event,  health,  parenting

Pentingnya Mengenalkan Buah pada Moment MPASI Si Kecil

Momen makan si kecil itu momen yang dinantikan. Meskipun banyak banget tantangannya tapi melihat anak makan lahap itu sudah menjadi kebahagian tersendiri, betul ngga sih Buk? Anyway, masih ada ngga sih orangtua yang memaksa bayinya makan sebelum usia 6 bulan? Terus terang, kalau di kampung ku masih ada, bayi usia 3 bulan sudah disuapi pisang atau bubur tepung. Tapi sudah mulai berkurang lantaran ada satu bayi yang geger perutnya mengeras karena diberi makan sebelum waktunya. Sejak saat itu, tetangga sudah mulai ngeri dan mengikuti petunjuk dari praktisi kesehatan, seperti bidan dan dokter.

Sabtu lalu (28/9) saya diundang oleh Milna Ahlinya Makanan Bayi untuk sharing tentang keterampilan orangtua dalam memilih menu MPASI dan tips memberikannya dengan tepat. Pertemuan yang bertajuk “Milna Nature Delight: Cara Mudah Makan Buah Zaman Now” dihadiri oleh para Moms dan si kecil.

Kenapa MPASI itu pada usia 6 bulan?

dr. Atilla Dewanti, Sp. A(K) menuturkan, sesuai amanat WHO usia ideal bayi mulai MPASI yaitu usia 6 bulan sebab nutrisi yang diberikan oleh ASI eksklusif sudah tidak dapat memenuhi kebutuhan energi (kalori), Vitamin, Mineral yang dibutuhkan oleh si kecil, sehingga harus mendapatkan tambahan energi, Vitamin dan Mineral dari MPASI.

Pada usia 6 bulan, bayi mulai pembentukan sirkuit otak awal untuk fungsi lima indera. Sehingga dengan diberikannya Makanan Pendamping ASI yang vareatif dan berwarna akan menstimulasi penglihatan, pendengaran, pembauan, perasaan dan perabaan si kecil.

Tanda Bayi Mulai Siap Diberikan MP-ASI

  1. Kepala sudah mulai bisa tegak saat duduk.
  2. Membuka mulut dan tertarik saat melihat makanan.
  3. Tumbuh gigi dan air liur banyak (drooling).
  4. Lebih sering menyusu karena merasa lapar.
  5. Berat badan sudah tidak naik lagi hanya dengan ASI.

Resiko Memberikan MP-ASI Terlalu Cepat atau Telat

  1. Produksi dan menyusui ASI-nya jadi berkurang.
  2. Risiko terjadi penyakit infeksi dan penyakit saluran cerna karena tubuh bayi belum siap.
  3. Meningkatkan risiko kehamilan pada ibu.
  4. Menghambat penyerapan zat besi.

Momen Makan MPASI Si Kecil

Seperti yang saya tuliskan diatas, MPASI paling ideal diberikan saat bayi memasuki usia 6 bulan. Sementara itu, pemberian ASI masih bisa dilakukan hingga bayi berusia 24 bulan. Atau jika Buibuk ingin menggantinya dengan susu formula juga silahkan.

Pemberian MPASI Pertama Kali

Dr. Atilla mengatakan, tunda pemberian susu sapi segar hingga anak berusia 12 bulan. Lantaran pemberian susu sapi segar ini bisa memicu perdarahan intestinal sebab zat besi menurun sementara kadar natriumnya meningkat.

Pada tahap awal, bubur susu atau bubur beras yang dihaluskan bisa diberikan namun pastikan mengandung Fe. Bubur beras merupakan bahan makanan yang paling hypoalergenik sebab kemungkinan menjadi pencetus alerginya sangat minim.

Pada tahap awal, suapi si kecil setengah sendok atau kurang supaya tidak tersedak. Ajak sikecil berkomunikasi supaya moment makannya menjadi lebih relaks dan menyenangkan.

Selain bubu beras, Buibuk juga memberikan makanan padat lainnya yang dicampur dengan ASI. Hati-hati ya Buk, jangan menyuapi paksa si kecil saat ia menangi. Berikutnya tesktur MPASI bisa ditingkatkan bertahap sesuai dengan usianya.

Setelah memasuki usia 12 bulan, si kecil sudah bisa diberikan seluruh jenis makanan atau menu keluarga. Berikan menu yang lezat dengan banyak rasa, kecuali rasa masam dan pedas ya, Buibuk. Anak juga sudah dibiasakan mengonsumsi sayur dan buah, kalau rujak buah, biar Ibunya saja ya yang makan.

Panduan Pemberian MPASI

Buk, penting sekali memberikan makanan yang beraneka ragam sebab tidak ada satu jenis bahan makanan yang mengandung semua zat gizi lengkap. Dengan mengonsumsi beragam menu sehingga nilai gizi bahan makanan akan saling melengkapi sebagai mana dijelaskan dalam piramida makanan yang dikeluarkan oleh Kemenkes RI.

Pada piramida makanan dijelaskan zat gizi makanan lengkap meliputi karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan air. Sementara, Buibuk bisa melihat inspirasi jenis bahan makanan yang bisa dijadikan menu MPASI si kecil dengan jumlah yang lengkap, seperti:

  1. Makanan pokok : nasi, umbi, kentang, mie, dll
  2. Lauk nabati : tahu, tempe, kacang-kacangan, dll
  3. Buah : alpukat, pisang, papaya, melon, jeruk, apel, dll
  4. Air untuk anak sekitar 1 liter per hari
  5. Lemak secukupnya
  6. Sebaiknya tunda gula dan garam pada tahap awal MPASI

Pemberian MPASI bisa dibagi kedalam 5 waktu, yaitu 3 kali makanan utama dan 2 kali makan selingan dalam sehari. Selain bahan makanan diatas, ada satu nutrient yang kerap kali dilupakan yaitu kandungan zat besi (Fe). Padahal zat besi berperan penting bagi tumbuh kembang anak. Sumber zat besi yang paling utama yaitu daging merah, namun zat besi juga bisa diperleh dari sayuran hijau. Nah, gimana nih Buibuk apakah menu makan si kecil sudah lengkap nutrisinya?

Food Rules Applicable to Children Beyond Infancy

  1. Pastikan jadwal makan dan snack teratur dan terencana. Lama makan tidak lebih dari 30 menit dan diantara waktu makan hanya boleh mengonsumsi air putih saja.
  2. Saat menyuapi si kecil, buatlah suasana yang menyenangkan. Jangan memaksa si kecil meskipun baru makan 1-2 suap saja. Berikutnya, jangan membiasakan diri untuk memberikan hadiah berupa makanan. Sebaiknya tidak sambil nonton TV saat menyuapi anak, apalagi main gadget dan update status ya, Buk.
  3. Prosedur makan. Berikan anak dalam porsi kecil dan hentikan pemberian makana jika setelah 15 menit anak bermain tanpa makan atau tampak kesal membuang makanan. Kita juga perlu memotivasi anak untuk mau makan. Terakhir, hanya boleh membersihkan mulut setelah makan selesai.

Cara Pemberian MPASI

Nah,  berikutnya saya juga mendapatkan informasi tentang cara pemberian MPASI yang tepat, gak sekedar ikut-ikutan trend aja ya, Buk.

  1. Konvensional vs Baby- Led Weaning (BLW). Ternyata pada kelompok BLW memiliki risiko lebih tinggi untuk tersedak. Walaupun kecukupan energi bayo BLW terpenuhi, namun bayi dapat mengalami defisiensi zat besi, Zinc dan Vitamin B-12.
  1. Tidak ada perbedaan bermakna risiko tersedak antara kemlomp BLW “modifikasi” keolmpok konvensional.
  2. Kelompok BLW lebih menyukai karbohidrat, sedangkan kelompok konvensional lebih menyukai makanan yang manis. Serta kelompok BLW lebih banyak underweight, kelompok konvensional lebih banyak overweight nya.

Jadi MPASI itu gak Cuma sekedar bagus memilih menunya saja, melainkan proses dan cara pemberiannya pun harus diperhatikan. Tekomendasi pemberian MPASI yang diluncurkan oleh WHO dan IDAI yaitu responsive feeding:

  1. Memberikan makan pada bayi secara langsung (menyuapkan dengan sendok) dan membantu anak yang lebih besar saat mereka sudah bisa makan sendiri. Sensitif terhadap rasa lapar dan kenyang.
  2. Suapi anak secara perlahan dan dengan sabar. Dorong anak untuk makan tanpa paksaan.
  3. Jika anak menolak banyak makanan, bereksperimenlah dengan kombinasi bahan makanan yang berbeda rasa dan tekstur.
  4. Meminimalisasi distraksi saat makan.
  5. Waktu makan adalah masa belajar dan menunjukan kasih sayang, bicara pada anak saat makan dengan kontak mata..

Tips Pemberian MPASI dan Penyimpanan

  1. Buatlah jadwal makan tertatur.
  2. Pengenalan makanan, membutuhkan setidaknya 10-15 kali mencoba.
  3. Jangan memaksa anak makan.
  4. Perhatikan tanda lapar dan kenyang.
  5. Kebersihan dalam mengolah, menyiapkan dan memberikan MPASI sangat penting.

Mengenalkan Buah pada Bayi

Apakah Buibuk sudah mulai mengenalkan buah pada anak sejak MPASI? Wah bagus baget nih, Buk karena menurut dr. Atilla, bayi usia 6 bulan harus sudah dikenalkan dengan buah lumat. Setelah 6 bulan, bisa dikenalkan Puree buah dan diatas satu tahun, kita bisa memberikannya buah utuh dan puree buah.

Kita tau ya Buk kebutuhan nutrisi anak itu banyak banget. Dengan mengonsumsi buah, beberapa nutrisinya tersebut bisa terpenuhi seperti sebagai sumber Vitamin C, sumber asam folat dan Vitamin B, sumber serat, sumber anti oksidan (beta karotein, pektin, dll), sumber mineral seperti zat besi, Kalsium dan Kalium.

Rekomendasi Pemberian Pure

  1. Tidak untuk bayi dibawah 6 bulan.
  2. Hindari penambahan gula.
  3. Variasi rasa dan tekstur.
  4. Tanpa pewarna dan pengawet.

Perkenalkan Milna Nature Delight

Saya sempet penasaran nih sama istilah BAPUR, sampe saya mention Milna karena penasaran. Apakah mereka punya produk cemilan baru atau apa. Ternyata BAPUR yaitu generasi Bawa Puree buat anak-anaknya. Ya ampun, aku banget dong kalau begitu ya.

Sebagai orangtua Milenial, saya memiliki tugas dan tanggung jawab banyak, gak cuma stay at home. Meski dengan keterbatasan waktu dengan segala urusan yang gak ada kelarnya, saya tetap ingin memberikan yang terbaik termasuk soal snacking time nya Nafeesa.

Milna Nature Delight dibawah naungan Kalbe Nutritionals ini bukan produk baru ya, mereka sudah ada sejak tahun 2017. Alasan banyak orangtua yang memilih Mina Nature Delight Fruit Pure karena praktis, simple dan kandungan nutrisinya juga baik.

Tya Ariestya, seprang selebritis dengan dua anak ini juga mengakui loh keunggulan Milna Nature Delight yang diproses dengan higienis, tanpa pengawet, tanpa pemanis buatan, dibuat 100% dari buah asli dan sudah tersertifikasi Halal dan BPOM.

Kabar baiknya, Milna Nature Delight ini ada penyesuaian harga, semula Rp 15.000,- menjadi Rp 9.950,-, usaha tersebut sebagai wujud konkrit dukungan Milna dalam menudkung kebiasaan anak makan buah sejak dini.

 

VARIAN MILNA NATURE DELIGHT FRUIT PURE

  1. Apel dan peach;
  2. Apel, pisang dan strawberi;
  3. Apel, labu dan wortel.
    Buah apel lebih dominan pada ketiga varian Milna Nature Delight karena kandungan Kalium, Magnesium, Fosfor, Kalsium, Vit A dan C pada buah apel sangat baik untuk MPASI bayi.

SARAN PENYAJIAN PURE BUAH MILNA

Milna Nature Delight boleh dikonsumsi untuk anak usia 1-5 tahun. Untuk bayi 12 bulan, Moms dapat mencampur Milna Nature Delight dengan bubur bayi dan biskuit Milna. Selain menciptakan rasa yang lebih lezat juga dapat mengurangi rasa masam dari pure buahnya.

Sementara untuk anak usia >2 tahun, mereka sudah bisa makan-minum sendiri sehingga cara mengonsumsi Milna Nature Delight pun lebih praktis. Kocok terlebih dahulu, lalu putar tutupnya hingga seal-nya lepas. Milna Nature Delight dapat langsung dinikmati, lebih lezat dinikmati dalam kondisi dingin. Setelah dibuka bisa bertahan 2×24 jam dan disimpan di kulkas.

Keunggulan Milna Nature Delight

  1. Milna Nature Delight 100% buah asli.
  2. Tanpa penambahan gula apalagi pemanis buatan.
  3. Tanpa zat pewarna, meskipun kemasannya berwarna merah, oranye dan hijau namun warna isinya sama.
  4. Tidak mengandung bahan pengawet, daya tahan Nature Delight setelah kemasan dibuka hanya 48 jam.
  5. Diproses menggunakan Advanced Pasteurization Technology yaitu proses pemanasan untuk membunuh mikroorganisme yang berbahaya namun tetap mempertahankan gizi dan nutrisi didalamnya.
  6. Simpel dan praktis, bisa buat bekal saat diperjalanan mudik nanti.
  7. Kemasan yang handy dengan tutup yang aman dan anti tumpah. Kalo Nafeesa sudah merasa cukup, bisa saya simpan di kulkas kembali untuk dimakan nanti.
  8. Sudah mendapat sertifikasi Halal MUI.

Kesimpulan

Sesuai dengan rekomendasi World Health Organization tahun 2003, agar si kecil bisa tumbuh dan berkembang secara optimal perlu dilakukan:

  1. Inisiasi Menyusui Dini (IMD) kurang dari satu jam setelah lahir.
  2. Pemberian ASI Eksklusif selama 6 bulan.
  3. Makanan Pendamping ASI diberikan tepat di usia 6 bulan dengan tetap melanjutkan pemberian ASI.
  4. Berikan MPASI dengan kandungan nutrisi yang cukup dan seimbang.
  5. Diberikan dengan cara yang tepat dan benar.

Informasi lebih lengkap :

Website : www.milna.com
Instagram : @milnaid
Facebook : MilnaID
Twitter : @bundamilna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *