event

Kiat Agar Content Creator Tak Lekas Senja, Berbakat dan Bermartabat

Saya dan seratus rekan blogger lainnya sebagai peserta Blogger Day menjadi orang-orang yang beruntung karena kami mendapatkan amanat dan misi yang besar sebagai seorang content creator.

Blogger Day adalah perayaan Anniversary Komunitas Bloggercrony Indonesia yang keenam. Salah satu hikmah pandemi, saya dapat mengikuti acara ini. Tahun sebelumnya selalu berhalangan karena urusan pekerjaan serta tidak dapat meninggalkan anak yang masih bayi. Kami berkumpul secara online lintas daerah dan lintas usia. Semua murid, semua guru. Yang muda belajar dari yang senior dan begitu pula sebaliknya.

Keseruan tak hanya dirasakan oleh saya namun juga Nafeesa. Setelah pembukaan dan ramah tamah, saya dan Nafeesa mengikuti virtual tour bersama Kak Idfi. Kami menjelajahi destinasi wisata di Amerika.

Ba’da Dzuhur, Kang Maman menghangatkan suasana Blogger Day dengan perbincangan tentang Senjakala Content Creator. Saya yang sudah mengosongkan gelas sejak pagi tadi merasa terenyuh dengan apa yang disampaikan beliau. Apalagi Kang Maman senantiasa mengingatkan bahwa pekerjaan atau profesi yang kita jalani, tak lain adalah sebuah amanat yang diberikan dari Allah SWT.

Profesi sebagai content creator, termasuk blogger didalamnya memang tengah digemari dan disorot banyak orang. Semua orang ingin mencobanya demi mendulang rupiah. Bukan hanya kali ini saja, saya mendengar pesan dari narasumber tentang “unik dan menjadi diri sendiri”. Ada banyak blogger parenting diluar sana, tapi bagaimana audience dapat menemukan kita dari sekian banyak yang sama? Tentu saja dengan menjadi BERBEDA.

“Berbeda” dapat diinterpretasikan macam-macam. Namun, sayangnya banyak yang menjadi berbeda dengan membuat konten viral, apakah dalam hal baik bahkan buruk sekalipun. Dan, menjadi “berbeda” pun butuh proses serta usaha yang tidak main-main. Sebagai anak kemarin sore, saya memang masih belum apa-apa.

Disinilah Kang Maman mengingatkan saya, hadirkan logika, libatkan hati dan perasaan serta benteng agama saat menjalankan pekerjaan sebagai seorang Content Creator. Bela yang benar, bukan bela yang bayar. Lebih baik lagi jika bela yang bayar dan benar.

Perasaan ini sudah hadir sejak setahun yang lalu. Saya merasa bertanggung jawab dengan apa yang saya sampaikan. Diam bukan berarti tak peduli, diam bukan berarti bodoh. Sering kali saya hanya melihat urgensi untuk beropini. Dan, saat ini saya tengah menempuh Pendidikan untuk menguatkan artikel yang saya sampaikan terutama artikel Parenting.

.

4 Skill Utama untuk Content Creator

  1. Literasi, menulis berdasarkan data dan fakta.
  2. Kemampuan berkomunikasi dengan baik. Hal ini juga yang masih saya pelajari hingga saat ini karena tidak semua content creator memiliki background yang berkaitan dengan komunikasi dan literasi. Namun, ketika saya terjun didalamnya, ya saya harus belajar lebih sebagai bentuk dedikasi dan tanggung jawab terdapat pekerjaan ini.
  3. Eranya kolaborasi bukan berkompetisi. Memadukan dua skill yang berbeda atau bahkan skill yang sama sehingga menghasilkan konten yang berkualitas dan bermanfaat untuk masyarakat.
  4. Critical thinking, adalah proses membaca, menelaah dan memikirkan. Terapkan pada saat menyajikan sebuah artikel. Terapkan juga pada saat menerima sebuah penawaran kerjasama.

Mas Shafiq Pontoh menyempurnakan webinar dalam acara Blogger Day. Beliau memaparkan fenomena yang banyak terjadi di lapangan. Terutama persoalan digital marketing. Social media yang kita kenal lebih tepatnya disebut sebagai social networking.

Ada satu hal yang menarik dari apa yang disampaikan oleh Mas Shafiq yaitu menjadi EXPERT. Banyak banget bertebaran job-job penawaran untuk Blogger dimana tugasnya banyak banget, mulai dari menulis artikel, editing video, menampilkan design graphic yang menarik dan lainnya. Hal ini membuat saya berpikir, saya harus bisa semua nih. Faktanya, ya saya bisa menyelesaikan namun tidak ada yang mendalam.

Benar apa yang disampaikan Mas Shafiq, hanya sekedar tau dan bermodalkan ATM alias Amati, Tiru dan Modifikasi punya orang saja. Sementara saat diminta hal yang berbeda ternyata ngga bisa.

Ya ngga masalah kalau saya mau belajar banyak hal namun jika saya tak ingin lekas senja, salah satu dari skill tersebut harus saya dalami. Dalam bersosial media, sebaiknya kita mengenali siapa audience kita. Masalahnya adalah gimana nihkalau ternyata postingan kita tidak spesifik untuk menjangkau banyak tawaran kerjasama. Jawabannya, lebih baik mendapatkan satu job dengan bayaran besar daripada banyak job tapi receh! Kena banget!!!

Yups, PR nya adalah menahan ego untuk tidak mengambil segala macam pekerjaan. Lebih spesifik labih baik.

Terimakasih banyak untuk Komunitas Bloggercrony Indonesia atas kesempatan yang diberikan serta kepada seluruh rekan-rekan Bloggerpreneur yang telah mendukung acara Anniv BCC sehingga terselenggara dengan baik.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *