5 Tips Aman Bertransaksi Online dengan Metode Pembayaran COD
Lifestyle,  product review,  tips & trick

5 Tips Aman Bertransaksi Online dengan Metode Pembayaran COD

Saat Anda melakukan transaksi online, biasanya metode pengiriman apa yang Anda pilih? Beberapa hari yang lalu, saya sempat melontarkan pertanyaan serupa di Instastory @cicidesri. Jawabannya memang beragam tapi posisi pertama yang paling banyak dipilih konsumen yaitu pengiriman regular. Metode berikutnya yaitu metode Cash on Delivery atau COD untuk pembayaran dan pengiriman barang. Apakah Anda pernah menggunakan layanan pengiriman COD?

Saya pribadi selalu menggunakan metode pengiriman Cash on Delivery untuk transkasi dengan nilai yang cukup besar. Seperti misalnya, jual beli untuk produk elektronik atau barang dalam jumlah banyak. Terlebih jika transaksi dilakukan dengan orang baru sehingga saya harus melakukan pengecekan ulang terlebih dahulu untuk mengetahui kualitas dan kuantitas barang yang datang sesuai dengan pesanan.

5 Tips Aman Bertransaksi Online dengan Metode Pembayaran COD

.

Mengenal Metode Pengiriman COD (Cash on Delivery)

Cash on Delivery atau singkatnya disebut COD merupakan layanan pengiriman saat transaksi jual beli online dilakukan. Cash yaitu pembayaran tunai, sementara delivery yaitu pengiriman. Sehingga COD atau Cash on Delivery dapat diartikan sebagai layanan yang diberikan oleh penjual kepada pembeli untuk melakukan pembayaran secara tunai saat barang tiba di alamat tujuan.

Saya pribadi pernah berperan sebagai penjual dan pembeli yang memilih metode pengiriman COD sehingga tau betul kelebihan dan kekurangan metode pembayaran sekaligus pengiriman COD.

.

Kelebihan dan Kekurangan Layanan Cash on Delivery

Tiga tahun lalu, saat saya menjual smartphone secara online. Sebagian besar peminatnya menginginkan metode pembayaran Cash on Delivery. Sebagai penjual, akhirnya saya pun memberikan layanan COD, yang penting terjual deh pikir saya saat itu.

Saya ingat betul, ada yang minat dan ingin melihat kondisi barang terlebih dahulu. Akhirnya kami bertemu tapi sayangnya si peminat tersebut tidak mau bertemu di Restoran atau Cafe. Dia malah menunggu di depan parkiran mini market. Saya sudah merasa aneh dan curiga saat itu. Apalagi orang tersebut juga mengecek secara sembunyi-sembunyi. Sampai akhirnya, dia mengurungkan niat untuk membeli smartphone milik saya.

Lalu, saya bertemu dengan peminat kedua. Lokasinya tidak jauh dari kantor saya. Metode pengiriman COD memang membutuhkan usaha lebih keras bagi penjual. Saya harus mencari alamat calon pembeli kedua ini. Setelah bertemu dan mengecek kondisi smartphone, akhirnya transaksi berlangsung lancar. Uang tunai pun saya bawa pulang.

Dari pengalaman saya tersebut, pengiriman COD memang memiliki kelebihan, kekurangan dan risiko tersendiri. Terlebih bagi saya yang belum banyak pengalaman.

Baca juga : Perhatikan Hal Ini Saat Kamu Belanja Online!

.

Kelebihan Pengiriman COD

  • Sebagai penjual, saya bisa mendapatkan uang lebih cepat secara tunai saat transaksi.
  • Sebagai pembeli, saya dapat melakukan pengecekan kondisi barang terlebih dahulu. Terlebih jika pemesanan dalam partai besar yang memungkinkan terjadinya selisih hitung.
  • Sebagai pembeli, saya pun tak perlu repot dan tak harus menunggu lama barang diterima. Saya bisa mendapatkan barang dengan mudah dekat dengan lokasi saya berada.

.

Kekurangan Pengiriman COD

  • Sebagai penjual, adanya risiko pengembalian barang sementara saya sudah mengorbankan waktu dan ongkos.
  • Wilayah pengiriman terbatas, biasanya hanya melayani dalam satu wilayah atau kota saja.
  • Lebih rentan dengan sindikat penipuan, penukaran barang asli dengan barang palsu hingga pemalsuan uang.

.

Tips Aman Bertransaksi dengan Metode Pembayaran COD

Berbekal pengalaman diatas, tips aman bertransaksi degan metode pengiriman COD dibawah ini berlaku untuk penjual maupun pembeli, diantaranya:

  1. Menghindari bertransaksi secara personal misalnya melalui pesan Social Media. Sebaiknya, gunakan e-commerce atau market place sehingga Anda bisa mencari tau profile penjual melalui akunnya tersebut. Bisa dilihat melalui rating toko/penjual, testimoni pembeli dan jumlah barang yang terjual.
  2. Pilih tempat yang aman. Jika penjual/pembelinya perorangan, saya tidak pernah memberikan alamat rumah sebagai tempat transaksi. Lebih memilih di restoran atau café dan ditemani seseorang, tidak sendirian.
  3. Bagi pembeli, mintalah garansi untuk barang yang Anda beli, baik itu barang baru maupun bekas.
  4. Bagi penjual, Anda bisa membuat kesepakatan terlebih dahulu, jika ada pengembalian barang, kondisinya harus sama dengan pada saat barang diterima. Jangan Anda menerima barang dengan kondisi rusak.
  5. Menggunakan layanan logistik atau ekspedisi yang menyediakan layanan Cash on Delivery atau COD.

.

Itulah beberapa pengalaman saya saat memilih layanan pengiriman COD (Cash on Delivery) selama menjadi penjual maupun pembeli. Saat ini, saya lebih mengandalkan ekspedisi yang memiliki fitur pengiriman dan pembayaran COD seperti ekspedisi Ninja Xpress. Jauh lebih hemat tenaga, waktu dan biaya dibandingkan Anda yang harus datang ke lokasi pembeli/penjual.

COD Ninja Xpress atau disebut fitur COD Andalan merupakan layanan Bayar di Tempat yang aman dan terpercaya serta berlaku di semua wilayah  cakupan Ninja Xpress. Dengan bantuan COD Ninja Xpress meminimalisir terjadinya kerugian bagi penjual dan pembeli. Nah, sekarang sudah tau kan apa itu COD Ninja Xpress ? Jadi, untuk Anda yang ingin melakukan transaksi online bisa memanfaatkan fitur unggulan COD Ninja Xpress.

24 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *