event,  health,  Lifestyle

Memaknai Hijrah Dalam Kehidupan Muslimah Bersama Sasha Halal Toothpaste

Tak terasa ya kita sudah di penghujung tahun 2018. Bersyukur banget, karena hajat saya di tahun ini dapat terlaksana yakni menjalankan satu kewajiban sebagai seorang muslimah untuk berhijab. Saya teringat pesan alm. Bapak yang mengatakan, sebaik-baiknya kehidupan adalah yang bermanfaat untuk orang lain dan selalu memperbaiki diri dengan ibadah.

Sebelumnya, saya berpikir bahwa menata hati jauh lebih penting daripada sekedar menutup sehelai rambut. Ibadah wajib dan sunnah gak kalah sama yang berhijab. Tapi, apa artinya ibadah tersebut jika harus gugur karena dosa membuka aurat? Cuma dapet capeknya doang. Pendapat saya saat itu, hingga kemudian memutuskan untuk mengeliminasi kebiasan-kebiasaan yang kurang baik.

 

Saya pun kemudian memutuskan untuk resign karena tempat saya bekerja melarang berhijab. Awalnya berat hati, sangat berat, bisa dibilang karir saya saat itu sedang gemilang. Secara posisi dan finansial sudah sangat nyaman di usia saya yang masih cukup muda. Takut nanti gak bisa nabung, takut nanti gak cukup buat biaya anak sekolah, takut gak bisa shopping dan lain-lain. Tapi, dengan kekuatan dari Yang Maha Kuasa, tiba-tiba hati ini diluruskan niatnya untuk mengikhlaskan apa yang ditipkan saat itu.

Apakah hal tersebut bisa dikatakan hijrah? Terus terang, saya belum se-PD itu untuk mengatakan bahwa saya sudah hijrah. Masih malu. Ini hanya salah satu jalan kecil untuk memperbaiki diri. Hanya itu.

.

Memaknai Hijrah dalam Keseharian

Alhamdulilah, diawal perjalanan saya untuk terus meng-upgrade diri, saya dipertemukan dengan Ummu Balqis oleh Hijab Influencer Network (HIN) Jumat lalu (30/11). Diawal obrolan, Ummu mengajak kita untuk bersyukur terlahir sebagai seorang muslim yang memiliki aturan dengan penuh cinta kasih dan membuat pengamal nya merasa lebih safety dan secure.

Kali ini Ummu Balqis dan Kak Lulu Elhasbu turut berbagi ilmu tentang makna hijrah bagi seorang muslimah. Dimana Ummu juga mengatakan bahwa kata hijrah berasal dari Bahasa arab, secara etimologi memiliki makna memutuskan atau meninggalkan sesuatu yang buruk menjadi lebih baik sesuai ajaran Islam. Jadi, berhijab bisa dikatakan berhijrah secara fisik. Namun, makna hijrah tentu tak hanya sampai disitu. Pada prinsipya, hijrah itu berkelanjutan, lanjut beribadah, lanjut berilmu lanjut memperbaiki diri secara terus menerus hingga akhir hayat.

Ummu menegaskan bahwa hijrah itu gak boleh main-main. Kata hijrah dalam Al Qur’an disebutkan sampai 31 kali. Namun, jangan juga menjadi phobia mendengar kata hijrah. Islam itu agama yang tidak memberatkan ummatnya, termasuk dalam berhijrah. Menurut Ummu, hijrah bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan sehingga dapat dilakukan dengan tenang dan nyaman tanpa beban.

.

Hijrah, Memilih Produk yang Baik dan Halal

Sejak tahun 2010, hijrah menjadi tren terutama di kalangan generasi muda. Dapat dilihat dari banyaknya remaja perempuan mengenakan hijab dan bermunculan produk-produk kecantikan dan kesehatan yang halal. Tentu saja ini menjadi hal yang sangat menguntungkan bagi saya yang sedang belajar menjadi lebih baik. Karena menurut Kak Lulu Elhasbu, hijrah gak cuma sekedar fisiknya saja, tapi juga merubah segala hal yang dalam keseharian kita. Termasuk semua yang diserap tubuh seperti makanan, minuman, skincare, obat-obatan dan produk kesehatan harus memiliki sertifikasi halal dari MUI. Alasannya, setiap produk yang sudah memiliki sertifikasi Halal sudah lolos dari serangkaian uji coba kemananan sebelum dipasarkan.

 

Kebersihan Termasuk Sebagian Dari Usaha Berhijrah

Saya percaya bahwa apapun yang kita lakukan selama niatnya ibadah pasti akan menjadi ladang pahala. Apalagi jika dilakukan dengan maksimal, seperti dengan cara yang tertib dan alat yang baik serta mengikuti sunnah rasul.
Termasuk saat menjaga kebersihan tubuh. Sudah tau dong ya bahwa menjaga kebersihan adalah sebagian dari iman? Artinya saat kita mandi dengan bersih dan menggosok gigi, kita sudah menjalankan ibadah dan Sunnah rasul.

Apalagi Ummu juga mengatakan bahwa menjaga kebersihan mulut merupakan adab berumah tangga. Menjaga mulut tetap segar, bersih dan gak bau di hadapan pasangan juga termasuk cara lain mencintai dan menghormatinya lho. Gak enak dong, menyambut suami pulang kerja dengan bau mulut? Udah capek, kena macet, di rumah malah disambut aroma gak sedap.

Rasul sudah mencontohkan untuk selalu menjaga kebersihan mulut dan gigi dengan bersiwak. Di Indonesia, gak semua orang familiar dengan siwak. Sehingga menggosok gigi menggunakan sikat dan pasta gigi jadi alternatif lain dan sah-sah saja ya. Tujuannya sama-sama menjaga kebersihan mulut dan gigi.

Siwak yaitu dahan atau akar pohon Salvadora Persica yang digunakan untuk membersihkan mulut, gigi dan gusi. Didalm siwak terdapat mineral alami yang dapat membunuh bakteri, menghilangkan plak, merawat gusi dan mencegah gigi berlubang.

Meski begitu, banyak juga loh masyarakat kita yang berburu siwak untuk mendapatkan khasiatnya. Apalagi bersiwak juga termasuk Sunnah rasul jadi selain mendapat manfaat sehat, juga sebagai ibadah. Sekarang kalian bisa mendapatkan manfaat siwak melalui pasta gigi yang baru-baru ini diluncurkan di Indonesia lho, yakni Sasha Halal Toothpaste. Yuk, kenalan lebih jauh dengan pasta gigi halal yang satu ini…

.

Sasha Halal Toothpaste

Sasha pasta gigi halal pertama di Indonesia yang mengandung serpihan siwak asli dan ekstrak daun sirih untuk menjaga kesehatan mulut, gigi dan gusi. Sasha hadir untuk menjawab kebutuhan muslim dan muslimah di Indonesia khususnya, mendapatkan produk baik dan halal.

Mengapa Sasha dikatakan pasta gigi halal?

Bukan karena pasta gigi Sasha mengandung siwak lalu dikatakan halal. Melainkan karena Sasha tidak mengandung alcohol dan kandungan lainnya yang berasal dari hewan. Ditunjang pula dengan proses, mulai dari mesin hingga bahan produksinya pun baik dan halal.

.

Kandungan dan Manfaat Sasha Pasta Gigi Halal

  • Mengandung ekstrak daun sirih untuk membunuh bakteri penyebab plak dan bau mulut.
  • Mengandung serpihan siwak yang dapat menjaga kesehatan mulut.
  • Antibacterial acids berfungsi untuk membunuh bakteri, mencegah infeksi dan menghentikan pendarahan gusi.
  • Kandungan lain seperti Klorida, Pottasoum, Sodiu Bicarbonate, Fluoride, Silika, Sulfur, Vitamin C, Trimethyl Amine, Salvadorine, Tannins dan mineral lainnya berfungsi untuk membersihkan, memutihkan dan menyehatkan gigi dan gusi.
  • Enzim untuk mencegah pembentukan plak pada gigi.
  • Anti decay agent untuk menurunkan jumlah bakteri pada mulut dan mencegah proses pembusukan.

.

Varian dan Ukuran Produk

  • Sasha Toothpaste Herbal Antibacterial. Mengandung serpihan siwak dan ekstrak daun sirih yang mampu membunuh bakteri penyebab plak dan bau mulut. Setelah menggunakan ini, mulut jadi lebih sehat, nafas segar tahan lama.
  • Sasha Toothpaste Whitening. Serpihan siwak, lemon dan garam didalamnya mampu memberikan perlindungan ganda dan membuat gigi tampak lebih putih. Tersedia dalam dua ukuran yakni 65 gram dan 150 gram.

Kesimpulannya, tak ada yang sulit dengan berhijrah. Yang ada sebenarnya hanyalah keengganan mencoba. Mari hijrah dari hal yang sederhana seperti menjaga kebersihan mulut dengan bersiwak atau menggosok gigi dengan Sasha pasta gigi halal. Pilih produk dengan kandungan yang lengkap, halal dna teruji secara klinis keamanannya. Sasha Halal Toothpaste, solusi untuk menjaga kesehatan mulut, gigi dan gusi. Yuk hijrah!

Untuk informasi lebih lanjut bisa mengunjungi akun sosial media Sasha:
Facebook : Sasha Pancaran Aura Islami
Instagram : sashaindonesia

9 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *