Family,  health

Isi Piringku Untuk Anak Usia 4-6 Tahun

Isi Piringku Untuk Anak Usia 4-6 Tahun. Bagi seorang ibu rumah tangga, bahagia itu memang sederhana ya. Melihat anak lahap makan setiap hari tanpa pilah-pilih itu merupakan satu kebahagian tersendiri. Buibuk pasti tau banget rasanya saat anak GTM apalagi susah makan buah dan sayur. Khawatir kebutuhan nutrisi hariannya tidak terpenuhi sebab dampaknya berkepanjangan.

Untuk orang awam, kecemasan anak peacky eater hanyalah “anak kurus” padahal masalah gizi ini banyak sekali ragam dan dampaknya. Kasus lainnya seperti gizi buruk dan stunting yang menghambat tumbuh kembang anak.

.

Isi Piringku Festival Secara Online

Stunting masih menjadi pemasalah gizi yang dihadapi oleh anak Indonesia yang berdampak serius terhadap SDM di masa depan. Pemerintah sudah membuat strategi untuk menekan angka stunting hingga 14% pada tahun 2024. Namun saat ini terkendala pandemi yang tak kunjung usai.

Melihat hal tersebut Danone Indonesia hadir mendukung pemerintah untuk mengentaskan angka stunting di Indonesia.

Coba deh Buibuk kunjungi Channel Youtube Nutrisi untuk Bangsa, mereka gencar mengadakan webinar kesehatan yang sangat bermanfaat. Apalagi narasumbernya pun para ahli kesehatan sehingga semua informasi yang disampaikan berdasarkan data dan fakta di lapangan.

Kali ini, Danone Indonesia menggelar Festival Isi Piringku secara online. Kegiatan ini dihadiri oleh rekan media, blogger, para orang tua, praktisi kesehatan dan guru-guru PAUD di seluruh Indonesia.

Selaras dengan topiknya yaitu “Membangun Generasi Sehat Melalui Edukasi Gizi seimbang Sejak Dini” memang membahas kesehatan untuk anak usia 4 hingga 6 tahun. Partisipasi para guru PAUD ini diharapkan dapat menanamkan kebiasaan mengonsumsi makanan bernutrisi dan tinggi gizi di Sekolah. Dan, kehadiran para orang tua dapat melanjutkan penerapannya di rumah sehingga generasi maju yang cerdas dan sehat dapat terwujud.

.

Dunia Mengatakan, Indonesia Memiliki 3 Masalah Gizi Sekaligus

Dr. Rr. Dhian Proboyekti Dipo, SKM, MA, selaku Direktur Gizi Masyarakat Kementrian Kesehatan menyampaikan, Indonesia termasuk salah satu negara di dunia yang mengalami  permasalah gizi sekaligus diantaranya gizi kurang, stunting, wasting dan obesitas serta kekurangan zat gizi mikro seperti anemia.

Meski sebenarnya angkanya terus menurun namun masalah kesehatan ini terus disoroti sebab anak balita ini adalah generasi penerus bangsa. Kebayang ngga sih Buibuk, jika generasi penerus bangsa Indonesia mengalami masalah gizi buruk sehingga tumbuh kembang otak dan kesehatannya terganggu? Sangat disayangkan kan?!

Oleh sebab itu, mari kit acari tau penyebab masalah gizi, dampak serta cara mencegahnya supaya anak-anak kita terbebas dari berbagai masalah kesehatan.

.

Penyebab Masalah Gizi pada Anak

Permasalahan gizi termasuk stunting menjadi momok yang menakutkan bagi saya. Saya pun mengetahui hal tersebut sejak rutin memeriksakan kehamilan. Ternyata, masalah kesehatan pada anak balita sangat dipengaruhi oleh gaya hidup ibunya sejak dalam kandungan.

Makanya, sebagai seorang ibu, kita ngga boleh egois hanya memikirkan diri sendiri. Memilih makanan enak menurut versi sendiri tapi tidak memikirkan kondisi janin seperti mengonsumsi makanan cepat saji, minum kopi dan makanan kurang sehat lainnya setiap hari.

Hal sederhana saja, saat anak picky eater, orang tua cenderung menyalahan anak. Padahal jika kita introspeksi diri, mungkin saat hamil kita juga picky eater. Menurut Dokter Kandungan, apa yang ibu hamil konsumsi saat hamil, secara tidak langsung bagian dari proses mengenalkan makanan tersebut kepada janin.

Dr. Dhian menjelaskan berbagai penyebab masalah gizi pada anak yang dimulai sejak masa kehamilan diantaranya:

  • 1 dari 4 ibu hamil melakukan pemeriksaan kehamilan kurang dari 4 kali.
  • 1 dari 3 balita tidak mendapatkan ASI Eksklusif.
  • Hampir 50% anak balita tidak mendapatkan imunisasi lengkap.
  • Setengah dari jumlah balita di Indonesia tidak mengecek pertumbuhan secara rutin. Baik secara individual ke dokter anak maupun melalui Posyandu di wilayah masing-masing.
  • Asupan makanan balita 6-23 bulan tidak terpenuhi terutama sumber protein. Dampaknya anak-anak dan remaja mengalami anemia.

Selain itu, masih ada permasalahan lain yang muncul dari sisi perilaku dan masalah sosial ekonomi  yang menjadi penyebab masalah gizi seperti masalah kesejahteraan, sanitasi dan ketahanan pangan.

Jika Buibuk ingin memiliki anak yang sehat, aktif, cerdas, ceria dan responsif maka perhatikan hal-hal diatas sejak mengetahui kehamilan.

.

Dampak Masalah Gizi Pada Anak

GTM nampak sepele, kalau lapar juga nanti makan. Namun, jika berkelanjutan dampaknya pun berbahaya untuk masa depan anak. Pasti ngga mau dong, anaknya memiliki masalah gizi. Mari kita perhatikan dampak masalah gizi pada anak berikut ini:

  1. Imunitas tubuh rendah
  2. Meningkatkan risiko penyakit infeksi dan kronik
  3. Tumbuh kembang anak tidak optimal
  4. Daya saing rendah
  5. Produktivitas rendah

Artinya ketika anak memiliki masalah gizi maka dengan otomatis imunitas tubuhnya rendah sehingga rentan terserang penyakit. Apalagi jika tinggal di tempat yang kurang memperhatikan kebersihan, maka anak makin rentan terserang penyakit seperti penyakit kulit, pencernaan dan penyakit serius lainnya.

Anak yang mudah sakit-sakitan maka tumbuh kembangnya pun akan terganggu. Tinggi dan berat badannya tidak sesuai dengan usianya. Bahkan, dalam masyarakat saya sering menemukan anak yang terlambat pertumbuhan kognitifnya. Disaat anak seusianya sudah bisa berjalan, lancar berbicara, responsive saat ditanya, anak yang memiliki masalah kesehatan terlihat sangat terlambat. Dampaknya bisa mengakibatkan stunting dan masalah serius lainnya.

Lalu dampak dalam kehidupan bermasyarakat, anak tidak memiliki semangat atau motivasi yang tinggi serta produktivitasnya rendah.

Lalu Apa yang harus orang tua lakukan supaya anak terbebas dari masalah gizi tersebut?

.

Perhatikan Pola Konsumsi Anak

Balita akan sehat jika sejak awal kehidupan diberikan makanan yang sehat dan seimbang supaya menjadi SDM yang berkualitas dan optimal. Menurut data RISKESDAD 2018, masyarakat Indonesia mengalami penuruan minat dalam mengonsumsi sayur dan buah. Cenderung lebih menyukai makanan olahan daripada makanan segar.

Saya membenarkan sendiri, setiap minggu di WAG Buibuk Komplek rebutan beli frozen food, makanan olahan daging dan ikan buat cemilan anaknya di rumah. Apakah Buibuk termasuk didalamnya?

.

Penerapan Gizi Seimbang

Penerapan Gizi Seimbang merupakan panduan konsumsi makanan sehari-hari dengan empat pilar, diantaranya:

  • Pilar 1: Mengonsumsi pangan beraneka ragam (mengandung Karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral.
  • Pilar 2: Membiasakan perilaku hidup sehat dan bersih. Sebagai orang tua, kita perlu menyontohkan bagaimana menjaga kebersihan diri sendiri, rumah dan lingkungan sekitar. Hal ini tidak hanya baik untuk kesehatan anak namun juga akan mempengaruhi perilaku anak saat dewasa kelak. Dan, hal tersebut merupakan bagian dari keterampilan hidup yang wajib anak kuasai.
  • Pilar 3: Melakukan aktivitas fisik seperti bermain dan berolahraga. Bermain bagi anak usia dibawah 6 tahun merupakan kebutuhan. Mereka perlu mengeksplorasi lingkungannya dan berinteraksi dengan alam serta orang lain.
  • Pilar 4: Mempertahankan dan memantau berat badan normal. Masalah kesehatan tidak hanya kekurangan gizi namun kelebihan berat badan atau obesitas juga termasuk didalamnya. Obesitas akan menghambat produktivitas anak.

.

Isi Piringku: Panduan Pemberian Porsi Makanan Sehari-hari untuk Anak

Dulu saya juga bingung, berapa sih jumlah ideal memberikan sayur dan buah untuk anak. Masa iya tiap kali menyuapi anak, saya harus menimbang makanannya terlebih dahulu.

Tidak perlu galau ya Buibuk, dalam keseharian sekali makan, kita bisa melihat panduan isi piringku yang terdiri dari setengah isi piring terdiri dari sayur dan buah. Dan, setengahnya lagi berisi makanan pokok dan lauk pauk protein. Sangat mudah diingat bukan?

.

Pesan Gizi Seimbang Untuk Anak 2-5 Tahun

Masih banyak orang tua yang beranggapan, nutrisi dan gizi yang baik berasal dari makanan dengan harga yang mahal. Padahal tidak ya, ada beberapa kebiasaan yang kerap kali dianggap sepele padahal dampaknya besar untuk kesehatan anak.

Misalnya, melewatkan makan siang untuk anak usia 4 tahun karena anak sudah terlalu kenyang dengan cemilan manis. Padahal anak usia 2-5 tahun wajib mengonsumsi makanan pokok 3 kali sehari. Lalu, wajib memenuhi asupan gizi anak sesuai dengan pedoman gizi seimbang.

.

Kesimpulan

Memang tidak mudah untuk melakukan semuanya on the trach ya, Bu. Kuncinya adalah pembiasaan. Jika ada terbiasa sejak kecil maka tidak akan sulit di kemudian hari. Dan, tentu saja kerjasama yang baik dari orang tua untuk menyontohkan yang baik dan benar.

8 Comments

  • lianny hendrawati

    Nah, kadang anak melewatkan jam makan karena masih kenyang dengan cemilan2 manis ya, padahal penting sekali makan. Pemberian makanan yang bergizi seimbang untuk anak balita penting agar tumbuh kembang anak bisa optimal.

  • Reyne Raea

    Setuju banget, pembiasaan itu penting, dan harus dicontohkan ya.
    Jadi orang tuanya dulu yang kasih contoh makan makanan yang sehat dan penuh nutrisi, biar anak-anak ikutan 😀

    Anak saya yang pertama dulu kecilnya picky banget, jarang mau makan sayur, setelah besar Alhamdulillah mau makan apa saja, dan adiknya ikutan dong, jadi nggak picky makanan lagi 🙂

  • Mechta

    setuju mba..kuncibya adalah pembiasaan dan jugacintih dari irang tua / orang dewasa di sekitarnya ya, sehingga anak-anak akan melakukan pola mskan yg sehat.. Terima kasih sharingnya mba..

  • RAch Alida

    Anakku belakangan agak melewatkan makan siang. Makan siangnya telat. Walau udah besar tapi kayaknya harus aku reminder terus nih biar pemenuhan gizi seimbangnya ada 🙂

  • Arda Sitepu

    Selain membuat nutrisi yang baik untuk anak, ternyata tetap menjaga kebersihan dan dimulai dari sendiri ya mbak. Semoga anak-anak kita tetap hidup sehat dan mendapatkan gizi seimbang.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *