tips konsisten menulis artikel di blog
Lifestyle,  moms,  self improvement,  tips & trick

5 Tips Konsisten Menulis Artikel di Blog bagi Mom Blogger

Konsisten menulis artikel di Blog sangatlah mudah dilakukan saat saya masih single alias belum menikah. Sesibuk apapun pekerjaan di kantor, masih bisa menyempatkan waktu saat istirahat makan siang atau menjelang tidur. Di Blog sebelumnya, saya berhasil melakukan one day one post selama satu tahun. Bahkan, masih sempat konsisten menulis artikel di platform lain juga.

Kalau sekarang? Jangan ditanya, padahal saya sudah dilabeli Fulltime Blogger sejak resign setahun yang lalu. Namun, faktanya cukup sulit untuk menjaga konsistensi menulis artikel setiap hari lantaran harus berbagi waktu dengan pekerjaan rumah dan mengurus si kecil. Kadang ingin menulis subuh tapi mata masih ngantuk karena begadang semalaman. Niatnya menulis siang saat si kecil tidur siang, eh malah mengerjakan pekerjaan rumah yang lain. Pas malam menjelang tidur, malah ketiduran. Jadi, memang butuh niat dan tekad yang kuat untuk menghasilkan satu buah tulisan atau artikel bagi seorang ibu rumah tangga terlebih tanpa bantuan ART atau anggota keluarga lain.

tips konsisten menulis artikel di blog

Meski begitu, bukan berarti tidak bisa. Sedikitnya ada 5 tips tetap konsisten menulis artikel di Blog bagi Mom Blogger yang sudah saya terapkan selama dua tahun terakhir. Tips ini ampuh juga loh buat Buibuk yang baru akan memulai NgeBlog. Nah, untuk mengetahui cara mudah membuat website personal seperti Blog, bisa baca artikelnya dulu dan langsung praktekan dengan 5 tips konsisten menulis artikel di Blog bagi Mom Blogger dibawah ini:

.

1.Buatlah Perencanaan atau Action Plan

Biasanya saya membuat Action Plan untuk 2 hingga 4 minggu ke depan. Jika bisa dilakukan setiap hari, maka saya menulis setiap hari. Namun, jika harus berbagi dengan konten lainnya seperti social media dan Youtube, maka saya selingi aktifitas setiap harinya.

Buat Action Plan untuk dua minggu.

Idealnya sih Action Plan dibuat per dua minggu ya, topik yang diambil masih fresh dengan current issue yang beredar. Anyway, konsisten menulis artikel ini ngga harus setiap hari. Dua hari sekali atau seminggu dua kali juga boleh, yang penting adalah menjaga ritmenya. Sebab jika kegiatan menulis ini ditinggalkan terlalu lama akan berat saat memulainya kembali.

.

2. Temukan Ide Topik Penulisan

Saya teringat dengan pesan yang disampaikan oleh mentor saat mengikuti Danone Blogger Academy 2019, ide tulisan itu bisa ditemukan darimana saja. Bisa dari apa yang kita alami sendiri, yang kita lihat, dengar baik secara langsung maupun tidak langsung. Cara lainnya yaitu dengan mencari ide melalui social media, Instagram dan twitter.

William Sudhana, seorang entrepreuner dan pegiat contet digital menyampaikan, ide untuk membuat konten itu bisa dengan melihat dan membaca dari sebuah informasi yangterpercaya lalu ditambahkan dengan self-experience jadi unik dan memiliki value.

Ide tulisan: 1) Dari apa yang kita lihat, dengar dan rasakan.  2) Dapatkan current issue dari social media.

.

3. Share informasi yang bermanfaat, kurangi curhat

Awal mula saya mengenal platform Blog ya ajang untuk memindahkan curhatan dari buku dairy ke media online. Tapi seiring berjalannya waktu, saya sering bertemu dengan mentor atau narasumber pada Blogging Class yang menyarankan untuk mengurangi Blog berisi curhatan. Ya sebenarnya sharing pun termasuk curhat ya, apalagi kalau bicara point 2 tentang self-expereince, jatuhnya ya mirip curhat. Namun sebenarnya ada perbedaannya, paling tidak, ada informasi, manfaat dan solusi yang didapatkan setelah orang membaca artikel tersebut. Minimal mereka mendapatkan informasi yang mencerahkan, lebih bagus jika artikel kita mampu menggerakan pembaca.

Meski begitu, pilihlah topik yang tidak memberatkan. Cari yang paling sering dicari dan dibutuhkan, lalu sesuai dengan passion kita, misalnya tentang hobi, liburan, menu harian, ide cemilan anak dan lainnya.

Baca juga : Understanding Copyright for Blogger

.

4. Taat Aturan, Disiplin dan Terima Konsekuensi

Bagi saya, Blog bukan rumah kedua melainkan perusahaan milik saya pribadi. Layaknya saya bekerja, ada jam kerja, ada aturan, ada tugas dan lain sebagainya. Saya pun menerapkan hal yang sama setiap hari, hanya waktunya lebih fleksibel.

Setelah membuat Action Plan, saya jadi tau berapa target artikel dalam dua minggu dan detail pekerjaan yang harus saya lakukan. Untuk pembuatan artikel, biasanya saya lakukan dalam satu atau dua waktu, misalnya 2 hari target 7 artikel selesai dalam format word. Hari ketiga, mencari gambar dan mengeditnya lalu upload dengan scheduling post. Jadilah, artikel terbit 2 hari sekali tepat waktu.

Saya bekerja 30 jam dalam seminggu. Saya gunakan untuk menulis artikel, melakukan foto produk, berinterkasi di social media, membalas email dan semua hal yang berkaitan dengan Blogging.

Di hari berikutnya, bukan berarti saya bebas tugas. Saya tetap mengaktifkan laptop 3-4 jam per hari untuk melakukan pekerjaan lain seperti membaca artikel di Blog orang lain atau, media online dan lainnya. Aktifitas lainnya seperti share artikel di social media, aktif berinteraksi melalui komen Blog yang dituju dan beberapa pekerjaan lain seperti membalas email yang masuk.

Diluar jam kerja, saya berhak melakukan aktifitas lainnya, bermain bersama si kecil, melakukan pekerjaan rumah hingga berisitrahat. Meskipun saya aktif dengan Blog dan social media, bukan berarti setiap waktunya dihabiskan dengan gadget dan laptop. Semua tetap ada aturannya. So, waktu bekerja 4 jam sehari, saya maksimalkan dengan sebaik-baiknya.

Bagaimana kalau tidak tercapai? Konsekuensi, aturan ya tetap aturan. Tugas artikel yang tertinggal tetap harus saya selesaikan diminggu berikutnya. Untuk mengetahui apakah saya cukup disiplin dengan perusahaan saya sendiri, saya buatkan form atau print out formnya supaya bisa ditulis tangan dan ditempel serta mudah dibaca kapan pun untuk motivasi dan bahan evaluasi.

.

5. Kenali Kemampuan dan Batasan Diri

Nah, ini penting banget! Kenali diri sendiri, misalnya bagi ibu rumah tangga kesulitannya kadang hanya soal waktu.  Kalau kamu ngga kuat begadang, jangan memaksakan diri untuk menulis artikel hingga larut malam.  Siasati menulis saat si kecil tidur siang atau lakukan saat Weekend, Sabtu dan Minggu. Mintalah bantuan suami untuk menjaga si kecil 2-3 jam terlebih dulu untuk menulis artikel.

Masih sulit? Tuliskan di note handphone kapan pun ada waktu senggang. Bahkan, saya sering merangkai kata sambil melakukan pekerjaan rumah tangga lainnya, tentunya sambil di record. Supaya idenya tetap terjaga, tinggal di tuangkan dalam tulisan.

Jika memang merasa berat untuk menulis organik setiap hari, lakukan 2 hari sekali atau 3 hari sekali. Masih berat? Selingi dengan artikel berbayar atau kerjasama. Yang terpenting adalah ada aktifitas pada Blog kita.

Baca juga : Tips Mendapatkan Job bagi Mom Blogger Tanpa Harus Keluar Rumah

Bagaiamana, apakah cukup mudah dilakukan? Mumpung masih awal tahun, yuk dicoba merawat perusahaan milik kita sendiri. Apalagi kita tau ya, platform Blog saat ini memang sudah bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah. Baik itu melalui kerjasama maupun Google Adsense. Jadi, kalau bukan kita, siapa lagi yang akan merawatnya?

konsisten menulis artikel di blog, konsisten menulis artikel di blog, konsisten menulis artikel di blog, konsisten menulis artikel di blog, konsisten menulis artikel di blog, konsisten menulis artikel di blog, konsisten menulis artikel di blog

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *