Family,  health,  Lifestyle,  self improvement,  Social

Danone Indonesia Luncurkan Program GESID (Generasi Sehat Indonesia) untuk Remaja

Masa remaja adalah masa keemasan dimana ada tiga faktor yang harus tumbuh dengan baik dan optimal diantaranya faktor gizi seimbang, kesehatan reproduksi dan pembentukan karakter. Orangtua tak kenal waktu berhenti belajar. Kita harus senantiasa memberikan makanan tinggi nutrisi supaya anak-anak dapat tumbuh dan sehat. Orangtua juga harus mumpuni dengan informasi kesehatan reproduksi. Jangan sampai anak justru mendapat informasi yang keliru dari internet, teman sebaya bahkan orang dewasa lain. Dan, berikutnya adalah pembentukan karakter dimana orangtua menjadi panutan atau gambaran orang dewasa yang akan ditiru anak saat menyelesaikan masalah.

Beruntungnya, orangtua jaman sekarang dimudahkan dengan banyaknya lembaga, komunitas maupun pihak swasta yang mewadahi dan memberikan informasi yang dibutuhkan.

Salah satunya yaitu Danone Specialized Nutrition yang meluncurkan program GESID atau Generasi Sehat Indonesia untuk mengedukasi remaja terkait gizi seimbang, kesehatan reproduksi dan pembentukan karakter remaja yang baik.

.

Tujuan Program GESID (Generasi Sehat Indonesia)

Mungkin beberapa dari Buibuk ada juga yang pernah mengalami masalah kesehatan saat remaja. Ada yang kelebihan berat badan, kekurangan berat badan, menstruasi yang tidak lancar dan lainnya.

Faktanya, Prof. Dr. Ir. Sri Anna Marliyati, Msi, menjelaskan bahwa sekitar 22,7% remaja Indonesia mengalami anemia serta 52,5% remaja mengalami defisiensi energi berat. Dimana ternyata mereka mendapatkan kurang dari 70% energi dalam konsumsi makanan hariannya.

Jika dilihat-lihat, penyebabnya bisa beragam ya. Pada usia remaja, biasanya waktu mereka akan lebih banyak dihabiskan di luar rumah, seperti kegiatan eksta kulikuler di Sekolah, les dan kegiatan organisasi lainnya. Sehingga mereka cenderung memilih jajanan yang ada dan menggiurkan daripada makanan sehat. Ini jadi PR untuk orangtua, jika memungkinkan sebaiknya memang kita membekali makanan dari rumah, tentu saja dengan memperhatikan kandungan nutrisinya juga.

Bicara soal anemia, ini bukan omong kosong ya. Dari dulu banyak banget teman-teman saya yang mengalami anemia. Gejalanya sangat mudah dikenali seperti letih dan lesu. Namun, kasus paling banyak ketauan karena ada saja siswa yang tiba-tiba pingsan saat dibawa ke UKS ternyata menderita anemia. Terlebih saat masa SMA karena siklus menstruasinya cenderung sudah lebih stabil.

drg. Kartini Rustandi, M. Kes, Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI menuturkan, 1 dari 4 remaja mengalami stunting, sementara 1 dari 7 remaja mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. Serta masalah lainnya seperti kekurangan zat gizi mikro seperti zat besi yang berdampak pada anemia.

Indonesia memiliki banyak remaja dibandingkan negara lain. Artinya, mereka adalah lumbung emas kita jika dioptimalkan pertumbuhan kesehatan, karakter dan kognitifnya. Mengingat bahwa remaja inilah yang akan memimpin kita di masa yang akan datang.

Benar yang disampaikan oleh Sharla Martiza, salah satu siswa SMA dan menjadi narasumber peluncuran GESID, cari informasi yang jelas sumbernya ketika kita merasa ada sesuatu yang terjadi dengan tubuh dan kesehatan kita. Misalnya mengalami kelebihan berat badan atau gejala lain yang muncul saat masa pubertas. Jangan hanya mengandalkan internet. Sebaiknya sampaikan kepada orangtua atau orang dewasa lain yang dipercaya.

.

3 Pilar Panduan GESID (Generasi Sehat Indonesia)

GESID menjadi angin segar ditengah kekhawatiran orangtua dengan gaya hidup anak remaja jaman sekarang. Program GESID juga melibatkan perwakilan siswa-siswi SMP dan SMA yang menjadi Duta GESID sebagai kepanjangan tangan untuk menyebarkan insight menarik kepada teman lainnya. Mengingat bahwa umumnya anak remaja lebih senang dan lebih percaya dengan apa yang disampaikan oleh temannya daripada orangtuanya sendiri, betul ngga?

Berikut ini adalah tiga pilar GESID diantaranya Aku Peduli, Aku Sehat dan Aku Bertanggung.

  • Aku Peduli: Peduli terhadap kesehatan diri sendiri, mulai dari mengenali tubuhnya, hingga merawat kesehatan reproduksi dan tau bagaimana mengenali ciri-ciri peburtas. Remaja tak perlu malu dengan perubahaan tersebut, sebaliknya mereka harus tau bagaimana merawatnya sebab memiliki dampak panjang saat mereka dewasa dan menjadi orangtua.
  • Aku Sehat: Social media mempengaruhi gaya hidup remaja dan faktanya remaja dekat dengan teknologi dan social media. Dengan pilar Aku Sehat, remaja diajak untuk mengetahui dan terbiasa mengonsumsi makanan tinggi nutrisi sesuai dengan panduan isi piringku atau gizi seimbang.
  • Aku Bertanggungjawab : Mengedukasi remaja mengenai permasalah sosial seperti pernikahan dini dan risikonya. Pilar ini juga membantu remaja untuk membentuk karakter positif.

Jadi, bagaimana Buibuk apakah sudah siap membersamai remaja tumbuh lebih optimal?

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *