event,  health,  moms,  parenting

Peran Imunitas Anak untuk Tumbuh Kembang Optimal

Saat anak jatuh sakit artinya imunitas anak sedang menurun sehingga tubuhnya tidak bisa menangkal serangan virus dan bakteri jahat. Bayi cenderung rentan tertular penyakit dari orang terdekatnya sebab daya tahan tubuhnya belum maksimal. Oleh sebab itu, jika ada anggota keluarga lain yang sakit, sebaiknya jaga jarak dengan si kecil.

Begitu pula balita dan anak usia sekolah. Mereka rentan tertular penyakit dari lingkungan sekolah. Misalnya ada salah satu siswa terkena influenza, biasanya keesokan harinya ada siswa lain juga yang tertular. Oleh sebab itu, sebagai orangtua kita harus menjaga daya tahan tubuh si kecil supaya tidak mudah tertular.

Sulitnya, imunitas anak ini gak bisa terlihat dengan kasat mata. Yang bisa tau ya hanya dirinya sendiri. Misalnya, badan jadi lebih lunglai, mudah lelah dan muncul gejala sakit lainnya. Tubuh pasti akan mengirimkan signal sebagai tanda tubuh tidak fit. Namun, sebagai orangtua kita bisa melihat gejala yang ditunjukan si kecil. Kalau biasanya si kecil aktif, riang dan makannya lahap, sebaliknya jika ia merasa tidak fit, anak-anak cenderung malas beraktifitas, napsu makannya pun menurun.

 

Penyebab Imunitas Anak Menurun

Banyak sekali penyebab daya tubuh anak menurun. Seperti yang disampaikan oleh Dr. dr. Zakiudin Munasir, SpA(K), polutan, virus, bakteri, parasite, jamur dan toksin bisa menyerang daya tahan tubuh anak kapan pun dan dimana pun.

Faktor lingkungan tempat tinggal, tempat bermain (playground) dan sekolah menjadi tempat penyebaran virus. Selain itu perubahan cuaca juga turut berkontribusi didalamnya. Terlebih anak-anak yang tinggal di kota besar seperti Jakarta, dengan kondisi udara yang buruk, rentan sekali terhadap penyakit yang berkaitan dengan saluran pernafasan seperti ISPA. Survey menunjukan, 7 dari 10 anak yang berobat ke dokter ternyata akibat mengidap ISPA atau Infeksi Saluran Pernafasan Akut. Bahkan 40% faktor penyebab kematian anak usia 1 bulan hingga 4 tahun disebabkan oleh ISPA.

Selain faktor eksternal diatas, faktor internal atau dari dalam tubuh si kecil juga bisa menjadi penyebab menurunnya daya tahan tubuh, seperti makanan yang kurang bergizi, terlalu banyak bermain dan stress yang mengakibatkan anak sulit beristirahat.

Dampak Bila Anak Sakit

Ketika anak tidak tercukupi asupan nutrisinya, lalu pola istirahatnya juga berantakan, ditambah kondisi lingkungan yang tidak higienis, maka jangan heran jika anak-anak jadi udah sakit. Dampaknya tidak hanya dirasakan saat ini saja, tapi juga dimasa yang akan datang seperti:

  • Anak mudah letih, lesu dan tidak bersemangat.
  • Aktifitas harian terganggu, seperti sekolah jadi sering absen, sulit berkonsentrasi saat belajar dan kurang minat bermain akibatnya prestasi anak bisa menurun.
  • Anak kehilangan napsu makan, akibatnya tumbuh kembang anak terhambat.

Bagaimana supaya Anak tidak Mudah Sakit?

Nampak sederhana tapi jika kita tarik mata rantainya ternyata dampak menurunnya daya tahan tubuh anak itu Panjang dan mengerikan. Sehingga tidak ada lagi solusi lain, selain menjaga dan senantiasa meningkatkan daya tahan tubuh anak, seperti:

  1. Lingkungan : lingkungan yang bersih, cukup olahraga dan tidak stress.
  2. Tubuh anak: cukup nutrisi, berikan penguat system imun (imunomodulator).
  3. Penyebab sakit : hindari kontak dengan kuman.

Tips Mempertahankan Kekebalan Tubuh Anak

  1. Pencegahan Infeksi. Jangan mendekati anak yang sedang sakit.
  2. Pencegahan penyakit ganas dengan cara menjaga gaya hidup sehat.
  3. Hindari obat-obatan tertentu kecuali dengan resep dan pengawasan dokter.
  4. Gizi yang baik. Memperhatikan daya tahan tubuh dengan cara memenuhi gizi melalui makanan, imunisasi dan vaksin.
  5. Hindari kontak dengan infeksi pada usia yang sangat muda atau tua.

Tentang Stimuno

Oleh sebab itu munculah, imunomodulator yang berperan untuk memodulasi system imunitas. Jika tubuh mengalami defisiensi imun atau penuruan daya tahan tubuh, maka dia bekerja untuk meningkatkan daya tahan tubuh kembali. Sementara, jika yang terjadi sebaliknya yaitu reaksi imun yang meningkat, maka dia berperan untuk menekan atau menormalkan daya tahan tubuh.

Imunomodulator yang sudah diteliti ternyata banyak jenisnya, salah satunya yaitu daun meniran (Phyllanthus niruri) yang digunakan sebagai bahan dasar Stimuno. Daun meniran dipercaya memiliki khasiat sebagai obat antivirus, anti bakteria, anti spasmodic dan masih banyak lagi khasiat lainnya.

Stimuno merupakan salah satu obat kesehatan untuk meningkatkan daya tahan tubuh (system imun) yang dikeluarkan oleh Dexa. Satu rumpun dengan obat Rhinos dan Folamil Genio. Karena Stimuno ini dijual bebas dipasaran sehingga untuk mengonsumsinya tidak perlu resep dokter. Stimuno tergolong herbal modern yang sudah mengantongi label Fitofarmaka. Fitofarmaka yaitu sertifikasi produk herbal dari BPOM dengan grade tertinggi dan telah lolos uji klinis untuk mutu, khasiat dan keamanannya.

Stimuno tersedia untuk anak dan dewasa berupa kaplet minum. Sementara untuk anak tersedia varian syrup dengan tiga rasa yaitu original tutty fruity, anggur, dan orange berry. Setiap 5 ml obat sirup mengandung 25 mg ekstrak meniran hijau yang dikemas dalam botol berukuran 60 ml dan 100 ml. Serta kemasan stick pack atau sachet sekali minum berukuran 5ml.

Kesimpulan

Lebih baik mencegah daripada mengobati. Berikan perlindungan untuk anak sebelum diserang kuman bakteri dan virus jahat dari lingkungan sekitar. Berikan Stimuno jika si kecil sudah mulai menunjukan gejala kurang fit. Stimuno juga bisa dikonsumsi saat terjadi wabah virus, seperti virus flu, TB, cacar, ISPA dan penyakit lainnya.

Pada proses penyembuhan, Stimuno bisa dikonsumsi sebanyak 3X sehari. Sementara untuk pencegahan bisa diminum 1X sehari. Bahkan, berbarengan dengan obat lain atau setelah minum susu. Konsultasikan dengan dokter jika si kecil memiliki riwayat kesehatan lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *