baru lahir.

Seperti yang disampaikan ibu Talitha, Metascreen termasuk pemeriksaan yang dapat menyelamatkan bayi sebab bisa saja orangtua tidak menyadari adanya kelainan metabolik pada si buah hati yang bisa berdampak pada Kesehatan di masa yang akan datang. Proses Metascreen juga termasuk non invasive ya Moms alias tidak menyakitkan sebab prosesnya hanya melalui kertas saring yang diletakan pada popok bayi untuk menampung urin dan sampel urin tersebut yang akan diuji serta diperiksa hasil metaboliknya. Hebatnya, Metascreen dapat mendeteksi hingga lebih dari 100 panel kelainan metabolik.

 .

Kesimpulan                                              

Terus terang, investasi bioligis ini belum pernah terpikirkan sebelumnya, padahal manfaatnya besar sekali dikemudian hari. Semoga informasi diatas bisa membantu Moms yang sedang mempersiapkan kelahiran si buah hati. Adapun untuk informasi lebih lanjut, Moms bisa langsung mengunjungi website Cordlife:

Website: https://www.cordlife.co.id/id/

Instagram : https://www.instagram.com/cordlifeindonesia/

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *