read aloud, mengenal read aloud, apa itu read aloud, pengertian read aloud, read aloud untuk pemula
BBC,  moms,  parenting,  Read Aloud

Mengenal Read Aloud atau Membaca Nyaring untuk Pemula

Read Aloud atau Membaca Nyaring untuk Pemula. Istilah Read Aloud atau membaca nyaring sudah sangat familiar. Saya membayangkan, ada seorang ibu atau ayah yang sedang membacakan buku kepada anak yang duduk dipangkuannya.

Betul, ilustrasinya kurang lebih seperti itu. Namun, pada prakteknya ternyata Read Aloud ini memiliki aturan dan tahapan tersendiri. Lantaran kegiatan Read Aloud atau Membaca Nyaring memiliki tujuan dan manfaat tertentu bagi orang tua (pembaca) dan anak (pendengar yang merespon).

Aturan dan tahapan Read Aloud atau membaca nyaring memudahkan saya untuk mulai membiasakan membaca nyaring di rumah. Meskipun sebenarnya sudah kami lakukan namun saya belum memahami aturan yang ada pada kegiatan Read Aloud.

“Pendidikan itu bukan seperti mengisi ember, tetapi seperti menyalakan api.”

William Butler Yeats

.

Apa itu Read Aloud atau Membaca Nyaring?

Pada laman Kemendikbud menyebutkan, Read Aloud merupakan salah satu metode membacakan buku untuk anak. Sementara, Jim Trelease dalam bukunya The Read Aloud Handbook menuliskan, Read Aloud adalah cara paling efektif untuk membuat anak menyukai kegiatan membaca dengan menyenangkan.

Sederhananya, Read Aloud adalah kegiatan membaca buku secara nyaring untuk anak yang dapat dilakukan bahkan saat masih dalam kandungan. Semakin dini anak terpapar bacaan maka semakin baik.

read aloud, mengenal read aloud, apa itu read aloud, pengertian read aloud, read aloud untuk pemula

.

Kapan Read Aloud Dapat Dilakukan di Rumah?

Pada prinsipnya Read Aloud dapat dilakukan kapan pun dan dimana pun selama anak siap mendengar dan menyimak. Menjelang sarapan pagi, sebelum tidur siang atau tidur malam dan kapan pun anak meminta.

Namun jika ternyata orang tua juga memiliki kesibukan lain, kita bisa membuat kesepakatan dengan anak kapan akan membacakan buku untuknya. Sebab saat ini tidak ada lagi istilah membacakan buku jika ada waktu luang tapi harus meluangkan waktu untuk membaca buku.

Bagaimana jika sebaliknya, anak yang menolak dibacakan? Dalam Montessori anak usai 3 tahun keatas akan bekerja secara berkesadaran termasuk ia mampu menolak hal-hal yang tidak ia sukai. Anak-anak cukup sulit menyukai hal baru yang membosankan. Oleh sebab itulah, Jim Trelease menyebutkan bahwa membaca harus menyenangkan sebab manusia pada dasarnya menyukai hal-hal yang menyenangkan.

Jika anak sudah menyukai kegiatan membaca maka ia akan memintanya kembali. Sebab anak memang menyukai pengulangan. Repetition makes perfect!

.

Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan untuk Membaca Nyaring?

Sebenarnya tidak ada waktu ideal untuk membacakan buku secara nyaring. Just follow the child, prinsip Read Aloud bukan menyelesaikan buku bacaan namun adanya interkasi antara orang tua atau guru dengan anak saat proses Read Aloud.

Anak mendengarkan, menyimak dan memberikan respon terhadap apa yang dibacakan. Apakah tentang ceritanya, tokohnya, ilustrasinya, apapun yang menarik perhatian anak. Namun jika anak hanya duduk dan mendengarkan, orang tua justru harus menstimulasi dengan memberikan pertanyaan kepadanya. Ya itu tadi, supaya ada interaksi.

Ketika Read Aloud, kita bisa saja menemukan momen dimana anak terus bertanya padahal masih halaman kedua. Ibu Roosie menjelaskan, hal tersebut sangat bagus artinya anak tumbuh rasa ingin tahu dan menjadi aktif bertanya. Namun usahakan tetap berada dijalur cerita dengan tidak menghilangkan esensi dari cerita itu sendiri.

Baca juga: Sensory Motordeveloment Anak

.

Buku Apa yang Bagus untuk Anak?

Read Aloud memiliki tahapan termasuk salah satunya yaitu memilih buku dan cerita yang akan dibacakan untuk anak. Buku yang bagus adalah buku yang tepat sesuai dengan usia dan tahapan membaca anak.

Misalnya untuk bayi dan batita, orang tua bisa membacakan baby books dengan font berukuran besar. Ceritanya sangat sederhana, misalnya seperti kegiatan keseharian anak serta objek yang dekat dengan anak seperti warna, angka, bentuk, binatang dan lainnya. Bahkan biasanya berisi kurang dari 300 kata.

Ada panduan tersendiri dalam memilih buku dan akan saya paparkan pada artikel berikutnya.

nafeesa read aloud, kegiatan read alous di rumah, memilih buku untuk anak, membaca nyaring, manfaat membaca nyaring untuk anak

.

Bagaimana Posisi Orang Tua dan Anak Saat Read Aloud?

Dalam webinar berbeda, ada narasumber yang mengatakan bisa sambil duduk berdampingan, berbaring, dipangku dan posisi lain yang nyaman. Namun, Kak Aryo Zidni, Pendongeng Internasional pernah mengatakan, idealnya Read Aloud ini dilakukan berhadapan. Tujuannya, anak bisa melihat ilustrasi dan teks yang dibacakan serta ekspresi orang tua saat membacakan bukunya.

Saya pribadi melakukan keduanya, kembali prinsipnya follow the child. Biasanya saya menawarkan pilihan kepada anak.

Lalu, untuk anak yang belum bisa membaca sebaiknya kita menunjuk setiap kata dan kalimat yang dibacakan. Tujuannya supaya anak mengetahui bunyi dari simbol yang dituliskan. Secara tidak langsung anak belajar membaca. Namun, jika anak sudah bisa membaca, orang tua boleh tidak menunjuk setiap kata atau kalimat yang dibacakan.

.

Ternyata Read Aloud itu Rumit ya?

Jika hanya membaca teorinya memang nampak rumit. Ternyata banyak aturan yang sebaiknya tidak dilanggar supaya tujuannya tercapai. Namun, saat dilakukan bersama dengan anak, ngalir aja rasanya. Durasi 5-15 menit tak terasa untuk menyelesaikan satu buku.

.

Tantangan Read Aloud untuk Orang Tua

Mengawali Read Aloud saya kesulitan menemukan buku yang tepat baik dari cerita maupun harga. Seperti yang kita tau ya, harga buku anak dengan cerita yang sederhana bisa lebih dari Rp50ribu bahkan ada yang ratusan ribu. Jika dibacakan setiap hari, tentu saja kita harus provide buku lebih banyak. Meskipun anak-anak menyukai pengulangan ya.

Solusinya bisa pinjam di Perpustakaan. Sayangnya sejak pandemi, tidak ada kegiatan pinjma meminjam buku bahkan berkunjung ke Perpustakaan pun tidak bisa. Jadi hanya mengandalkan buku bacaan yang ada di rumah.

.

Membaca Buku Fisik VS Membaca Buku Digital, Bagus yang Mana?

Jika bisa dilakukan keduanya, kenapa harus memilih. Pertama, buku fisik memiliki banyak manfaat. Montessori menjelaskan, ketika orang tua membacakan buku fisik untuk anak, terjadi banyak stimulasi untuk sensorik dan motoric anak, seperti dibawah ini:

  • Meraba dan membuka halaman buku: Stimulasi taktil telapak tangan dan jari anak.
  • Melihat ilustrasi gambar: Stimulasi dan melatih visual discrimination anak.
  • Mata anak mengikuti jari orang tua saat menunjuk kata pada halaman buku: Secara tidak langsung anak belajar membaca, mencocokan bunyi dengan simbol pada buku.
  • Mengambil dan merapikan buku: Anak bergerak, saat merapikan buku anak juga belajar pra-matematika.

Namun, jika terhambat biaya untuk membeli buku bacaan anak apalagi pandemic seperti ini dimana semua orang terdampak secara ekonomi, buku digital solusinya. Ada banyak sekali platform buku digital yang dapat diakses secara gratis dengan beragam cerita yang menarik. Yang perlu diperhatikan adalah “SCREEN TIME”. Dan sebaiknya tidak diberikan untuk anak dibawah usia 2 tahun.

Jadi gimana, apakah kamu sudah siap membaca nyaring di rumah bersama si kecil? Share yuk pengalamannya saat melakukan membaca nyaring dikolom komentar. Semoga bermanfaat.

Temukan saya di Instagram: @cicidesri dan @joyfulparenting101

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *