film pendek skata dan bkkbn
event,  Family,  parenting,  relationship,  self improvement

Launching Buku 1001 Cara Bicara Orangtua dengan Remaja, Persembahan BKKBN dan Skata untuk Orangtua dan Remaja

Setelah saya posting di Instagram tentang acara peluncuran buku 1001 Cara Bicara, banyak yang bertanya baik itu melalui DM maupun chat Whatsapp, apakah buku ini tentang tips menjaga bonding antara orangtua dan remaja?

Bukan, lebih dari itu, buku 1001 Cara Bicara mengupas tuntas permasalahan yang sering muncul pada orangtua dengan anak remajanya sekaligus juga menyajikan solusi didalamnya.

Latar Belakang 1001 Cara Bicara

1001 Cara Bicara merupakan kampanye tentang pentingnya komunikasi yang baik bagi orangtua agar mampu menjalin dan membersamai anak saat menjalani masa remaja. Kita tau, seberapa banyak buku yang dibaca, pada prakteknya tetap akan menemukan kesulitan saat menghadapi remaja secara langsung.

Mereka yang tengah dalam masa transisi akan mengalami perubahan perilaku, fisik dan psikologis. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi orangtua terlebih meskipun kita pernah remaja, namun dalam generasi dan perkembangan jaman yang jauh berbeda.

Sebenarnya virus yang menyerang remaja itu ada sejak dulu, misalnya kasus pornografi, bullying, seks bebas, tawuran, narkoba dan masih banyak lagi yang dipengaruhi oleh pergaulan dan lingkungan terdekatnya. Bedanya, dulu akses tersebarnya cukup sulit dan sempit, atau bisa jadi kalau pun terjadi akan ditutupi sehingga tidak banyak terekspos.

Sekarang? Semua sudah serba cepat, Buk. Lewat bilik kamar, modal jempol doang, anak bisa mengakses dan mendapatkan jutaan informasi yang bisa menjerumuskan jika orangtua lengah dan lalai. Banyak sekali pihak tak bertanggung jawab yang patut kita waspadai menjadi akses masuknya informasi buruk bagi remaja, termasuk teman-teman tempat dimana remaja bergaul.

Dari rangkaian kampanye 1001 Cara Bicara inilah kemudian melahirkan sebuah buku yang lengkap dengan media kit yang bisa digunakan orangtua sebagai bekal dan juga panduan membersamai tumbuh kembang remaja.

download ebook 1001 cara bicara

Mengapa orangtua harus memiliki skill komunikasi yang tepat dengan remaja?

Beberapa orang mengatakan, harusnya buku ini dibaca oleh remaja. Ngga ada salahnya jika mereka mau membaca. Tapi, sebagai orangtua menurut saya wajib membaca buku ini. Seperti yang disampaikan oleh DR. Dr. M. Yani, M.Kes., PKK, Deputi Bidang keluarga Sejahtera & Pemberdayaan Keluarga BKKBN, SDM unggul dimulai dari keluarga yang harmonis. Sehingga sebelum menikah sebaiknya seorang laki-laki dipsersiapkan untuk menjadi seorang ayah dan seorang wanita dipersiapkan untuk menjadi seorang ibu.

Baca juga : Cara Bicara Kesehatan Seksual dan Reproduksi dengan Remaja

Persiapan Sebelum Menikah

Buibuk, sebelum menikah menjalani prosesi pembekalan pra-nikah ngga? Dibina dan diedukasi tentang pernikahan, apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan? Saya terus terang TIDAK. Pertama, karena saya ngga tau ada pihak yang siap membantu memberikan informasi tersebut. Kedua, orangtua saya tidak mengarahkan untuk menempuh proses tersebut. Ada beberapa KUA yang menyediakan layanan penyuluhan atau edukasi pra-nikah. Sebenarnya, hal tersebut bisa dilakuakn oleh orangtua. Tapi, jika kita merasa tidak cukup ilmu sebaiknya meminta bantuan pihak yang berkompeten untuk menyampaikan.

film pendek skata dan bkkbn

Remaja Butuh Sosok Ibu, Bukan Orang Lain!

Saat anak memasuki masa remaja, mereka cenderung akan memiliki banyak aktifitas diluar daripada di rumah. Disinilah, orangtua menganggap anak-anaknya lebih nyaman dengan teman satu gengnya daripada dengan orangtua.

Dibeberapa kesempatan mungkin iya. Wajar dong, mereka juga berhak memperluas jaringan pertemanan. In the same ways, mereka sebenarnya lebih membutuhkan orangtua, terlebih sosok ibu untuk mendapatkan referensi informasi pertama tentang apa yang ingin mereka ketahui. Hal ini dibenarkan oleh Ibu Fitri Putjuk, Country Representative Johns Hopkins Center for Communication Program (JHCPP) for Indonesia. Sayangnya, orangtua seringkali menghindar atau malah berspekulatif dan interogratif sehingga anak menjadi enggan untuk berdiskusi karena takut disalahkan atau dihakimi. In other case, ada juga orangtua yang merasa kurang informasi untuk menjawab pertanyaan yang diberikan. Dampak dari kurangnya rasa puas atas pertanyaan yang diajukan, remaja justru akan mencari jawabannya dengan cara lain seperti melalui internet atau bahkan temannya.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Skata Indonesia (@skata_id) on


Menjalani Masa Remaja seperti Menaiki Rollercoaster Bersama

Salah satu narasumber yang hadir yakni Ibu Alzena Maykouri, M.Psi., seorang Psikolog Anak dan Remaja mengatakan, saat membersamai anak menjalani masa remaja, kita seperti menaiki rollercoaster, dimana kita harus menyelesaikan hingga selesai permainan, ngga bisa berhenti ditengah jalan.

Ibu Alzena juga menyampaikan, sepanjang proses menjadi orangtua ya kita harus terus belajar untuk menangkap setiap perkembangan anaknya. Misalnya, saat bayi, kita belajar nih mengidentifikasi saat bayi menangis, apakah popoknya basah, merasa haus atau ada faktor lain. Sama juga ketika anak menunjukan perubahan karakter disetiap fase kehidupannya.

mengenali pola komunikasi dengan remaja

Saya berterimakasih sekali dengan adanya buku 1001 Cara Bicara Orangtua dengan Remaja. Yang mengawali pembahasannya dengan merefleksi pola pengasuhan orangtua terdahulu. Apakah ada yang keliru, ada yang perlu diubah dan lain sebagainya. Tapi, saya pribadi setuju dengan Mba Novita Angie yang mengatakan, Pendidikan orangtua jaman dulu yang dibilang “kolot” itu ngga ada yang salah kok, hanya cara penyampaiannya saja yang perlu diperbaiki atau disesuaikan dengan generasi jaman sekarang.

Lalu, buku ini juga membahas soal gimana caranya membangun pola komunikasi yang baik dan tepat dengan remaja. Ada remaja yang senang cerita, ada yang sangat tertutup. Ketika anak membuka obrolan terlebih dahulu sebenarnya ini adalah moment emas yang tidak boleh dilewatkan.

Buku 1001 Cara Bicara pembahasannya menjadi lebih menantang di bab berikutnya yaitu tentang rumah dan keluarga, pertemanan, perilaku berisiko, penggunaan gadget bagi remaja, Kesehatan mental, Kesehatan seksual, reproduksi hingga perencanaan masa depan remaja.

tips ngobrol asyik dengan remaja

Support Skata dan BKKBN untuk Orangtua dan Remaja

Tak hanya melahirkan buku, support yang diberikan oleh Skata dan BKKBN juga disajikan dalam sebuah karya film pendek yang menyentuh hati. Film ini mengajarkan bahkan sebenarnya ngga ada yang salah antara remaja dan orangtua. Mereka sama-sama ingin memberikan dan melakukan yang terbaik. Yang keliru hanya pola komunikasinya saja. Orangtua ngga tau apa yang disukai remaja. Remaja juga ngga tau apa yang diinginkan orangtua. Padahal jika duduk sama-sama, bicara dari hati ke hati, Insya Allah semua akan baik-baik saja. Jadi, pola asuh, kedekatan orangtua dan anak selalu harus dijaga. Sejak bayi, balita, anak-anak hingga mereka dewasa.

Baca juga : Ciptakan Pola Komunikasi yang Tepat dengan Remaja dari Rumah

Saya ingin membaca Buku 1001 Cara Bicara

Boleh banget, Buk. Buku 1001 Cara Bicara juga disajikan dalam bentuk e-book yang bisa diunduh melalui website Skata.

buku 1001 cara bicara

13 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *