persiapa membaca, pre reading activity
BBC,  Printable

Pre- Reading Activity – 6 Kegiatan Persiapan Membaca untuk Anak

Dalam Montessori, kesiapan anak membaca yaitu saat mereka berusia 4,5 tahun. Sementara dibawah itu, sebaiknya dikuatkan terlebih dahulu fondasinya melalui kegiatan di area Practical Life dan Sensorial. Namun, bukan berarti tidak boleh mengenalkan aspek membaca pada anak sejak dini karena literasi itu luas sekali pembahasannya.

Sesjen Kemendikbud Didik Suhardi pernah mengatakan, Pendidikan karakter harus ditekankan di PAUD, bukan calistung. Masuk SD tidak boleh ada tes calistung, karena pendidikan di lembaga PAUD bukan untuk mengajarkan calistung. Namun faktanya, banyak SD yang menjadikan kemampuan membaca ini sebagai standar untuk masuk sekolah. Akhirnya, banyak orang tua yang mengejar supaya anak bisa membaca lebih cepat.

Ada beberapa anak yang mengalami early fluent reader dimana anak-anak memiliki kemampuan membaca lebih cepat. Namun, banyak juga anak-anak yang mengalami kendala belum bisa membaca hingga usia 8 tahun. Lalu, apa yang harus kita lakukan? Tentu saja dengan memberikan persiapan membaca sejak dini atau pre-reading.

persiapa membaca, pre reading activity

.

Pre-Reading Activity

Apa sih yang dibayangkan ketika mendengar kata persiapan membaca atau Pre-reading activity? Tumpukan buku-buku yang harus dibaca anak atau tulisan yang harus diselesaikan anak?

Ternyata pre-reading atau persiapan membaca tidak melulu soal susunan kata dan kalimat, melainkan ada banyak sekali kegiatan yang melibatkan bentuk, gambar dan gerakan tubuhnya. Yuk, kita baca lebih lanjut beberapa kegiatan persiapan membaca yang dapat dilakukan di rumah bersama anak sejak usia 3 tahun, diantaranya:

.

  1. Choosing the same object

Nampaknya seperti mudah. Ya memang mudah untuk kita orang dewasa bahkan sepertinya tidak ada kaitannya dengan kemampuan membaca anak. Padahal kegiatan ini dapat membangun fondasi anak.

Anak akan mengenal bentuk dan mencari objek atau benda dengan bentuk serupa. Misalnya, bentuk lingkaran, anak akan mencari benda apa yang bentuknya seperti lingkaran. Jawabannya beragam, bisa jam dinding, roda sepeda, piring, mulut gelas, mainannya dan benda lain yang pernah ia temukan. Dari jawaban anak, orang tua juga bisa menilai seberapa banyak kosakata yang ia peroleh. Terkadang anak dapat membayangkan benda tersebut namun tidak mengetahui namanya.

Begitu pula dengan bentuk lain seperti persegi, persegi panjang, belah ketupat hingga beragam jenis garis seperti horizontal, vertical dan diagonal.

Lalu apa korelasinya bentuk dan objek dengan kemampuan membaca. Ketika anak memahami konsep dan perbedaan setiap bentuk dan garis maka anak akan dengan mudah mengidentifikasi garis pada huruf.

Misalnya, ketika anak membedakan huruf N dan M, lalu huruf B dan D. Mereka akan menemukan garis, lengkungan, bulatan dan bentuk yang berbeda pada setiap huruf.

Download printable choosing the same object disini.

  1. Pattern card

Melanjutkan barisan suatu bentuk atau gambar tertentu. Tak hanya bentuk, kita bisa membuat berdasarkan perbedaan ukuran, warna, jumlah dan lainnya. Kegiatan pattern card ini membiasakan anak mengidentifikasi apa yang ia lihat.

Anak melihat, mencermati urutannya lalu melanjutkan gambar atau warna sesuai dengan pola sebelumnya. Kegiatan ini juga sangat baik untuk melatih rentang konsentrasi anak. Ibu bisa mengunduh worksheet pattern card dibawah ini. Supaya bisa digunakan berkali-kali, bisa delaminating atau menggunakan map plastik.

Download printable pattern card disini.

  1. Sorting by category

Kegiatan sorting by category ini bisa menggunakan printable namun alangkah lebih baik jika menggunakan objek atau benda nyata seperti pompom, kancing, batu, biji-bijian atau benda lain yang ada di rumah.

Kegiatannya sangat mudah, anak hanya perlu memilah objek sesuai kategorinya. Kita bisa menentukan kategori berdasarkan warna, bentuk, ukuran atau jenisnya.

Misalnya, mengurutkan pompom seusai dengan warnanya masing-masing. Pompom merah dengan pompom merah, begitu juga dengan warna lainnya.

Atau memilah biji-bijian berdasarkan jenisnya. Siapkan beras, kacang hijau, kacang kedelai, biji jagung dan kacang tanah. Gabungkan dalam satu tempat dan ajak anak untuk memisahkan setiap biji-bijian tersebut di wadah yang berbeda.

Membaca adalah kegiatan yang sangat kompleks untuk anak. Mereka harus memisahkan gabungan huruf menjadi kata dari suatu kalimat sehingga dipahami dan bermakna. Kebayang kan kalau anak tidak bisa memisahkan huruf per huruf atau kata per kata dalam kalimat? Sulit mengerti maksud dari kata tersebut.

pre reading for preschool, choosing the same object

.

  1. What does not belong?

What does not belong termasuk permaian yang tidak pernah bosan dilakukan anak-anak. Sebab variasinya sangat banyak. Bisa menggunakan tema binatang, transportasi, profesi dan lainnya.

Kegiatan ini tidak hanya bagus untuk stimulasi kemampuan membaca anak. Namun kita bisa menjelaskan berbagai macam pengetahuan yang ada pada gambar. Misalnya pada flash card dibawah ini, saya mengambil tema binatang. Saya bisa menjelaskan beragam jenis animal kingdom seperti ciri-ciri mamalia, reptile dan binatang lain. Manfaatnya jelas ya kosakata anak bertambah, background knowledge anak juga terbangun.

Download What does not belong card disini.

  1. Matching picture

Artinya yaitu menyocokan gambar, bisa gambar dengan gambar atau gambar dengan benda asli. Misalnya, kita memiliki figurin binatang, kita foto figurin tersebut lalu kita print out. Pada prakteknya, anak akan melihat flash card atau foto figurin yang telah di print out, lalu mengambil figurin yang ada dan menyocokan dengan gambar.

Sebagai catatan, sebaiknya antara gambar dan objek harus sama, itulah kenapa sebaiknya kita memotret objeknya langsung bukan hasil searching dari internet supaya anak benar-benar bisa melihat persaamaanya.

.

  1. Sequence cards

Ada banyak sekali printable untuk bisa diunduh untuk kegiatan sequence cards ini. Misalnya urutan menggosok gigi, urutan makan, urutan mencuci tangan. Kita bisa mengunduh atau bahkan membuatnya sendiri dengan foto anak.

Tujuannya supaya anak mengenal konsep urutan dari suatu kegiatan. Mulai dari awal hingga selesai. Dalam tahap membaca juga sama, selalu ada awalan, tengah dan akhir. Misalnya, dalam menyusun satu kalimat terdiri dari subjek, predikat dan objek. Dengan memahami urutan suatu pekerjaan, anak-anak juga akan belajar mengucapkan secara berurutan, seperti saya mau makan bukan saya makan mau.

Hal-hal sederhan yang sering kita lewatkan padahal dampaknya signifikan untuk kemampuan membaca anak. Masih banyak aktivitas pre-reading untuk anak yang bisa dilakukan. Akan saya share pada artikel berikutnya.

 

Download Nomenclature card disini.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *