Lifestyle,  Traveling

3 Hal yang Harus Dilakukan Sebelum Melakukan Perjalanan Saat New Normal

Setelah bertahan di rumah selama 6 bulan, akhirnya saya melakukan perjalanan jauh yakni pulang kampung. Tentu saja, hal ini saya lakukan setelah adanya New Normal dengan tetap mematuhi protokol kesehatan lantaran Jakarta termasuk zona merah. Rasa rindu pada keluarga rasanya sudah tak terbendung setelah dua kali lebaran tidak mudik. Terlebih Ramadhan lalu ada keluarga yang meninggal dan tidak memungkinkan untuk pulang kampung.

Perjalanan mudik juga setidaknya bisa mengobati kejenuhan dengan rutinitas yang berubah drastis. Sejak pagi hingga malam hari, semua aktifitas dilakukan di rumah. Bekerja, belajar, meeting online, semua berkaitan dengan gadget. Rasanya mata dan otak jadi mudah lelah dihadapkan dengan screen time berlebihan serta kesibukan dan suasana yang itu-itu saja. Buibuk, merasakan hal serupa ngga sih?

Jadi, untuk Buibuk yang hendak melakukan perjalanan atau liburan tipis-tipis sebaiknya tetap patuh dengan protokol kesehatan serta melakukan 3 hal dibawah ini. Nggak mau dong, niat refreshing malah bikin keki gara-gara si kecil rewel atau bahkan kendaraannya mogok?

.

  1. Patuhi Protokol Kesehatan dan Pastikan Kondisi Fit

Hal pertama yang saya lakukan yaitu memastikan kondisi kesehatan suami dan anak 100% sehat karena perjalanan yang akan ditempuh cukup jauh, yaitu sekitar 7 jam menuju Kuningan, Jawa Barat. Saya juga lebih ekstra membawa perlengkapan keluarga seperti membawa masker lebih, sarung tangan plastik, hand sanitizer, disinfektan, tissue basah, handuk kecil, perlengkapan makan pribadi dan face shield.

Memang lebih repot karena apa yang kita gunakan harus milik pribadi, tidak boleh berbagi dengan yang lain dengan alasan kesehatan. Bahkan, saya sih lebih memilih membawa makanan sendiri daripada harus mampir di rest area. Termasuk persediaan bahan bakar, saya isi full biar aman.

.

  1. Cek Kondisi Kendaraan

Seminggu sebelum mudik, saya dan suami mengecek kondisi kendaraan terlebih dahulu. Maklum ya selama 6 bulan ini, kayanya ngga lebih dari 10 kali dipakai deh karena benar-benar stay di rumah. Suami juga work from home, belanja bulanan pun dilakukan secara online. Jadi, kendaraan ngga di-service sama sekali.

Nah, pengecekan kendaraan atau service mobil dengan mekanik juga perlu dilakukan untuk Buibuk yang mulai Ngantor lagi. Terutama untuk kita nih yang ngga paham soal mesin kendaraan, bisa salah diagnosa, jadi sebaiknya serahkan pada ahlinya ya.

Keluhan yang kemarin saya temukan diantaranya ban kurang angin, AC mobil tercium agak bau dan aki mobil lemah. Wah, jelas ya saya ngga berani melakukan perjalanan jauh dengan kondisi mobil seperti itu. Setelah saya menghubungi bengkel terdekat ternyata jam operasionalnya masih terbatas. Lalu, saya mencoba cek website AUTO2000 karena mobil saya dua-duanya Toyota jadi saya pikir pasti ada layanan service onlinenya.

Setelah saya cek websitenya. Ternyata saya yang kudet! Sekarang ada aplikasi AUTO2000 Mobile baru yaitu AUTO2000 Digiroom, yang bisa membantu pengguna mobil Toyota untuk melakukan perawatan kendaraan. Ngga pikir panjang, saya langsung install melalui Playstore atau Appstore agar lebih mudah aksesnya.

Salah satu fitur yang langsung saya pakai yakni THS-AUTO2000 atau Toyota Home Service. Sederhananya, AUTO2000 Home Service merupakan bengkel bergerak kendaraan Toyota di tempat kita tanpa biaya tambahan dengan garansi pengerjaan dua minggu atau 1.000 km.

Fyi, AUTO2000 juga memiliki layanan Emergency Road Assistance (ERA) untuk bantuan darurat misalnya kendaraan Buibuk mengalami kerusakan parah hingga mogok. Jadi, jangan langsung panik ya langsung hubungi AUTO2000 aja, baik melalui website, AUTO2000 Mobile maupun by phone di nomor 1500 898.

.

  1. Ketahui Aturan di Tempat Tujuan

Saya memutuskan menggunakan mobil Avanza untuk mudik karena ruang angkutnya yang lebih luas. Biasanya, kalau balik Jakarta, mobil akan penuh dengan oleh-oleh, secara mudiknya kan jarang jadi saya manfaatkan betul untuk borong makanan khas Kuningan. Tak hanya itu, saya juga menyempatkan diri untuk mengunjungi tempat wisata disana.

Namun sebelumnya, saya mencari tau informasinya terlebih dahulu, tempat wisata mana saja yang sudah dibuka untuk pengunjung dari luar kota. Serta aturan lain yang mungkin harus dilakukan saat akan mengunjungi keluarga di kampung halaman, seperti wajib lapor dan tes kesehatan terlebih dahulu atau tidak. Lantaran, kedatangan kami setelah diumumkannya New Normal, sehingga tidak perlu dilakukan tes kesehatan dan lainnya.

Kabupaten Kuningan terletak di kaki gunung Ciremai jadi udaranya masih bersih, sejuk, rindang dan sangat terasa suasana pegunungan serta pedesaannya. Saya pun mampir di salah satu tempat wisata alam terbuka Palutungan. Lokasinya persis di kaki gunung Ciremai. Saya tidak membayangkan jalannya lumayan terjal dan menanjak. Saya kira sama seperti akses ke lokasi wisata lainnya seperti Linggarjati. Ternyata bikin saya merinding sekaligus kagum dengan pemandangan Kabupaten Kuningan dari ketinggian. Apalagi kondisi jalannya pun ada yang masih bebatuan. Hmm, untungnya Toyota Avanza ini terbukti handal bahkan pada tanjakan dan jalanan rusak, penumpangnya tetap bisa duduk nyaman.

Jadi memang betul ya Buk, memilih kendaraan itu harus selektif. Selain kualitas, memilih kendaraan juga disesuaikan dengan kebutuhan sehingga manfaatnya maksimal. Pertimbangan jangka panjangnya yakni layanan purnajual. Mobil Avanza Veloz ini mobil Toyota Avanza kedua saya, sebelumnya Avanza lama yang saya tukar tambah dengan yang baru saat mengetahui ada Promo Mobil Toyota akhir tahun 2018.

Bicara soal ganti mobil, saya juga mau infokan nih, sekarang Buibuk bisa melakukan pembelian kendaraan baru, suku cadang, hingga Trade In dan pembelian mobil bekas melalui aplikasi AUTO2000 Digiroom juga lho. Bahkan ada update harga dan promo kendaraan all type Toyota.

Jadi gimana, ada rencana liburan tipis-tipis di New Normal juga? Jangan lupa tiga tips diatas ya supaya kita bisa berangkat dan pulang dengan nyaman, aman dan sehat kembali.

22 Comments

    • Okti Li

      Jangankan saat pandemi. Saat kondisi biasa saja, mengecek kendaraan emang selalu harus dilakukan ya
      Apalagi protokol kesehatan nih penting banget saat new Normal seperti sekarang

      • Heizyi

        Kok aku masih suka ngeri ya mbak kalo mau pergi-pergi. Rada gak nyaman juga di tempat ramai dan bergerombol. Mana sekarang cluster penularan makin variatif. Kan menakutkan

  • Leila Rizki Niwanda

    Wah, sudah ada aplikasinya, ya, Mba? Bikin jadi lebih mudah dan praktis ya cek kesehatan kendaraan kita. Dengan mobilitas yang makin meningkat setelah lama rehat, mestinya memang perlu cek ekstra dulu sebelum jalan lebih jauh.

  • diane

    Pengen sih…liburan tipis2 agak jauh keluar kota gituh…Tapiii gimana ya kok belum berani…kalo kitanya sih oke ya menerapkan protokol kesehatan…Orang lain yang kita temui selama di perjlanan atau tempat tujuan wisata..Ahhh semoga cepet berlalu ni pandemi ya

  • atiqoh

    semenjak new normal ini jujur saja belum berani kemana-mana padahal udh pgn mudik nemuin orang tua tp jg gak berani, huhuu… membayangkan virusnya dimana-mana tanpa bisa kita lihat ya, walaupun protokol kesehatan sdh ketat, tp kadang orang lain msh ada yg belum patuh ;(

  • Wian

    Suami udh biasa pake THS. Tapi kayaknya blm tau deh ada websitenya. Biasanya by phone.

    Pengen deh rasanya jalan kemana-mana tanpa khawatir lagi. Semoga pandemi segera berakhir ya

  • Bambang Irwanto

    Pastinya senang sejali ya, Mbak Cici bisa mudik, apalagi dengan mobil Avazan sekeluarga. tenang di jalan, karena Auto2000 ada di mana-amana.
    Tapi memang harus tetap mematuhi protokol kesehatan. Jadi terus sehat, bertemu keluarga, dan melepas rindu.

  • Eno

    Gara-gara pagebluk jadi ribet ya persiapan buat pergi-pergi. Persiapan dari A-Z mesti mateng banget, termasuk yang kelihatan remeh. Sehat-sehat ya, Kak.

  • Uniek Kaswarganti

    Memilih kendaraan memang harus dipertimbangkan ya pelayanan dari pihak penjualnya, selain tentu saja kualitas dari kendaraan tersebut. Kalau untuk Toyota memang Auto2000 ini udah terbukti memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggannya.

  • Diani Sekaring

    Aku belum pernah traveling kemana-mana semenjak pandemi ini karena takut, hehe. Takut di tempat tujuan ketemu orang yang gak menerapkan protokol kesehatan, lalu pulang-pulang jadi bawa oleh-oleh virus (amit-amit). Tapi tipsnya oke banget Mba, memang lebih baik membawa makanan sendiri daripada mampir di rest area, selain itu kondisi mobil juga harus prima.

  • Reyne Raea

    Diri saya pengen mudik, pengen jenguk ortu, sayangnya masih takut kalau keadaan belum pasti gini, apalagi ortu udah tua.
    Cuman bisa berdoa semoga pandemi segera berlalu.

    Seandainya ortu bisa dijenguk dengan lewat darat, mungkin bisa pake mobil toyota aja ya 🙂

  • Shyntako

    Terakhir ke luar kota sih pas kemarin lebaran haji aja mba, dan emang persiapannya harus serba ekstra. Papaku paling rapi kalo soal preparation kendaraan, etoll card harus udah diisi full, bensin juga full tank, plus memang sekarang tuh baiknya bawa peralatan makan deh kemana-mana juga, plus pastinya perlengkapan perang masker sama hand sanitizer juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *