financial,  parenting

SIAPKAN DANA PERSALINAN SEJAK DINI

Berangkat dari pengalaman saya pribadi, yang alhamdulilah sukses menyiapkan dana persalinan dari pra persalinan hingga pasca persalinan tanpa meninggalkan hutang dimana-mana, juga tanpa menghabiskan tabungan lain-lain.

Saya menikah muda saat memasuki usia 24 tahun dan alhamdulilah langsung diberikan kepercayaan untuk hamil. Sempet kaget dan merasa khawatir karena tabungan baru saja digunakan untuk biaya resepsi pernikahan. Meskipun orangtua kami masih bertanggung jawab untuk membiayai acara resepsi pernikahan namun saya dan suami sudah bertekad untuk tidak membebani mereka sehingga sejak tunangan hingga hari H pernikahan, kami berjuang bersama-sama mengumpulkan seperak-dua perak untuk resepsi kami.



Masih dalam rasa khawatir namun kami tetap mencari solusi dan seperti biasa, saya selalu menghitung dari awal apa saja yang akan dibutuhkan dan berapa biayanya. Berikut ini adalah hal-hal yang kami tempuh sejak mengetahui masa kehamilan.


1.MENYIAPKAN BIAYA PEMERIKSAAN KEHAMILAN

Ketika hamil, sudah pasti kita akan sering bolak-balik ke dokter kandungan atau bidan untuk memeriksakan kondisi kehamilan, usia, tumbuh kembang janin serta membeli obat dan vitamin yang dianjurkan.
Sedikitnya 9-10 kali pemeriksaan selama kehamilan. Bisa jadi lebih dari itu, kondisi kesehatan saat hamil cenderung tidak bisa ditebak, terkadang paginya sehat tiba-tiba sorenya mendadak gak enak badan, muncul flek atau muncul kontraksi sehingga memaksa kita untuk pergi ke dokter. Biaya pra persalinan juga meliputi USG 3D/4D, syukuran dan pengajian 4 bulan dan 7 bulanan, biaya senam hamil, persiapan perlengkapan bayi.
Moms, kita juga harus menyiapkan biaya persalinan. Tentu saja persalinan normal adalah yang diinginkan setiap wanita, lebih cepat pulih kembali dan biayanya juga terhitung lebih murah daripada Caesar section. Namun, kita juga harus tetap siap siaga biaya lain jika ada kemungkinan harus melakukan tindakan Caesar section.
Biaya berikutnya yaitu biaya pasca persalinan, biata check up Moms sendiri, imunisasi bayi, syukuran 40 hari melahirkan termasuk prosesi aqiqah.
Hal-hal yang saya sebutkan diatas sudah harus diperhitungkan sejak mengetahui masa kehamilan, masih ada waktu 9 bulan untuk menabung dan mengumpulkan biaya tersebut.


2. PASTIKAN MEMILIKI ASURANSI SEBAGAI DANA TAMBAHAN

Asuransi baik itu pribadi, asuransi dari perusahaan maupun BPJS keberadaannya sangat membantu. Saya menyadari betul biaya melahirkan tidaklah sedikit bahkan menebus vitamin saat hamil saja per bulan bisa menghabiskan biaya mahal.
Solusinya, saya memastikan kantor tempat saya dan suami bekerja dapat membiayai biaya check up dokter kandungan dan memastikan jumlah plafon-nya sehingga saya dapat mengestimasi pengeluaran untuk check up dokter kandungan dan menjaga limitnya aman untuk persiapan jika suami sakit atau saya sakit selain dokter kandungan.
Memastikan kantor tempat saya dan suami bekerja, apakah mengcover biaya persalinan atau tidak. Berapa plafonnya, termasuk jenis kamar rawat inap dan pilihan jika persalinan normal atau Caesar section.
Beruntungnya saya karena menjadi bagian dari BPJS Kesehatan Perusahaan sehingga biaya persalinan dicover sepenuhnya oleh BPJS. Awalnya saya cukup mengeluhkan potongan iuran BPJS Kesehatan Perusahaan setiap bulannya. Meskipun sebagian besar persentase potongannya dibayar kantor, namun sisanya tetap harus memotong salary saya setiap bulan. Saya cukup keberatan karena selama bertahun-tahun membayar belum pernah menggunakan fasilitas BPJS ini. Namun, saat melahirkan di Rumah Sakit, Alhamdulilah saya dibantu oleh bidan setempat untuk mendapatkan rekomendasi operasi Caesar section dan dicover full oleh BPJS Kesehatan Perusahaan dengan persyaratan mudah. Pelayanannya juga bagus dan tidak dipiliah-pilah. Saya turut diprioritaskan sama seperti pasien lainnya.


3. LAKUKAN SURVEI TEMPAT PERSALINAN

Sebelum saya mengetahui persalinan dapat dicover oleh BPJS, saya dan suami harap-harap cemas dengan biaya persalinan di Jakarta. Memasuki usia 7 bulan kehamilan, saya sudah melakukan survey by phone dari satu rumah sakit ke rumah sakit lain. Mulai dari rekomendasi teman, saudara juga testimony di website. Yang saya cari informasinya yaitu:
Biaya persalinan normal dan Caesar section. Umumnya rumah sakit memiliki paket persalinan. Bahkan saya sempat mendapat tawaran dari salah satu rumah sakit terkenal di Jakarta untuk paket bersalin cantik, yaitu memilih Caesar section di tanggal cantik dengan biaya yang fantastis. Aduh, saya lebih memilih aman, lancar dan sehat. Tanggal berapa aja boleh deh hehehe..
Biaya kelas kamar. Ini juga penting untuk ditanyakan, mengingat setelah melahirkan seorang ibu membutuhkan waktu untuk banyak beristirahat, belum lagi kondisi bayi yang juga butuh ketenangan sehingga pemilihan kamar juga perlu dipertimbangkan.
Biaya bayi dan obat-obatan. Biaya persalinan, bayi dan obat-obatan biasanya terpisah. Ada beberapa rumah sakit yang bundling biaya persalinan dan bayi sekaligus, ada juga yang terpisah, dan biasanya biaya box bayi per harinya lumayan memakan biaya ya Moms. Saya memastikan kepada setiap rumah sakit estimasi biaya yang biasanya harus dibayarkan untuk biaya bayi dan obat tambahan.


4. MENYIAPKAN DANA DARURAT

Biaya darurat juga perlu disiapkan agar lebih tenang dan berjaga jika ada hal yang diluar rencana kita. Biaya darurat disipakan untuk menghindari penggunaan kartu kredit dan menghutang untuk menutupi biaya persalinan. Jika semua berjalanan dengan lancar sehingga dana darurat ini tidak digunakan, maka kita dapat menyimpannya untuk kebutuhan yang lain. Namun, dana darurat ini jangan sampai digunakan hingga waktu persalinan tiba.
5. UBAH PRIORITAS PENGELUARAN BULANAN
Pengeluaran bulanan seperti membayar cicilan kendaraan, rumah, kontrakan, listrik, air, dan belanja bulanan adalah pengeluaran yang tidak bisa ditunda. Tetapi kita bisa menyiasati pengeluaran dengan berhemat seperti:
Hemat listrik, misalnya jika tidak dilihat sebaiknya Televisi tidak menyala terus menerus, tidak membiarkan AC menyala setiap waktu, meminimalisir penggunaan microwave dan peralatan elektronik jika tidak terlalu penting.
Mendahulukan kebutuhan daripada keinginan, misalnya lebih baik membeli buah dan sayuran sehat daripada nongkrong di mall atau caffe dan mengonsumsi junkfood. 


6. BELI PERLENGKAPAN YANG BENAR-BENAR DIBUTUHKAN

Saya hanya membeli perlengkapan bayi yang sangat dibutuhkan dalam waktu dekat atau selama kurang lebih 2 bulan usia bayi. Hanya beberapa helai pakaian, baju hangat, selimut, kaos kaki dan kaos dalam karena prinsipnya bayi newborn itu tumbuh lebih cepat, sehingga bajunya cepat gakmuat alias kekecilan. Selain itu, saya juga mendapatkan hadiah perlengkapan bayi dari teman, kerabat dan saudara yang dapat saya gunakan sehingga lebih menekan budget. Atau Moms juga bisa meminta pada saudara lain yang memiliki baju bayi bekas anak-anaknya dan masih layak pakai. Seperti saya, karena saya bungsu dari 6 bersaudara, jadi saya pun mendapat lengseran pakaian bayi lumayan cukup banyak.


7. MEMPERSIAPKAN SEMUANYA DENGAN MAKSIMAL

Berhemat bukan berarti kita menekan segala macam pengeluaran seperti makan seadanya tanpa memperhatikan asupan gizi yang dibutuhkan ibu hamil dan janin. Mempersiapkan segala sesuatu dengan maksimal dan baik, menjaga pola hidup sehat, mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga dan tidak stress adalah langkah awal yang baik untuk menopang kehamilan dan proses melahirkan yang sehat dan lancar.

Semoga bermanfaat ya Moms and Moms to be, yakinlah bahwa Allah memberikan kepercayaan kepada kita untuk memiliki buah hati sekaligus bersamanya juga terdapat rejeki. Selama kita mau berjuang dan bekerja keras, pasti selalu ada ja;an keluarnya.

No Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *