health,  tips & trick

Cegah Kanker Payudara Sejak Dini, Wanita Wajib Tau Sebelum Terlambat

Kanker termasuk salah satu penyakit yang sering diangkat ke media mengingat di Indonesia sudah banyak yang menjadi korbannya, terutama dali kalangan artis. Dampak positifnya adalah beberapa kelompok masyarakat sudah mulai sadar kesehatan, namun tidak sedikit pula masyarakat yang masih belum peduli dengan penyakit mematikan ini.

Saya salah satunya, awalnya saya cuek dengan anjuran melakukan pemeriksaan payudara sejak dini meskipun sudah banyak sekali komunitas atau yayasan bahkan tidak hanya dari kalangan aktifis namun juga dari kalangan artis yang  gencar bersosialisasi tentang kanker, kanker payudara misalnya. Sampai akhirnya ada salah satu teman dekat yang terdeteksi ada benjolan berupa tumor di payudara-nya, sejak saat itu saya jadi mulai tergerak untuk melakukan pemeriksaan payudara.

Kanker payudara merupakan penyakit tidak menular yang sudah banyak menelan korban, bahkan disebut-sebut sebagai penyakit kanker mematikan kedua terbanyak di dunia pada tahun 2012, namun mendeteksi kanker payudara sejak dini sangat membantu dalam pengobatan dan kelangsungan hidup seseorang. Pemeriksaan payudara dapat dilakukan secara SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) dan SADANIS (Pemeriksaan Payudara Klinis). SADARI dilakukan secara mandiri dengan memijat lembut permukaan payudara atau meraba apakah terdapat benjolan atau tidak, dan memperhatikan gejala lain yang terasa dan terlihat kasat mata, seperti adanya luka pada permukaan atau adanya rasa sakit. Sementara SADANIS bisa dilakukan di Puskesmas, Klinik atau Rumah Sakit dengan tenaga medis terlatih.

Share pengalaman saya saat melakukan pemeriksaan di Rumah Sakit Mitra Keluarga. Prosedurnya yaitu pasien bisa langsung menghubungi dokter spesialis mamografi dan melakukan USG mammae saat registrasi, namun saya memilih untuk mengunjungi dokter spesialis penyakit dalam terlebih dahulu untuk berkonsultasi mengenai riwayat kesehatan sebelumnya dan meminta saran serta anjuran dokter untuk melakukan pemeriksaan apa saja disamping mamografi. Berikutnya setelah saya mendapat rujukan dari dokter spesialis penyakit dalam, saya dibawa ke ruang radiologi untuk langsung dilakukan USG mammae. Biasanya untuk usia dibawah 30 tahun hanya dianjurkan USG mammae saja dengan alasan jaringan ototnya masih padat, sementara untuk wanita usia >30 tahun selain USG mammae juga dilakukan tindakan mammo. Bedanya mammografi yaitu pemeriksaan menggunakan sinar rontgen dosis rendah, untuk melihat bagian dalam payudara. Berikutnya, USG payudara ini sama seperti USG kehamilan, kondisi tanpa busana atas, tubuh dalam posisi telentang dengan tangan diangkat keatas atau disimpan dibawah kepala untuk memudahkan saat USG mammae. Saya anjurkan ketika di USG mammae, ceritakan keluhan Anda dan mintalah saran untuk kesehatan Anda sendiri. Karena banyaknya pasien hanya datang kemudian USG lalu mendapatkan hasil dari dokter, padahal ini adalah kesempatan Anda mendapatkan informasi yang lengkap dan akurat dari ahlinya langsung. USG mammae diawali dari payudara kanan, dilakukan dengan detail, tenang dan hati-hati. Setelah yakin dengan kondisi payudara kanan, lanjut payudara kiri juga mendekati area ketiak. Hasilnya akan diberikan langsung tanpa harus menunggu lama, print out hasilnya sama seperti hasil USG kehamilan, terlihat pada gambar dibawah ini. Hasil USG mammae akan dibacakan oleh dr. spesialist radiologi.

sadari, sadanis, cegah kanker sejak dini, kanker payudara, penyebab kanker payudara,
Hasil USG Mammae

FAKTOR PENYEBAB KANKER PAYUDARA

Dikutip dari familinia.com, ada banyak faktor yang dapat memicu kanker payudara. Faktor tersebut dibagi menjadi dua bagian, yaitu faktor yang dapat dikendalikan dan tidak dapat dikendalikan.

A. Faktor yang dapat dikendalikan

Faktor ini berkaitan erat dengan gaya hidup kita, sepeti berolah raga, pola makanan, menjaga berat badan, tidak merokok dan tidak mengkonsumsi alkohol. Meskipun kita tidak memiliki riwayat keluraga yang terkena kanker payudara bukan berarti kita bisa sembarangan dalam menjalani pola hidup. Hati-hati dengan makanan cepat saji, makanan kemasan instan berpengawet. Mengkonsumsi makanan olahan sendiri lebih sehat daripada membeli diluar, karena kita dapat memilih untuk tidak menggunakan bahan makanan dan bumbu dapur yang memicu sel kanker tumbuh di dalam tubuh.

B. Faktor tidak dapat dikendalikan

1. Riwayat Keluarga
Wanita dengan keluarganya yang terkena kanker payudara maka ia memiliki resiko dua kali lebih tinggi terkena kanker, jika wanita ini memiliki anak maka anak tersebut memiliki resiko tiga kali lebih tinggi terkena kanker. Untuk itu penting sekali menjaga kesehatan, karena jika kita terkena kanker payudara tidak hanya diri sendiri yang menderita namun juga anak dan keluarga kita juga beresiko terkena kanker.

2. Gender
Wanita cenderung lebih banyak terkena kanker payudara daripada laki-laki karena sel dan jaringan payudara wanita berkembang dan padat, berbeda dengan laki-laki yang jaringan payudaranya tidak berkembang meskipun tidak menutup kemungkinan laki-laki pun ada yang terkena penyakit kanker payudara.

3. Genetic
Menurut informasi dari dokter bahwa sekotar 5% – 10% dari penderita kanker payudara disebabkan oleh factor genetic. Tubuh manusia normal memiliki gen yang mengendalikan pertumbuhan tumor yang disebut Gen BRCA1 dan BRCA2. Kerusakan gen tersebut dapat memicu pertumbuhan sel kanker secara cepat.

4. Usia
Saat saya melakukan USG payudara, disarankan untuk melakukan pemeriksaan 2 tahun sekali untuk usia dibawah 30 tahun, sementara untuk wanita usia lebih dari 30 tahun minimal pemeriksaan 1 tahun sekali atau sesuai anjuran dokter merujuk pada riwat kesehatan pasien dan keluarga pasien.

Jangan takut untuk melakukan pemeriksaan dini, mencegah lebih baik daripada mengobati. Sekali pun terdeteksi ada benjolan atau gejala yang merujuk pada kanker, jika diketahui sejak dini bukan pada stadium lanjut maka kesempatan sembuh lebih besar. Seperti dilansir dari Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI), berikut ini adalah indikasi yang harus diperhatikan untuk dilakukan tindakan lebih lanjut:

1. Adanya benjolan yang tidak hilang, tekstur keras, tidak nyeri dan cepat membesar.
2. Penebalan kulit payudara atau disekitar ketiak yang tidak berhubungan dengan siklus menstruasi.
3. Perubahan ukuran dan bentuk payudara.
4. Terdapat kerutan pada kulit permukaan payudara.
5. Keluar cairan kunig dari payudara.
6. Keluarnya darah dari payudara.
7. Adanya tarikan pada puting susu dan payudara membengkak.
8. Gatal dan muncul ruam disekitar puting.
9. Terdapat lesung pada payudara.

Benjolan pada payudara disebut juga tumor dapat digolongkan dalam dua jenis, pertama tumor jinak dan tumor ganas atau kanker. Jika Anda menemukan benjolan disekitar payudara lebih baik segera periksakan sebelum terlambat.


One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Website ini dilindungi Hak Cipta!!!