event,  Family,  parenting

Prepare Everything with Teman Prenatal Festival, Festival Virtual Pertama untuk Pregnancy & Parenting

Siapa yang kangen datang ke Mom and Baby Fair? Untuk Moms yang sedang menantikan kehadiran si buah hati termasuk yang punya bayi dan balita pasti menantikan banget event Mom and Baby Fair, surganya para orangtua banget deh ya. Lantaran kita bisa hunting perlengkapan untuk si kecil sekaligus mengikuti setiap talkshow health and parenting bersama ahlinya.

Sayangnya, tahun ini gelaran Mom and Baby Fair ditiadakan sebab adanya pandemi Covid-19. Cordlife bersama Truevindo menginisiasi adanya Teman Prenatal Festival (TPF) yang merupakan virtual festival pertama dengan tema pregnancy & parenting di Indonesia. Event online ini digelar selama 3 hari, mulai dari 26-28 Juni 2020. Fyi, gelaran Teman Prenatal Festival selaras dengan komitmen Cordlife yang senantiasa mengedukasi masyarakat Indonesia mengenai pentingnya persiapan atau #PrepareEverything selama masa kehamilan dan persalinan.

Beruntung banget deh pokoknya untuk Moms yang join acara ini karena ada banyak talkshow online yang diisi oleh 12 pembicara lengkap dengan sesi tanya jawab dari semua peserta Teman Prenatal Festival. Sehingga Moms bisa lebih well prepared menghadapi masa kehamilan dan persalinan baik itu dari aspek kesehatan, psikologis, finansial dan aspek pendukung lainnya. Bahkan, disetiap sesinya ada doorprize lho. Jadi semangat banget mengikuti setiap sesinya, mulai dari jam 09.30 – 16.00 wib.

Saya memilih hari pertama, dengan empat talkshow mulai dari kesehatan dan keuangan. Informasi lengkapnya bisa cek dibawah ya Moms.

  1. Berkenalan degan USG sejak trimester pertama

Moms masih ingat ngga saat pertama kali mengetahui kehamilan? Pasti jadi moment yang berkesan banget ya. Nah, dr. Ardiansyah Dara Sjahruddin, SpOG, MKes. mengatakan ada pasangan yang memilih menggunakan test pack, ada juga yang langsung memeriksakan ke dokter kandungan. Idealnya, meskipun sudah di test pack dan hasilnya positif, tetap melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui kondisi janin.

Pada kunjungan pertama kali, dokter kandungan akan melakukan tindakan USG kepada ibu hamil. Pemeriksaan USG atau Ultrasonografi merupakan pencitraan gambar yang menggunakan suara ultra dan relative aman. Berikutnya, dokter biasanya akan menyarankan pemeriksaan darah, seperti darah rutin atau bisa disesuaikan dengan kondisi pasien.

USG mulai populer sejak tahun 1980an dan sesuai namanya yaitu pencitraan dimana tujuannya untuk memberikan informasi kepada pasien untuk melihat secara tidak langsung kondisi janin didalam rahim.

Pada trimester pertama, dokter akan memastikan kehamilan terletak didalam rahim bukan di luar rahim. Kemudian, dokter akan melihat kesesuaian usia kehamilan lalu memastikan ada janin dan denyut jantung. Biasanya usia kehamilan 10-12 minggu, dokter akan mendeteksi apakah ada kelainan kromosom pada janin atau tidak. Dr. Dara mengatakan, memang tidak mudah mengetahui kelainan kromosom jika hanya menggunakan hasil USG. Sehingga perlu Moms ketahui, kualitas USG perlu diperhatikan, harus jelas, jangan blur. Untuk frekuensi USG idealnya dilakukan sebulan sekali dan saat memasuki usia 8 bulan akan lebih sering dilakukan.

Jika Moms ingin melakukan pemeriksaan kelainan kromosom lebih akurat dilakukan NIPT atau non-invasive prenatal test yang cenderung lebih aman, tidak membahayakan janin serta tingkat akurasinya mencapai 90%. Pemeriksaan NIPT bisa dilakukan pada usia kehamilan 2,5 bulan.

Cordlife juga memiliki layanan NIPT yang merupakan proses skrining sebelum persalinan untuk mendeteksi adanya kelainan kromosom pada janin, seperti adanya Down Syndrome. NIPT dapat mendeteksi empat kromosom sex aneuploidi, sindrom delesi kromosom, aneuploidi lainnya dan juga identifikasi jenis kelamin.

.

  1. Penanganan dermatitis atopic pada kulit bayi

Talkshow online berikutnya yaitu tentang penanganan dermatitis atopic bersama dr. Intan Diana Sari, Head of Medical PT. Interbat. Mungkin beberapa dari Moms sudah sangat familiar dengan produk yang diproduksi oleh PT Interbat, salah satunya yaitu skincare ibu dan anak yaitu Mustela. Moms, pada usia 0-24 bulan kulit bayi masih sensitif karena belum berkembang dengan sempurna. Sementara bayi memiliki empat jenis kulit diantaranya, normal, kering, sangat sensitive dan atopi. Kulit atopi disebut juga eksim kulit atau dermatitis atopi. Atopi merupakan suatu kelainan dimana kondisi bayi sangat reaktif dengan lingkungannya. Gejala dermatitis atopi diantaranya peradangan kulit, muncul kemerahan, bersisik dan kering.

Penyebab dermatitis atopi atau eksim atopi yaitu alergi namun penyebab secara pasti belum bisa ditentukan, hanya bisa diketahui pemicunya. Pemicu dermatitis atopi yaitu:

  • faktor genetic atau keturunan.
  • faktor imunitas atau daya tahan tubuh, pemicunya karena kulit anak terlalu kering. Masalahnya terjadi pada skin barrier.
  • Gaya hidup atau lifestyle, seperti menggunakan produk perawatan bayi yang tidak cocok akibat adanya pewangi, sabun dan lainnya.
  • Faktor makanan pemicu alergi seperti susu sapi, kacang, seafood dan lainnya.

Sebagai langkah antisipasi #PrepareEverything untuk menangani dermatitis atopi bisa dilakukan Bebegene yang merupakan skrining kelainan kromosom bayi baru lahir secara akurat dapat mengidentifikasi kemunculan dini lebih dari 117 kelainan yang berkaitan dengan gejala seperti autisme dan ADHD. Bahkan Bebegene juga dapat mengidentifkasi penyakit asma, rhinitis alergi dan dermatitis atopic. Kabar baiknya, Bebegene bersifat non invasive jadi aman untuk janin.

Hingga saat ini dermatitis atopi tidak bisa disembuhkan secara total, hanya bisa dicegah dengan cara dihindari pemicunya, mulai dari makanan hingga produk perawatan kulit bayi yang cocok dan aman. Eksim atopi merupakan peradangan kulit yang bersifat progresif, peradangan kulit umumnya terjadi pada tempat yang khas seperti pada pipi, dahi, leher, siku tangan bagian luar dan kaki. Sehingga dapat dibedakan dengan gejala biang keringat yang umumnya terjadi pada area lipatan bagian dalam dengan kondisi kulit lembab.

Ketika anak mengalami dermatitis atopi, langkah penangannya yaitu perawatan kulit yang baik dengan cara memilih produk mandi yang aman untuk bayi. Lalu berikan pelembab yang sesuai dengan kondisi kulit atopi. Ingat ya Moms, kulit atopi sangat reaktif sehingga sebaiknya Moms selektif memilih produk yang aman dan natural terutama produk yang langsung bersentuhan dengan kulit. Hindari produk yang memiliki kandungan kimia tambahan.

.

  1. Mengatur keuangan keluarga dengan cerdas setelah memiliki anak

Talkshow online ketiga yang saya ikuti dari rangkaian Teman Prenatal festival yaitu tentang mengatur keuangan keluarga dengan cerdas setelah memiliki anak bersama Christopher Rodjito, QWP, CFP.

Ada 4 step persiapan sebelum melahirkan yang harus dilakukan oleh calon orangtua, diantaranya menentukan tujuan rumah sakit, memilih dokter kandungan, menetukan proses melahirkan yang diinginkan serta mengecek fasilitas asuransi yang dimiliki.

Selain menyiapkan finansial, calon orangtua juga harus siap secara mental karena ternyata mengelola keuangan juga dipengaruhi oleh mood suami dan isteri lho dan berikutnya akan mempengaruhi cara kita memperlakukan pendapatan kita.

Berikutnya, Pak Crhist juga menjelaskan tentang persiapan finansial yang perlu dipersiapkan orangtua untuk dana Pendidikan. Pertama, target dana, kita harus memperhitungkan time value of money. Kedua, jumlah tahun, berapa lama lagi waktu yang kita miliki untuk mewujudkan tujuan finansial kita. Ketiga, besaran nominal.

Setiap keluarga memiliki aturan keuangan yang berbeda tapi yang paling penting adalah komunikasi supaya tujuan keuangan keluarga tercapai. Kita pasti ngga mau dong, besar pasak daripada tiang, so sebagai Menteri keuangan keluarga kita harus bijak mengelola keuangan. Berikut ini tips persentase pendapatan secara ideal:

  1. Life cost : max 30%
  2. Entertainment : max 15%
  3. Investasi : min 10%, lebih tinggi lebih baik
  4. Pinjaman : max 30%, baik itu utang jangka pendek maupun jangka panjang
  5. Dana darurat : min 10%
  6. Sedekah : min 2,5% – 10%

Pak Christ juga mengingatkan, untuk mewujudkan tujuan finansial keluarga, kita harus bisa membedakan mana keinginan dan kebutuhan.

Umumnya, saat usia kita bertambah maka tanggung jawab akan bertambah. Ketika asset bertambah, income juga harus naik. Kemampuan kita mengatur keuangan harus terus diupgrade. -Christopher Rodjito, QWP, CFP-

The best investment yaitu meningkatkan intelegensi dan upgrade skill. Misalnya, ditengah pandemic seperti saat ini, ketika kita sudah enjoy dengan pendapatan rutin lalu tiba-tiba terhenti, pasti kaget ya. Tapi jika kita memiliki keterampilan lainnya, kita bisa bertahan untuk hidup dikemudian hari, salah satunya berusaha untuk mendapatkan income tambahan.

Persiapan finansial berikutnya yaitu investasi. Hal pertama yang dilakukan yaitu kenali profile risiko untuk mengetahui investasi yang sesuai dengan karakter kita. Kedua yaitu likuiditas, bagaimana produk investasi dapat dicairkan dengan cepat, umumnya semakin tinggi produk keuangan maka semakin rendah tingkat likuiditasnya. Ketiga, ROI atau return on investment, nilai keuntungan yang akan didapatkan dari hasil investasi yang selama ini ditempuh.

.

  1. Prenatal Yoga

Teman Prenatal Festival hari pertama ditutup dengan yoga bersama. Prenatal yoga dipandu oleh mba Tia Pratignyo, M.A.,CD/ CCE (BWI), DFB. Meskipun saya sedang tidak hamil tapi saya tetap mengikuti setiap gerakannya di rumah. Ini memang bukan pertama kalinya saya bertemu dengan mba Tia, happy banget pastinya bisa berjumpa secara virtual seperti ini.

Prenatal yoga merupakan cara yang tepat untuk membantu tubuh ibu hamil supaya lebih relaks selama kehamilan baik itu secara fisik maupun psikis. Setiap gerakannya diciptakan untuk mengurangi rasa sakit akibat perubahan bentuk tubuh bahkan prenatal yoga juga dipercaya bisa menyeimbangkan kesehatan mental dan emosional ibu hamil.

.

Kesimpulan

Teman Prenatal Festival tahun ini merupakan virtual festival pertama di Indonesia. Selain ada Talkshow dengan tema menarik, sepanjang rangkaian acara juga ada promo-promo menarik dari berbagai brand mom and baby yang bisa dilakukan secara online melalui room yang sudah disediakan oleh host.

Bahkan untuk Moms yang membutuhkan informasi seputar penyimpanan darah tali pusat juga bisa langsung konsultasi dengan tim Cordlife. Cordlife merupakan perusahaan pertama di Indonesia yang mengoperasikan pemrosesan darah tali pusat dan kriopreservasi atau disebut juga sebagai bank darah tali pusat yang sudah terakreditasi dan memiliki track record yang baik.

Penyimpanan darah tali pusat dan tali pusat merupakan proteksi biologis sebab didalamnya ada sel punca atau stem celss yang dapat digunakan untuk terapi medis. Sel punca memiliki kemampuan untuk memperbanyak diri dan menyediakan sel baru yang sehat. Sel punca yang terdapat pada tali pusat bisa digunakan untuk terapi lebih dari 80 jenis penyakit, termasuk kanker darah, tumor, kelainan metabolic, kelainan sistme imun dan kelainan darah. Bahkan, sel punca dapat digunakan untuk orangtua, bayi dan saudara kandung bayi.

Selain itu, Cordlife juga memiliki layanan Metascreen yaitu skrining kelainan metabolic bawaan baby newborn untuk mendeteksi lebih dari 100 panel kelianan metabolic bawaan atau disebut juga pemeriksaan yang dapat menyelamatkan jiwa bayi. Lantaran, banyaknya orangtua yang tidak menyadari adanya gangguan atau kelainan metabolic bawaan. Berbeda dari pemeriksaan sebelumnya, Metascreen menguji sampel urin bayi dan memeriksa hasil metabolit dari urin. Metascreen termasuk non invasif karena hanya berupa kertas saring yang diletakan pada popok bayi.

Namun, bagi Moms yang belum berkesempatan join di Teman Prenatal Festival virtual jangan bersedih karena informasi seputar bank darah tali pusat bisa Moms dapatkan disini:

Website : https://www.cordlife.co.id

Instagram : https://instagram.com/cordlifeindonesia

15 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *