deteksi laergi sejak dini
event,  health,  parenting

Menekan Risiko Alergi Anak dengan Deteksi Alergi dan Asupan Nutrisi yang Tepat Sejak Dini

Siapakah diantara Buibuk yang memiliki anak alergi? Apakah Ibu sudah mengatahui, apa penyebab alergi yang diderita si kecil? IDAI mencatat angka kejadian alergi di Indonesia disebabkan oleh berbagai hal, seperti oleh factor genetic dan lingkungan. Prevalensi alergi ini terus meningkat, di Indonesia angka kejadian alergi di berbagai daerah bervareasi. Alergi berdampak jangka panjang bahkan bisa menggangu kualitas hidup anak dan tentu saja menggangu proses tumbuh kembangnya. Bahkan alergi juga berpengaruh hterhadap dampak psikologis anak. Tapi tenang ya bu, faktanya alergi dapat dicegah sejak dini.

Dalam rangka memyambut pekan alergi dunia yang akan berlangsung mulai tanggal 28 Juni – 4 Juli 2020, Danone Specialized Nutrition Indonesia mengajak semua orang tua di Indonesia untuk mengenal lebih jauh tentang alergi supaya bisa dicegah dengan sebaik mungkin. Virtual gathering kali ini bertajuk “Menekan Risiko Alergi si Kecil dengan Deteksi Alergi dan Asupan Nutrisi yang Tepat Sejak Dini” dan menghadirkan narasumber yang expert dibidangnya.

Prof. DR. Budi Setiabudiawan, dr., SpA(k), M.Kes. menjelaskan tentang pentingnya deteksi dini dan pencegahan alergi pada anak. Terlebih pada saat pandemic seperti ini, penting sekali untuk menjaga kesehatan si kecil termasuk mencegah timbulnya alergi.

Beliau menjelaskan, menurut WHO penduduk dunia yang mengalami alergi sebanyak 30-40%, bahkan 550 juta orang di dunia menderita alergi makanan. Data mengatakan, 7,5% anak mengalami alergi susu sapi di Indonesia dan protein susu sapi merupakan makanan penyebab alergi terbesar kedua setelah telur pada anak-anak di Asia termasuk Indonesia.

alergi adalah, ciri dan gejala alergi

 

Pengertian Alergi

Penyakit alergi harus dikenali sejak dini sebab jika kita terlambat mendiagnosa, dengan otomatis tata laksana pun akan terhambat dan tidak optimal, sehingga nantinya akan muncul dampak-dampak yang akan terjadi dikemudian hari. Seperti alergi makanan, eksim, asma dan rhinitis alergi atau disebut sebagai Atopic March.

Alergi merupakan suatu respon pada system kekebalan tubuh yang tidak normal. Disebabkan karena lingkungan, makanan dan factor genetic.

Perlu Ibu ketahui, dampak alergi tidak hanya terjadi secara fisik tapi juga mempengaruhi kondisi psikis dan finansial keluarga, penjelasannya sebagai berikut:

  • Aspek kesehatan, alergi pada anak meningkatkan risiko penyakit degenerative, hipertensi hingga sakit jantung.
  • Aspek gangguan tumbuh kembang pada anak di kemudian hari sebab anak-anak yang menderita alergi akan mengalami keterlambatan pertumbuhan karena memiliki korelasi yang erat dengan jenis dan durasi pantang makanan pencetus alergi.
  • Aspek ekonomi, kita tau ya anak-anak penderita alergi cenderung akan sering berobat ke dokter atau rumah sakit sehingga secara ekonomi keluarga harus memiliki anggaran lebih untuk berobat.
  • Aspek psikologi, alergi ternyata bisa memicu stress pada anak hingga menurunkan kualitas hidup si kecil. Bahkan, anak-anak penderita alergi kerap kali merasa tidak percaya diri.

dampak alergi

Faktor Penyebab Risiko Alergi Meningkat

Tiga faktor utama yang dapat meningkatkan risiko alergi pada si kecil yaitu adanya riwayat alergi pada keluarga, kelahiran Caesar dan asap rokok dan polusi udara.

Risiko alergi akan lebih tinggi jika disebabkan adanya faktor genetik atau keturunan. Kedua orangtua yang memiliki riwayat alergi, 40-60% anak akan memiliki risiko alergi.  Jika salah satu orangtua memiliki riwayat alergi, 20-40% anak akan memiliki risiko alergi. Jika saudara memiliki riwayat alergi, 25-30% anak memiliki risiko alergi. Jika orangtua tidak memiliki riwayat alergi, 5-15% anak memiliki risiko alergi.

Sementara, perlu kita ketahui bahwa kelahiran Caesar meningkatkan risiko anak menderita asma sebab kelahiran Caesar menyebabkan penundaan perkembangan bakteri baik dalam usus. Kemudian adanya perubahan perkembangan system daya tahan tubuh anak sehingga meningkatnya risiko penyakit alergi pada anak.

Benda yang dapat memicu respons alergi dikenal dengan istilah alergen. Pada kebanyakan orang, alergen tidak menimbulkan reaksi pada tubuh. Pencetus alergi dapat berupa makanan dan sesuatu yang terhirup. Makanan pencetus alergi diantaranya  susu sapi, kacang kedelai, kacang tanah, tree nuts, seafood, gandum, telur, ikan dll. Sementara allergen yang terhiriup bisa berupa tungau debu rumah, serbuk sari tanaman, kecoa, serpihan kulit binatyang, jamur kapang, dll.

Alergi Susu Sapi

Kasein dan whey merupakan protein susu sapi yang menyebabkan adanya reaksi alergi pada anak-anak. Angka kejadian alergi susu sapi yaitu sekitar 0,5% – 7,5% sementara kejadian alergi susu sapi pada anak akan berkurang seiring bertambahnya usia anak. Sementara manifestasi terbanyak yaitu dermatitis atopic sebanyak 35%.

Gejala alergi susu sapi bisa muncul dan terjadi pada saluran cerna (diare, kolik), permukaan kulit (urtikaria, dermatitis atopic) dan salura napas (asma, rhinitis). Gejala alergi susu sapi juga muncul secara umum seperti anafilaksis, yaitu suatu reaksi alergi parah yangberpotensi mengancam nyawa.

.

Bedakan Alergi dan Infeksi

Sebagai orangtua, kita harus bisa membedakan alergi dan infeksi. Prof. Budi menjelaskan step by step membedakan alergi dan infeksi jika dilihat dari gejalanya:

  1. Apakah disertai demam?
  2. Apakah terjadi lebih sering pada siang hari dibandingkan malam hari?
  3. APakah dahak atau ingus yang muncul kental atau berwarna?

Jika salah satu jawabannya “IYA” kemungkinan anak mengalami infeksi. Jika semua jawaban tidak, kemungkinan alergi.

.

Pemberian Nutrisi yang Tepat untuk Anak Alergi

Satu-satunya nutrisi terbaik untuk bayi yang mengalami alergi yaitu ASI Eksklusif lantaran mengandung alergemn makanan dalam jumlah sangat sedikit karena bersifat menginduksi tolerans.

Tata Laksana Alergi menurut IDAI

  1. Menghindari protein susu sapi dan produknya:
    1. ASI, ibu pantang protein susu sapi dan produknya.
    2. Formula, terdiri dari formula terhidrolisis ekstensif, formula asam amino, formula kedelai.
    3. Produk olahan, perhatikan label!
  2. Obat sesuai indikasi

Upaya Pencegahan Alergi

  • Pencegahan primer, bisa diberikan ASI, pHF, eHF dan probiotik.
  • Pencegahan sekunder, pemberian AAF dan eHF.
  • Pencegahan tersier, diet eliminasi, formula (AAF atau eHF), steroid, antihistamin, tata laksana kegawatan, tata laksana menjanjikan.

Strategi pencegahan alergi yang paling efektif dan mendasar yaitu pencegahan primer yang dilakukan sebelum anak fix menderita alergi, pada tahap ini baru muncul gejalanya saja. Pencegahan alergi berdasarkan rekomendasi IDAI, diantaranya:

  1. Masa kehamilan, ibu tanpa riwayat alergi boleh mengonsumsi segala macam makanan.
  2. Setelah bayi terlahir:
    • Pemberian ASI eksklusif minimal selama 6 bulan
    • Pemberian makanan padat mulai usia 6 bulan
    • Bisa dikenalkan dengan segala macam jenis makanan, tidak memerlukan pantang makanan.
  3. Lingkungan, hindari paparan asap rokok aktif dan pasif.

ASI merupakan standar nutrisi terbaik untuk menurunkan risiko alergi si kecil sebab ASI mengandung nutirsi dan komponen imunomodulator seperti Oligosakarida (HMOs), bakteri bermanfaat (probiotik) dan harmless protein. Komposisi dan nutrisi ASI melatih system imun termasuk perkembangan toleransi oral.

Sementara, bayi yang tidak bisa diberikan ASI, dapat diberikan formula hidrosilat (parsial atau ekstensif sampai 4-6 bulan). JIka probiotik digabung dengan prebiotic maka akan menghasilakn efek sinbiotik, dimana kemampuannya dalam menutunkan alergi dinilai lebih efektif dibandingkan pemberian tunggal prebiotic atau probiotik saja.

Kesembuhan alergi susu sapi bisa terjadi seiring bertambahnya usia anak, pada tahun pertama akan berkurang sekitar 45-55%, tahun kedua sekitar 60-75% dan tahun ketiga yaitu 90%.

.

Dampak Alergi pada Aspek Psikologis Anak

Narasumber berikutnya membahas tentang dampak alergi pada psikologis anak yang dipaparkan oleh mba Putu Andani, M.Psi., Psikolog dari TigaGenerasi.

Bu, sedikitnya ada 3 aspek perkembangan anak, dan ketiganya memiliki korelasi yang erat serta tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Sementara, mba Putu menjelaskan, jika salah satunya terganggu maka aspek lainnya pun akan terhambat. Salah satu faktor penghambatnya yaitu gangguan kesehatan anak. Misalnya, gangguan alergi. Adapun aspek perkembangan anak diantaranya:

  • Fisik – Motorik : kesehatan, energi, motoric kasar dan motoric halus
  • SOsial – emosional: pertemanan, manajemen emosi, hubungan dengan orangtua, dsb.
  • Kognitif – Bahasa: daya pikir, daya tangkap, bahasa verbal dan non verbal.

deteksi laergi sejak dini

.

Dampah Alergi pada Perilaku Anak

Mba Putu kemudian menjelaskan tentang perubahan perilaku anak akibat alergi yang dideritanya. Mostly, karena rasa tidak nyaman yang ia rasakan. Alergi yang terjadi pada anak usia 4-7 tahun berpengaruh pada internalizing behaviour atau perilaku yang muncul dari dalam dirinya seperti murung, cemas dan sedih.

Namun ada juga yang terjadi pada aspek externalizing behaviour, perilaku yang muncul seperti memukul, menendang dan mudah berteriak. Berikutnya, maternal anxiety atau kecemasan yang dialami oleh ibu hamil selama proses kehamilan ternyata dapat menyebabkan munculnya ruam dan sangat berpengaruh terhadap Kesehatan bayi. Terakhir yaitu prenatal maternal stress atau gangguan kecemasan pada ibu hamil juga memicu alergi pada anak.

Solusi pada masa anak-anak

  • Manajemen Kesehatan anak
  • Mendampingi dan mensupport anak
  • Memberikan informasi yang jelas dan dipahami anak-anak
  • Menciptakan keluarga yang bahagia

Solusi pada masa kehamilan

  • Manajemen stress, kenali pencetus, kenali gejalanya dan arahkan pada positif coping stress.
  • Mintalah bantuan dan support dari orang terdekat untuk sharing
  • Konsultasikan kepada ahlinya jika merasa stress berlebihan dan sangat sulit dikendalikan

.

Kesimpulan

Seperti yang sudah saya jelaskan diatas, alergi bisa terjadi pada siapa saja dan dampaknya akan dirasakan anak tidak hanya satu-dua hari saja melainkan berkepanjangan. Alergi yang terjadi pada bayi dan balita, mereka tengah membutuhkan banyak nutrisi dari makanan dan minuman yang dikonsumsi sementara penderita alergi memiliki Batasan dan larangan pada jenis makanan tertentu. Jelas ya, ada beberapa nutrisi yang tidak bisa ia dapatkan layaknya anak lain mendapatkannya.

Oleh sebab itu, penting sekali melakukan deteksi alergi sejak dini supaya bisa dicari pencetusnya dan melakukan tata laksana sesuai anjuran dokter. Deteksi alergi pada anak disini https://old.nutriclub.co.id/allergy-risk- screener/ . Hasil dari deteksi ini bisa dibawa sebagai rujukan kepada dokter saat konsultasi.

world's allergy week

 

Baca juga : Gejala dan Solusi Alergi pada Anak

10 Comments

  • Bibi Titi Teliti

    Selama ini kalau anak gatal-gatal tidak pernah dihubungkan sama alergi sih, langsung dikasih bedak atau minyak kayu putih aja.
    Ternyata penyebab alergi cukup banyak juga yah mbak. Untung ada aplikasi untuk cek alergi juga yah, jadi bisa membantu para ibu untuk dikonsultasikan dengan dokter.

  • YSalma

    Bentol dan gatal karena alergi pada orang dewasa aja rasanya enggak banget. Apalagi pada anak-anak, ditambah lagi kalau kita sebagai orangtua ga ngeh kalau gatal itu sebenarnya disebebakan alergi, bisa beresiko pada anak.
    Untung sekarang ada deteksi alergi sejak dini ya.

  • Diyanika

    Ternyata memang kalau tidak lahir dengan cara normal itu ada kelemahannya, ya, salah satunya anak bisa jadi memiliki riwayat alergi. Alhamdulillah, sejauh ini, hampir 5 tahun usia anakku paling hanya gatal-gatal saja. Dulu pernah biang keringat yang sangat parah. Alhamdulillah dengan telaten menjaga kebersihan badannya, sembuh.

  • thya

    Alhamdulillah anakku gak ada riwayat alergi, jadi makan apa aja hayuk..
    agak repot ya kalo alergi susu sapi atau protein, makan gak boleh sembarangan..
    untungnya sekarang bisa deteksi alergi sejak dini ya, jadi kita sbg orang tua bisa menekan resiko alergi pada anak..

  • lianny hendrawati

    Anakku ada alergi juga, kalo makan udang, kepiting biasanya jadi gatal-gatal mulutnya. Beda lagi dengan anakku yang cowok, biasanya kalau kena debu atau udara dingin jadi pilek/batuk. Ternyata banyak ya penyebab alergi itu. Untung sekarang sudah bisa cek alergi sejak dini, jadi lebih cepat dicari pencetus alerginya.

  • Lita Chan Lai

    Artikelnya sangat membantu sekali untuk mencegah dan mengatasi alergi pada anak. Aku pernah lihat ponakanku kena alergi. ini bisa jadi acuan buat ortu yg anaknya kena alergi.

  • Novitania

    Kalo anakku lebih ke dermatitis atopik sih kak. Makanya sedih banget sih. Waktu itu sempet stop susu sapi. Alhamdulillahnya anakku makannya banyak dan lahap, jadi nggak terlalu khawatir kalo ga konsumsi susu. Yah tapi tetep aja sih sempet stress juga waktu itu. Nyesel ga deteksi dini alergi rasanya

  • lendyagasshi

    Jadi kalau karena alergi itu…jenis kemerahan dan begkaknya berbeda yaa…sama tampek?
    Aku suka bingung kalau anak mulai rewel karena gatal.
    Karena memang dari pihak suami ada riwayat alergi sii…

  • Lina W. Sasmita

    Membicarakan alergi jadi ingat anak dan suami saya punya alergi masing-masing yang berbeda. Kalau anak saya alergi udang sementara suami alergi dingin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *