anak mudah terjatuh, anak mudah terpleset, melatih keseimbangan anak, anak belum bisa berjalan, anak takut, anak takut berjalan
BBC,  Montessori

Sensory Motor Development : Stimulasi Sensorimotor Anak

Sensory Motor Development : Stimulasi Sensorimotor Anak. Saat saya membaca tentang Sensory Motor Development, yang saya bayangkan adalah gerakan-gerakan yang mampu menopang tumbuh kembang tubuh atau fisik anak. Ternyata setelah saya gali lebih dalam, Sensory Motor Development cakupannya sangatlah luas.

Sejatinya, setiap kemajuan yang dilakukan oleh bayi akan menopang fase berikutnya. Misalnya, fase tengkurap dan crawling pada bayi akan menopang pertumbuhan bayi berikutnya yaitu fase berdiri dan berjalan. Termasuk gerakan yang ia lakukan. Sehingga dapat dikatakan bahwa setiap gerakan atau aktivitas bertujuan yang dilakukan bayi dan anak-anak sangat mempengaruhi kecerdasan kognitif anak juga lho.

.

Sensorimotor Jean Piaget

Menurut Jean Piaget, stage pertumbuhan koginitif anak dimulai dari sensorimotor yaitu pada usia 0-24 bulan. Selama periode ini, bayi mengenal lingkungan melalui indranya. Mereka menyentuh, menjilat, melempar dan melakukan banyak gerakan untuk menstimulasi motorik halus.

Saya mulai menyukai teori kognitif dari psikolog anak Jean Piaget karena beriringan dengan metode Montessori. Menurut Piaget, pada dasarnya anak memiliki motivasi untuk belajar dari dalam diri mereka sendiri bahkan anak dapat belajar sendiri tanpa adanya pengaruh dari siapa pun dengan menggunakan pengalaman pribadi untuk mengembangkan pengetahuan mereka tentang dunia.

Sama halnya dengan metode Montessori yang mempercayai bahwa setiap anak memiliki motivasi untuk mengetahui banyak hal. Prinsip Montessori juga mengatakan, proses belajar yang paling baik yaitu dengan pengalaman, seperti anak menyentuh, bergerak dan merasakan langsung  bukan hanya sekedar mendengarkan penjelasan atau cerita orang dewasa.

.

Pyramid of Learning (Piramida Tumbuh Kembang Anak)

Satu lagi yang menjadi panduan saya yaitu piramida tumbuh kembang anak (pyramid of learning by Williams & Shellenberger)atau Metode Sensori Integrasi yang merupakan metode terapi pada Okupasi Terapi (OT). OT yaitu terapi untuk meningkatkan kemampuan okupasional anak atau pekerjaan anak sehari-hari seperti membantu anak fokus dalam proses belajar.

Stage ketiga setelah Central Nervous System (otak) dan Sensory System (sistem indra) yaitu Sensory Motor Development yaitu koordinasi antara sensori (indra) dan motorik (gerak).

Interaksi sensorik dan motorik merupakan landasan bagi tumbuh kembang dan proses belajar anak (academic learning). Keduanya berjalan beriringan. Itulah mengapa ketika ada anak yang bermasalah dengan akademik anak akan diberikan Okupasi Terapi sebab akan distimulasi lagi sensorik dan motoriknya.

.

Sensory Motor Development

Sensory Motor Development terdiri dari:

  1. Body Scheme. Skema tubuh yaitu meningkatkan kesadaran tubuh melalui gerakan.
  2. Reflex Maturity. Atau kematangan refleks. Refleks bayi merupakan gerakan spontan yang secara alami dilakukan oleh bayi ketika mendapatkan rangsangan atau stimulasi tertentu.  Gerakan refleks akan hilang seiring bertambahnya usia bayi dan tergantikan dengan gerakan yang lebih terkendali.  Inilah pentingnya stimulasi Reflex Maturity supaya anak memiliki gerak yang terkendali dan bertujuan seperti mampu berjalan, melempar atau memegang benda dengan benar.
  3. Ability to Screen Input. Kemampuan anak untuk menyaring input, dimana anak akan belajar fokus terhadap apa yang sedang ia lakukan. Erat kaitannya dengan prinsip mindfulness. Sebagai contoh, ketika anak sedang mendengarkan lagu, anak akan fokus terhadap lagu tersebut dan mengenyampingkan suara lainnya. Otak anak hanya akan menerima input lagu tersebut, meskipun ada panggilan atau suara lain, otak anak akan tetap fokus dengan lagu tersebut.
  4. Postural Security. Disebut juga sebagai keamanan postural atau kemampuan diri dalam mempertahankan postur tubuh untuk menopang dan tidak mudah terjatuh. Saya mulai concern dengan Postural Security ketika mendapati Nafeesa sulit duduk tenang diatas kursi bahkan ketika makan. Anak dengan postural security-nya kurang terstimulasi biasanya cenderung membungkuk saat duduk diatas kursi, mudah lelah ketika melakukan aktivitas di meja bahkan keseimbangan dan daya tahan tubuhnya menurun. Kontrol postural yaitu kemampuan  anak untuk mengambil dan mempertahankan postur tegak saat duduk tanpa bantuan. Jika si kecil memiliki kontrol tubuh yang baik maka fase gerak berikutnya yang melibatkan lengan dan kaki akan berjalan lancar. Penting sekali untuk memberikan stimulasi bagi Postural Security ini karena ketika anak mengalami kesulitan duduk dengan postur yang benar maka akan menghambat kemampuan menulis, art and craft dan aktivitas lainnya di atas meja yang membutuhkan ketepatan motorik halus.
  5. Awarness of two sides of body. Dalam Okupsi Terapi disebut juga sebagai integrasi bilateral atau kesadaran akan dua sisi tubuh. Aktivitas yang dapat dilakukan seperti permainan dan aktivitas fisik yang melibatkan gerakan kanan dan kiri. Jika anak sering bingung atau tertukar antara b dan d atau sulit menemukan perbedaan dari kedua benda yang mirip maka stimulasi integrasi bilateral ini dapat membantunya. Nafeesa pun sering tertukar antara b,d,p,q dan saya coba latih aspek integrasi bilateralnya dengan berbagai macam permaian, Alhamdulilah ternyata membuahkan hasil. Semua aktivitas anak biasanya saya upload di @joyfulparenting101
  6. Motor Planning. Kemampuan untuk merencanakan gerakan ini berkaitan dengan semua indra atau Sensory Systems dan otak. Itulah mengapa sensorimotor ini menjadi satu kesatuan karena ketika bayi memiliki refleks lalu seiring bertambah usianya maka harusnya refleks tersebut digantikan dengan kegiatan atau gerakan yang beraturan.

.

Kegiatan untuk mendukung Sensory Motor Development (Sensorimotor)

Ada banyak permainan motorik sensorik yang dapat dilakukan anak-anak dengan sangat menyenangkan. Yang berbeda adalah keberadaan orang tua untuk membersamai dan menjadi partner si kecil. Berikut ini adalah ide bermain untuk melatih Sensorimotor anak lebih optimal sesuai dengan tahapan usianya. Kegiatan ini perlu dilakukan berulang-ulang supaya lebih optimal.

  • Lompat pada permukaan yang berbeda seperti di trampolin, di tanah, di lantai atau dari satu anak tangga ke anak tangga yang lebih tinggi (harus dengan pengawasan).
  • Menirukan gerakan binatang seperti kelinci yang melompat, cicak yang merayap, kuda yang berlari atau jalan kepiting.
  • Jumping jack atau senam untuk anak-anak, bisa dimulai dengan gerakan yang melibatkan otot tangan terlebih dahulu hingga kombinasi dengan gerakan otot kaki. Tidak semua anak mudah menyerap gerakan senam terutama sata melibatkan kaki kanan-kiri sekaligus tangan kanan-kiri.
  • Push up dan sit up untuk anak-anak, untuk menguatkan otot perut dan punggung anak.
  • Bermain lempar tangkap bola sambil duduk, sambil berdiri dan sambil berjalan menyamping.
  • Berjalan diatas rumput tanpa alas kaki.
  • Memanjat, bergelantung dan berguling.
  • Merayap dibawah kursi atau melalui terowongan buatan di rumah.
  • Menggulung anak dengan selimut atau bed cover.
  • Outbound activity.
  • Bermain di area playground seperti bermain ayunan perosotan, jungkat-jungkit, dan lainnya.

Masih banyak banget aktivitas seru yang bisa dilakukan di rumah. Ibu bisa membuat jadwal permainan seru di rumah yang melibatkan gerak tubuh si kecil.

Saya pribadi selalu memberikan kebebasan bergerak untuk anak namun tentu saja saya dampingi untuk minimalisir hal-hal yang tidak diinginkan. Karena Nafeesa sudah terbiasa lompat ditrampolin, pernah satu kali dia berani loncat dari meja makan tanpa sepengetahuan saya. Kemudian kami membuat kesepakatan, boleh lompat dan tidak boleh lompat dimana saja.

Ada beberapa orang tua yang mengizinkan anaknya melompat di sofa atau bahkan tempat tidur. Saya pribadi tidak membiasakan meskipun kadang kecolongan juga anaknya lompat di sofa karena sepertinya anak tuh ngga tahan ya kalau duduk di permukaan yang empuk bawaannya pasti ingin lompat. Namun dampak negatifnya, anak jadi membawa kebiasaan tersebut dimana pun ia menemukan kursi yang empuk. Jadi, saya sama sekali tidak mengizinkan anak lompat di kursi, sofa, tempat tidur atau tempat yang tidak semestinya.

9 Comments

  • indah savitri

    there are so may ways to develop the sensory parts of the kids and thanks for all the list you have made. Anak – anakku juga suka kativitas fisik dan loncat – loncat waktu kecil. Sekarang sih udah a lot calmer

  • Mechta

    setiap anak memang unik dan mempunyai waktu perkembangan masing2 ya mba..tapi mengetahui tips untuk memperlancar prosesnya pasti akan sangat membantu para orang tua. terima kasih sharingnya mba..

    • Yati Rachmat

      Tuuh kan enak sekali emak2 muda milenial pengetahuan apa pun sdh tersedia ugk mengetahui perkembangan dan pertumbuhan permata2 hati. Zaman bunda dulu mana tau apa yg disebut motorik..

    • Tuty Queen

      Aku jadi ingat dengan anak tetangga yang suka banget lompat-lompat di atas spring bed alhasil pas main ke neneknya dikirain tilam nya bisa dilompatin jadinya kejedot sampai bocor kepalanya, kasian banget. Memang harus ekstra hati-hati ya.

  • Nurul Rahma

    Whoaaa, makasih ide2nya mba Cici.
    Ternyata Masih banyaaaaak banget aktivitas seru yang bisa dilakukan di rumah.

    Anak2 bisa bermain dan bersenang2
    Tugas Ibu bisa membuat jadwal permainan seru di rumah yang melibatkan gerak tubuh si kecil.

  • Rach Alida

    Hai mba Cici aku juga awal anakku tuh aktif banget. Loncat loncat bikin aku deg2an. Akhirnya memang lebih baik dibuta kesepakatan saja ama anak apa yang harus dilakukan dan mana yang harus diahidndari, Termasuk lompat lompat

  • Ida

    Jadi inget masa2 anak kecil .. pengetahuan seperti ini hanya didapatkan kalau kita rajin ikut seminar atau baca2 buku…sekarang sudah banyak di google .. ortu zaman now semakin banyak kemudahannya ya walau tantangannya pun tak kalah lbh berat jg sih. Hehe ..

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *