Family,  moms

18 Again: Kehormatan Wanita adalah Harga Mati!

Sejak kuliah, saya dikelilingi oleh teman-teman yang suka banget nonton drama Korea. Meski nama pemerannya asing namun saya seringkali ikut mendengarkan keseruan jalan ceritanya. Apalagi sejak pandemi, nonton drama korea jadi alternatif hiburan di rumah ya. Sekedar melepas penat dan rasa bosan dengan pekerjaan yang harus diselesaikan di rumah. Pagi itu suami bilang,

Suami: “Ma, ipad di charge ya, semalam di-instal aplikasi Viu dan sudah premium.”

Saya: “oh gitu, buat apa sayang?”

Suami: “Nonton apa kek. Kata teman sekantorku banyak drama seru. Me time gih sambil nonton. Mumpung kamu lagi free. Lagian murah juga langganannya, kamu bisa nonton tanpa jeda iklan dan full lagi. Cobain aja”

Saya: “hmm, ya nanti aku cari deh. Makasi, sayang.”

.

Saya pribadi bukan pecinta drakor garis keras jadi saya agak bingung mau pilih drama yang mana. Sampai akhirnya, saya memutuskan untuk nonton salah satu drama korea yang sangat berkesan. Penuh dengan makna dan relate dengan keseharian yaitu 18 Again. Sudah sangat familiar bukan?

Awalnya saya kira 18 Again akan membahas soal percintaan anak remaja saja. Ternyata bukan, 18 Again membahas permasalahan rumah tangga. Hubungan suami dan isteri, serta orang tua dan anak. Meskipun fiktif namun ada beberapa masalah yang dimunculkan pada drama tersebut dan sering terjadi dalam keseharian. Ada beberapa poin dimana saya merasa ada pada posisi tersebut.

.

Drama Korea Keluarga 18 Again

Drama ini bercerita tentang kisah sepasang suami istri, Jung Da Jung dan Hong Dae Young yang sudah berumah tangga lama. Mereka dikaruniai sepasang bayi kembar. Ditengah perjalanan rumah tangganya, tiba-tiba Hong Dae Young berubah menjadi muda. Ia kembali berusia 18 tahun, seusia anak-anaknya. Sehingga ia memutuskan untuk bersekolah lagi bersama kedua anaknya.

Ada satu tokoh perempuan yang saya kagumi yakni Jung Da Jung. Seorang ibu dari dua anak remaja SMA. Kondisi rumah tangganya saat itu tengah diambang kehancuran, dimana ia ingin mengakhiri pernikahannya.

Da Jung sangat bekerja keras untuk keluarga dan pekerjaannya. Namun saat ini, Da Jung merasa sudah tidak sanggup mempertahankan rumah tangganya bersama dengan seorang pria (Hong Dae Young) yang senang mabuk-mabukan. Rasanya tidak ada yang bisa ia banggakan dari suaminya yang kerap kali bersikap acuh dan tidak pernah meluangkan waktu untuk anak dan dirinya.

src: IDN Times

18 Again hadir dalam 16 episode dengan plot twist yang mampu menguras air mata. Tak heran jika drama korea digilai banyak orang. Lantaran kualitas ceritanya mampu menghipnotis penonton. Ditambah lagi para tokoh yang mampu menjiwai perannya masing-masing seolah mewakili perasaan penonton. Ada banyak insight yang saya dapatkan dari drama 18 Again, diantaranya:

.

1. Jangan sia-siakan masa muda

Masa remaja adalah masa keemasan untuk setiap orang. Da Jung adalah seorang siswi yang disukai banyak orang, baik teman pria maupun wanita. Ia cukup cerdas dan aktif serta tidak pernah berbuat kerusuhan di sekolah. Namun ia harus kehilangan masa mudanya karena hamil saat masih duduk dibangku SMA.

Da Jung bertanggung jawab dengan kesalahannya tersebut. Da Jung menikah muda dan memilih hidup bedua bersama suaminya di rumah petak yang mereka sewa. Keduanya masih berusia 20 tahun sementara dihadapkan pada persoalan rumit.

Kesalahan tersebut membuat mereka harus kehilangan banyak kesempatan untuk berkarir dan menghambat study mereka. Suaminya sulit mendapat pekerjaan dan hanya bekerja serabutan. Kehidupannya menjadi sangat sulit. Mereka berjuang bersama mengurus kedua anaknya. Jauh dari orang tua dan kerap kali diremehkan.

Hingga suatu hari, mereka harus menghadiri acara reuni SMA Angkatan mereka. Semua temannya berkumpul dan terlihat sangat mapan dengan pakaian mewah. Sementara Da Jung dan suaminya datang dengan penampilan seadanya. Teman-temannya mentertawakan kondisi mereka yang terlihat kacau, sangat jauh berbeda dengan kehidupan pada saat masih SMA dulu.

Da Jung melanjutkan study-nya ke Universitas setelah anak-anaknya tumbuh besar. Namun usahanya tersebut ternyata diremehkan dan dianggap tidak layak untuk mendapat peluang karir yang baik. Padahal ia terlihat sangat cantik, pintar dan bijaksana. Namun itu saja tidak cukup. Da jung dan keluarganya sering dipermalukan akibat kesalahan yang ia perbuat pada masa lalu.

Yaa… setiap remaja mungkin bisa melakukan banyak kekeliruan. Pada saat itu, kita bisa melakukannya tanpa beban dan berpikir bahwa hari esok akan lebih baik. Faktanya kehidupan terus berubah, dimana kita akan dituntut memiliki sesuatu yang berlebih untuk bertahan. Apakah itu sebuah pendidikan, keterampilan, karakter hingga aspek finansial.

Hidup memang ngga butuh pujian namun apa yang akan kita harapkan ketika tidak memiliki pengalaman dan keterampilan? Sekuat apakah kita mendengar ujaran kebencian dan hinaan karena dianggap miskin dan bodoh?

src: IDN Times

.

2. Menjadi wanita karir itu tidak mudah, tapi menjadi ibu rumah tangga juga sama sulitnya

Statusnya sebagai ibu rumah tangga ternyata menjadi penghalang karirnya. Bahkan ketika ia bercerai pun tetap menjadi masalah. Da Jung sangat bekerja keras dan professional dalam urusan pekerjaan sebagai pembaca berita. Namun semua status yang melekat pada dirinya selalu dipermasalahkan.

Berkali-kali ia disingkirkan dan dilakukan tidak adil atas masalah yang tidak ia lakukan. Ia menyadari bahwa masa lalunya mungkin sebuah aib namun bukan berarti ia harus menyalahkan keadaan tersebut. Menerima dan terus memperbaiki adalah jalan terbaiknya. Da Jung adalah sosok wanita yang gigih. Ia tidak pernah mengeluh seberapa berat pun pekerjaannya. Ia sadar usianya yang tak lagi muda mungkin akan menghambat karirnya.

Menjadi wanita karir itu tidak mudah namun menjadi ibu rumah tangga juga sama sulitnya.  Meskipun sibuk bekerja namun Da Jung tetap mengerjakan semua pekerjaan rumah. Lelah sudah pasti ya, terlebih perilaku suami dan kedua anaknya juga sangat menguras hati.

Tanpa sepengetahuannya, kedua anaknya pun bermasalah di sekolah. Hong Shi-Woo, anak laki-lakinya menjadi korban perundungan sementara anak gadisnya, Hong Shi-Ah diam-diam bekerja paruh waktu di sebuah mini market. Suami yang diharapkan bisa menjadi partner ngobrol pun tidak bisa diandalkan. Tidak ada waktu untuk saling bertanya kabar. Bahkan saat berkumpul hanya ada pertengkaran.

Ketika menikah, kita tidak hanya menyandang status sebagai seorang isteri dan orang tua namun juga menjadi anak bagi mertua. Da Jung menyontohkan sikap hormat dan penuh kasih terhadap mertuanya yang sudah lanjut usia. Ia menggunakan uang pribadinya untuk membelikan sesuatu yang mertuanya suka. Hanya untuk membuatnya bahagia tanpa sepengetahuan suaminya.

Permasalahan kedua anaknya pun tidak sepenuhnya kesalahan Da Jung. Ia sudah sangat bekerja keras untuk keluarganya. Namun sikapnya yang selalu menutupi luka dan derita dari keluarganya itulah yang menjeratnya kedalam banyak masalah rumah tangga. Sehingga anak-anaknya merasa tidak dipedulikan. Komunikasi dan saling terbuka memang sangat diperlukan dalam keluarga. Kita harus sadar, pasangan kita bukan malaikat yang bisa membaca pikiran. Sampaikan apa yang kita suka dan tidak kita suka dengan baik supaya pasangan tahu dan dapat menerimanya. Jangan berharap dia mengerti sendiri tanpa diberi-tau.

Hingga suatu hari suaminya mengetahui betapa berat beban yang Da Jung pikul selama ini. Ia menantang dirinya sendiri untuk tetap bekerja demi anak-anaknya. Da Jung juga sosok sederhana yang rela pulang-pergi bekerja naik bus dan berjalan kaki. Meskipun lelah bekerja, Da Jung pun tak segan untuk melakukan semua pekerjaan rumah. Ketulusan hati Da Jung yang membuka hati suaminya hingga ia berjuang untuk bisa kembali bersama Da Jung.

.

3. Kehormatan adalah harga mati

Pesona Da Jung memang tidak pernah berubah sejak SMA hingga saat ini. Banyak pria yang mendekatinya namun Da Jung istimewa. Da Jung pandai menjaga diri, kehormatan adalah harga mati.

Ia tidak pernah nyaman ditraktir, dihadiahi atau ditemani pria diluar pekerjaannya. Karakternya ini membuatnya sulit dikelabui atau dimanfaatkan pria.

Sebagai seorang wanita, kadang kita mudah tersanjung ya saat ada pria mendekati dan menunjukan perhatiannya. Kita langsung merasa lebih istimewa padahal tidak semua pria yang mendekati karena memang mereka tulus. Banyak kok buktinya, dijadikan taruhan lah, dimanfaatkan lah bahkan dilecehkan. Sosok Da Jung ini membuka mata para wanita yang menonton 18 Again untuk tidak mudah di-ghosting sembarang pria.

Sulit memang, apalagi status janda yang ia sandang. Saat Da Jung mencoba menjaga diri dan bersikap tegas, ia disebut wanita yang angkuh, so jual mahal dan merasa dirinya paling suci. Namun, ketika Da Jung bersikap ramah dan terbuka ternyata disalah artikan dan disebut wanita murahan dan gampan dirayu.

Untuk menjaga harga dirinya, ia pun mengikuti kelas bela diri bersama putrinya. Sehingga ketika ada orang yang akan melukainya, ia bisa membela diri. Hmm, sepertinya saya akan mengikuti langkah Da Jung yang satu ini.

.

Kesan Setelah Menonton 18 Again

Maaaaasih banyak banget karakter Da Jung yang saya kagumi. Setiap episodenya mengajarkan saya banyak hal terutama soal rumah tangga, anak dan perceraian.

Saat sedang emosi dengan suami, yang teringat hanyalah kesalahan dan kekurangannya. Dan dengan mudahnya membandingkan kehidupan dulu yang seru dengan kehidupan sekarang yang terasa lebih sulit. Rasanya dengan berpisah akan menjadi jauh lebih nyaman. Nyatanya, sendiri dulu dengan sendiri saat setelah berumah tangga itu berbeda rasanya. Setelah ia pergi, barulah kita sadar dan kehilangan.

Sebagai orang tua terkadang kita juga egois. Merasa sudah sangat berjasa karena mampu membesarkan anak-anak. Padahal menjadi orang tua tidak hanya cukup bekerja dan memberi uang. Lebih dari itu, anak-anak butuh kenangan baik, perhatian, waktu dan kehadiran orang tua. Ketika ada masalah, kita sering kali berpikir bahwa kita lah yang paling sengsara dan terluka. Padahal anak-anak juga sangat peka dan mereka menjadi korbannya.

.

Kesimpulan

Ahh… seru banget pokoknya, mataku sembab karena menangis seharian. Saya sampai mengulang nonton ini dengan suami supaya kita bisa sama-sama belajar. Kadang cowok ngga bisa kalau dinasehatin langsung tapi lewat tontonan malah lebih menyentuh hatinya.

Nonton memang punya banyak banget manfaat. Bisa untuk me time, hiburan bahkan sarana belajar seperti yang saya lakukan. Beruntungnya aplikasi Viu bisa ditonton melalui smartphone dan tablet sehingga lebih fleksibel. Bisa nonton di balkon semalaman sama suami. Tinggal donwload  aplikasi Viu di smarphone atau tablet kamu, sign in akun Viu kamu, dan selamat kamu sudah bisa nonton drama korea di Viu.

Kita bisa nonton Drama Korea, Jepang, Asia, Film sesuka hati. Mau coba dulu yang Free boleh kok. Tapi buat kamu yang mau nonton sepuasnya sampai tuntas pun biaya berlangganannya sangat terjangkau. Mulai dari Rp 30ribu untuk dua bulan (B1G1), Rp 60ribu untuk 6 bulan dan Rp 100ribu untuk 12 bulan. Apalagi cara pembayarannya juga mudah, bisa menggunaka GoPay, OVO, Shopeepay dan lainnya.

65 Comments

    • Reyne Raea

      Wah saya jadi teracuni nih kok mama jadi pengen nonton drakor 18 again, karena baca ini.

      sejak kemarin, saya membaca banyak review tentang drakor dari teman-teman, dan saya menyimpulkan bahwa, drakor itu punya makna dan pesan mendalam.

      apalagi pesan dari drakor 18 again ini, yang tentang jangan menyia-nyiakan masa muda itu menohok banget.

      BTW asik banget ya kalau nonton di viu, banyak ke drakor yang bagus bagus dengan kualitas gambar yang memuaskan.

      • Reyne Raea / Rey

        Nah iya, apalagi kalau tontonannya bisa untuk semua usia jadi nggak was-was nontonnya, takut kalau anak-anak ikutan intip nonton, hehehe.

        Memang ya kalau kita jeli melihat atau mencari drakor yang pas, kita bisa benar-benar menikmati tontonannya plus mengambil banyak makna yang terkandung dalam dramanya.

      • Jeanette Agatha

        Uda lama banget ga nonton drakor. Tapi setelah liat ini jadi pengen nonton ini deh. Banyak sekali ya pelajaran yg didapat.

        Menjadi seorang ibu rumah tangga memang bukan hal yang mudah ya. Jadi jangan pernah menyiayiakan masa muda memang benar banget

  • Bibi Titi Teliti

    Wah, sukaa banget sama Kdrama 18 Again dan kagum ama perjuangannya Jung Dajung untuk bisa jadi anchor
    Sedih banget waktu dia ngadepin diskriminasi hanya karena dia udah menikah dan punya anak, tapi setrong bener lah Dajung inih!

  • Rach Alida

    Dengan menonton drama korea ini. banyak inpirasi yang kita ambil ya mba. Dans epakat bahwa sebetulnya jadi ibu rumah tangga dan ibu bekerja sama-sama sulit 🙂

    • Mporatne

      Cowok kalau dinasehati suka keras kepala dan mau menang sendiri. Mendingan begini nonton drama Korea di aplikasi viu dengan alur cerita menarik dan dikemas seperti kehidupan sehari-hari. Kita juga Tidak pegel hati lagi nasehat para cowok

    • Rach Alida

      Drama keluarga seperti ini ringan tapi selalu ada nolai moral yang menarik dan apik untuk di ambil. Dan aku juga suka menontonnya mba :). PIlihan banget sih emang nonton drama korea pastinya di VIU

  • Sovi Nur Wakhidah

    Selalu banyak pelajaran yang bisa diambil dari nonton drakor. Soalnya sering related sama kehidupan sehari-hari. Suka ikut nangis juga kalau ceritanya menyentuh wkwkwk. Enak ya kalau nonton pakai Viu. Bisa nonton sepuasnya dan legal lagi.

    • EkaRahmawatizone

      Fix bakal nonton 18 again. Saya termasuk orang yang suka sama film atau Drakor yg punya nilai2 soal perempuan tangguh dan kuat. Bisa jadi pelajaran hidup bgt. Makasih mba udah sharing. Hehe

  • thya

    seruuu juga baca alur ceritanyaa.. gak hanya soal percintaan aja tapi jg ada masalah rumah tangga. jadi banyak pelajaran yg bisa diambil yaa..

    btw, kalo nonton di viu yg gratisan ada gak ya drakor ini? wekekek *mamak pecinta gratisan

  • Keke Naima

    Saya jadi pengen menonton drakor 18 Again. Meskipun saya bukan penggemar drakor. Tetapi, kalau baca jalan ceritanya, saya suka yang begini. Oke deh nanti lihat di viu

    • Heni Puspita

      Kalau sudah nikah dan apalagi seperti saya usia udah 30+ rasanya lebih relate nonton drama2 macam ini Sama seperti teman2 kantor saya yang hobi nonton drakor. Mereka bilang lebih tertarik yang tema seperti ini daripada cinta2an anak remaja atau kuliah hihi.

      • Sulung Siti Hanum

        Aku juga udah nonton nih 18 again. Dulu banget ada film hollywood judulnya 17 again. Katanya memang diadaptasi dari film itu. Suka banget sama pesan moral di dalamnya walaupun kadang suka bingung alurnya campur aduk. Hahaha. Tapi sukaaa

  • Bundabiya.com

    itu gimana sih kok tiba-tiba bisa usia 18 tahun lagi? duh abis baca postinganmu aku jadi penasaran nonton juga deeh mba karena aku belum nonton drakor yang satu ini. kudu siapin waktu dan hati nih kawatir baper wkwk

  • Nchie Hanie

    Waaah, drama 18 again ini awalnya ku berpikiran cerita anak muda, ternyata oh ternyata.
    Kisahnya dan alur ceritanya bagus banget, banyak pesan tersirat yaa yang bisa diambil dari kisahnya.
    Btw makin anteng yaa nontonnya kalo pake Viu, trus lumayan murmer biayanya tuh.
    Makin mageer nonton drakor.

  • Dessy Achieriny

    Drakor ini aku udh tamat nih kak Cici, anakku malah protes kenapa sih pas udh jadi bapak2 malah beda banget mukanya. Ahaha. Kadang karena kondisi ekonomi dan lingkungan merubah seseorang yang lembut jadi pemarah karena terlalu banyak pikiran. Menyikapi hal itu gak semua orang berpikiran dewasa soalnya.

  • Bibi Titi Teliti

    Ketika nonton drama ini adegan paling jleb buat aku ketika Dajung lagi memandu acara TV tentang perceraian sih
    Dia jadi bisa melihat masalahnya sendiri dari perspektif lain, ketika mengalami sendiri berasanya bias banget tapi ketika udah berada di luar bisa jadi lebih objektif yaaah. Drama yang kereeeen!

  • Elly Nurul

    Wanita dan kehormatan memang ngga bisa dipisahkan ya.. menjadi wanita itu harus menjaga kehormatan dirinya dan juga keluarganya.. senengnya jadi perempuan tuh ya bisa me time nonton drakor yang bisa kasih banyak inspirasi yaa

  • Kiky

    Sumpah aku lagi nyari banget drama buat ditonton 🙂 Aku lagi cape banget sama drama kehidupan. Trimsss mba Cici Desri sharingnya <3 Keep on blogging…

  • lendyagasshi

    Realita banget drama 18 again yaa…beneran kalau di kehidupan ada wanita-wanita yang kesulitan menggapai impian dan ketika di rumah pun kerap di remehkan, karena tugasnya sebagai Ibu rumah tangga.
    Sedihnyaa..

    Mewek sampe bengap nonton drama ini.
    Siap-siap.

  • Rani R Tyas

    Rasanya Jung Da Jung ini emang strong banget! Tapi aku sebenarnya suka sama karakter Hong Shi Ah dengan bakat terpendamnya, petarung wanita profesional di mana pelatih dan ibunya sendiri melongo waktu dia pinter banget ngelakuin itu. Wkwkk.

  • andiyani achmad

    tuh kan ada aja ide cerita drama korea yang bikin kita-kita sebagai perempuan merasa bucin kitu, dan jadi termotivasi untuk lebih baik lagi, karena banyak inspirasi yang didapatkan dari tokoh-tokohnya

  • Nurul Sufitri

    Kehormatan adalah harga mati. Setuju banget. Jadi perempuan memang mesti pintar, punya harga diri supaya ga mudah dikelabui laki2 🙂 Aku ga mengikuti drakor sih tapi nonton Penthouse hahahaha 🙂 18+ ini menginspirasi para penontonnya nih terutama muat muda-mudi agar ga menyia2kan masa mudanya. Isi dengan kegiatan positif yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.

  • Ucig

    Aku juga samaa nih bukan drakor garis keras. Jaman kerja 10 thn lalu, ada yg sampai les korea hehe. Temen deket di kantor.. aku nonton tipis2 juga nih. Ini belum nonton euy.. noted…
    Mama disuruh me time ya asyiik

  • Lidya

    Walaupun bukan drakor garis keras tapi cici masih mau nonton soalnay dari tontonan juga bisa diambl hikmahnya ya. AKu baru ngeh nih pemainnya di 18 Again ini pernah aku lihat di secret garden ternyata

  • Alfa Kurnia

    Saya baru nonton beberapa episode. Salut deh sama Jung Da Jung yang tetap semangat mengejar mimpinya jadi news caster di usia yang nggak muda lagi dan mendapatkan diskriminasi karena usianya.

    • Hidayah Sulistyowati

      Kirain bukan Drakor waktu baca judulnya, mirip dengan film Hollywood. Tapi begitu membaca sampai paragraf berikutnya, baru ngeh ini tentang kisah perempuan setelah menyandang status janda. Menarik baca review nya, aku belum pernah nonton aktingnya juga

  • Echaimutenan

    18 again itu nontonnya potek hati emakkkk liat anak sma ciuman ama paruh bayaaaa asa ga relaaaaaaaaaa wkwkwk
    tapi jalan ceritanya aku suka, salah satu ongoing yang kutunggu :”)

  • diane

    Wahini aku belum nonton..hehhe… Sprtinya menarik ya… dan banyak hikmah yang bisa dambil..seperti biasanya drakor selalu begitu..keren banget. Yuk ah mau langganan Viu…

  • Nia Haryanto

    Aku belom nonton deh drama ini. Tapi kata anak gadiisku bagus. Nanti deh abis lebaran mau puas-puasin ngedrama. Saat ini cuma nonton yang ongoing 1, yang Jang Nara itu. Masuk list to watch deh drama yang ini. Keren nih karakter pemainnya, aku suka.

  • Rahmah

    Ah mbak nonton ini juga ya
    Sama nih
    Aku suka karena banyak pelajaran berharga
    Kalau aku sih berusaha tidak menyesal dengan keputusan yang diambil
    Melainkan berupaya keputusan itu bermanfaat untuk semua orang

  • Monica Anggen

    18 Again ini bagus memang, kebetulan sudah nonton juga dan banyak pelajaran yang bisa diambil untuk menjalin hubungan dengan pasangan dan anak. Tapi memang kok, Kdrama buat hiburan dan tontonan inspiratif lebih oke sih, mereka detail dalam bikin konsep ceritanya, sampai masalah logika dan keilmuannya dapat. Sekarang aku lagi nonton Mine, masih on going, tapi di 2 episode pertama oke juga

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *