peserta pasar idea capai 250
event,  Lifestyle

Pasar idEA, Pengalaman Belanja Online to Offline Pertama di Indonesia

Siapa sih yang ngga suka belanja online? Tapi pernah ngga belanja online to offline? Pasti belum pernah, sebab memang program belanja online to offline pertama kali digelar di Indonesia yakni di pasar IdEA.

Pasar idEA digelar sejak tanggal 15-18 Agustus 2019 di Hall A-B Jakarta Convention Center. Dimana, pasar idEA merupakan sebuah kegiatan pameran Online to Offline (O2) yang menjadi ajang berkumpulnya para raksasa pemain industry e-commerce untuk memamerkan program yang dimiliki seperti Tokopedia, Blibli.com dan Bukalapak.

pasar idea jakarta

Menarik banget kan, bisa belanja dibanyak market place dalam satu waktu dan satu tempat. Gak cuma itu, di Pasar IdEA juga semua pengunjung sekaligus konsumen dapat menikmati beragam promo dan diskon yang gak wajar. Bikin saya gak perlu mikir belanja disana karena memang banyak banget barang unik dengan kualitas bagus tapi hargaya tuh miring. Nah, semua e-commerce ternyata gak hadir sendirian, mereka menggandeng top sellers yang punya history serta produk yang menarik dan banyak dicari orang.

Selama 4 hari tersebut, ada sekitar 250 pedagang online berkumpul, mulai dari para unicorn, pelaku usaha e-commerce, UMKM produk skincare local, produk fashion, perusahaan logistic dan pengiriman.

top seller Tokopedia dan Blibli

Jadi yah Moms, saya tuh termasuk orang yang males datang ke acara pameran karena pasti bakalan ngabisin uang, ya jajan, ya pasti ada aja deh yang pengen dibeli. To be honest, datang ke psara idEA tuh jadi pengalaman belanjan online to offline tersendiri lho. Gak cuma sekedar jajan atau belanja, tapi lebih dari itu saya seneng banget bisa ketemu dan ngobrol dengan para pelaku usaha dan bisnis disana. Jadi, bikin saya semangat untuk belajar berbisnis.

peserta pasar idea capai 250

belanja murah di pasar idea

Dari UMKM makanan, Mas Lutvi misalnya, seorang mahasiswa (22 tahun) yang lagi merintis usaha cemilan keripik bakso goreng bernama “Basreng Regem”. Usaha ini baru ia jalankan selama 6 bulan bersama 3 temannya yang lain. Mereka itu berasal dari Jakarta tapi tempat produksinya itu di Bandung, jadi setiap satu minggu sekali mereka ke Bandung untuk mengontrol dan mengambil produk yang akan dipasarkan. Karena penasaran, saya tanya dong kok bisa ikutan pasar idEA. Mas Lutvi mendapat informasi dari social media dan langsung daftar, katanya. Gak salah langkah, basrengnya ternyata emang berhasil menggoda saya. Apalagi harganya cuma Rp 17.000,-, dapat promo beli 2 gratis 1, bayar pakai Gopay dapat cashback lagi goceng. Jadi, Rp 29.000,- dapet 3 bungkus, rasa original, pedas dan barbeque.

sinergi umkm dengan ecommerce

Pandangan saya puntak lepas dari deretan booth pakaian yang menarik mata. Mulai dari kemeja, T-shirt, batik, dress hingga busana hijab pun ada. Saya pun mampir ke boothnya House of Distraw sebab desain pakaiannya sangat unik. Disana saya bertemu dengan mba Dini Wiradisastra, founder dan artisan. Produknya menarik banget karena selain memiliki kualiatas kain yang nyaman, desain cantik dan unik, mereka juga peduli dengan lingkungan. Prinsip slow fashion yang mereka terapkan perlu kita support. Jadi semua produk House of Distraw, memiliki desain pattern aneka daun. Dan memang mereka juga menggunakan konsep natural dyeing, jadi daun-daun asli ini diproses dan ditempelkan pada kain sehingga membentuk pola atau pattern yang menarik. Selain giat menjual beragam produk, mereka juga aktif melakukan workshop.

slow fashion

Untuk para pecinta kopi, disana juga banyak para pengusaha kopi baik itu ready to drink maupun masih berupa beans. Ada kopi ternak miliknya mas Kaesang (biar lebih akrab aja gitu panggil mas), Kafein, Kopi Otten dan lainnya. Duh, saya gak bisa nahan deh kalau udah mencium aroma kopi dan akhirnya saya pun membeli sebungkus kopi robusta dari Kafein. Harganya sangat terjangkau, kemasan 250 gram dibandrol Rp 38.000,- saja. Eh pas mau bayar, uangnya habis dong. Ah males banget kalau harus ke ATM, diluar JCC tempatnya, kan lumayan jauh! Eh kan ini belanja online to offline, jadi gak perlu risau. Si masnya bilang, bisa bayar pakai Tokopedia aja mba, cukup scan barcode, nanti muncul Virtual Account, transfer deh, barang langsung bisa dibawa pulang. CANGGIH! Demen banget deh sama yang begini. Mudah dan praktis sekali kan? Meringkas waktu dan tenaga.

pengalaman belanja online

pengrajin tas rotan

Gak salah jika Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengapresiasi event pasar idEA sebagai upaya sosialisasi belanja online kepada masyarakat terutama meningkatkan awareness dan kepercayaan masyarakat untuk melakukan belanja sekaligus pembayaran secara online. Karena saya pribadi merasakan pengalaman berbelanja yang berbeda di Pasar idEA. Bahkan, Ketua Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA), Ignatius Untung mengatakan, melalui pasar idEA, beliau ingin membangun sinergi dengan banyak pelaku usaha, pemerintah, komunitas dan masyarakat luas sehingga berdampak positif bagi ekonomi digital Indonesia.

peresmian pasar idea di JCC jakarta

Pastinya, kita menatikan sekali ya kehadiran Pasar idEA berikutnya denan tenant dan peserta yang jauh lebih banyak dan beragam. Nah, buibuk mau gak nih kalau di kota kalian ada Pasar idEA juga?

One Comment

  • CREAMENO

    MAUUUUUU BANGETTTTSSS, kalau di Bali sampai ada Pasar idEA pasti datang hihihi~ suka banget lihat produk-produk lokal apalagi kalau sampai ada promonya. Bisa kalap 😀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *