self love, mencintai diri sendiri, tips mencintai diri sendiri, kenapa kita harus mencintai diri sendiri
Beauty,  event,  self improvement

Self-Love, Proses Belajar Mencintai Diri Sendiri melalui buku “In A Realationship with My Body”

Kali ini saya mau sharing tentang sesuatu yang asik banget, yaitu tentang Self-Love atau mencintai diri sendiri. Ketika saya posting foto di Instagram dengan caption tentang Self-Love banyak sekali yang menanggapi hal tesebut namun kebanyakan dari mereka baru sebatas menerima kekurangan belum kepada taraf memperbaiki. Lalu apa sih sebenarnya Self-Love?

Pernah gak sih kalian merasa gak PD dengan bentuk tubuh sendiri? Banyak banget ya dari kita terutama perempuan yang secara diam-diam merasa gak PD dengan tampilan fisiknya. Merasa terlalu gemuk, chubby dan serba gak ideal sehingga membuat mereka terobsesi untuk melakukan diet ketat. Jangan salah loh, perasaan seperti ini bisa memicu stress dan justru mempengaruhi perilaku makan kita.

self love, mencintai diri sendiri, tips mencintai diri sendiri, kenapa kita harus mencintai diri sendiri

Jumat lalu (3/5) saya diajak sharing oleh teman-teman dari LightHOUSE tentang gimana sih caranya mencintai diri sendiri. Ya kalau ditanya, meski dulu saya sering merasa minder, tapi bersyukur banget karena sekarang jauh lebih open minded.

Acara sharing ini sebenarnya merupakan bagian dari rangkaian peluncuran buku “In Relationship with My Body” yang akan membawa pembacanya kedalam perjalanan untuk menerima diri sendiri. Buku ini dibuat sengaja oleh 3 Psikolog LightHOUSE,  Tara De Thouars, Naomi Tobing dan Anindita Citra . Workbook ini akan mengajak pembacanya terlibat langsung dalam setiap topik bahasan.

Light House merupakan klinik kesehatan untuk membantu klien yang memiliki masalah kelebihan lemak dan nafsu makan tak terkontrol agar mendapatkan berat badan yang ideal. LightHOUSE juga memiliki program komprehensif meliputi pola makan yang mudah diikuti, terapi dan obat yang efektif serta program simulai yang menarik yang didampingi oleh pengawasan medis.

Kemarin itu, saya juga diajak mencoba banyak alat yang biasa digunakan di LightHOUSE seperti alat pengukur stress, mengendalikan stress, serta relaksasi. Pengennya sih nyobain semua alat, mau tau sih seperti apa kemampuan saya dalam mengendalikan emosi dan stress. Anyway, alat-alat tersebut didatangkan dari luar negeri dan bisa digunakan oleh pasien atau klien LightHOUSE.

  • Pertama, Behaviour Corner. Tersedia sofa yang empuk dan nyaman untuk duduk atau merebahkan badan ditengah kepenatan. Kita bisa duduk dan beristirahat sambil mendengarkan playlist motivasi yang tersedia disana, isinya yaitu beberpa intruksi dengan backsound yang menenangkan sebagaimana fungsinya agar kita jadi lebih relaks.

self love, mencintai diri sendiri, tips mencintai diri sendiri, kenapa kita harus mencintai diri sendiri

  • Kedua, BMI test untuk mengukur kategori tubuh kita apakah ideal, over atau under weight. Saya diajak untuk berdiri diatas sebuah alat yang sudah diisikan informasi tinggi badan dan usia terlebih dahulu. Dengan hitungan detik, munculah banyak angka yang menunjukan berat badan ideal, usia tubuh, lemak dan informasi lainnya sebagai bahan evaluasi apa yang harus dikurangi atau ditambah.
  • Ketiga, Self-Mirror. Saya diminta untuk berkaca dan melihat bagian tubuh mana yang sangat kita sukai dan tidak kita sukai, lalu menuliskannya pada sebuah kertas yang akan ditempel pada cermin.
  • Keempat, Garpu diet mampu membantu mengontrol perilaku makan kita. Kalau kita makannya tergesa-gesa maka garpu ini akan bergetar so kita harus pelankan dan makan dengan mindfull.
  • Kelima, mengendalikan diri. Ada 3 alat yang saya temukan disana yaitu termo stress, emotive dan game untuk mengendalikan diri. Emotive merupakan alat untuk menaikan control diri yang terkoneksi dengan mobile apps. Alat ini dipakai dibagian kepala dan harus menyentuh kulit kepala jadi kemarin gak sempet coba karena saya paka hijab. Dengan memakai alat ini kita bisa melihat tingkat stress kita dan dibantu untuk relaksasi sehingga kita bisa mengendalikan diri. Termo stress, yaitu alat untuk mengukur tingkat stress melalui suhu tubuh. Cukup kita himpit bullet oleh kedua jari dan langsung angkanya akan muncul pada alat ini namun tidak begitu akurat karena terpengaruh oleh suhu ruangan juga. Game fungsinya sama seperti kedua alat sebelumnya yaitu untuk mengendalikan control diri. Hanya saja pada alat ini kita diajak untuk bermain game. Alat dipasang pada 3 jari tangan untuk mendeteksi detak jantung, semakin relaks maka semakin bagus dan berhasil memenangan game tersebut.

self love, mencintai diri sendiri, tips mencintai diri sendiri, kenapa kita harus mencintai diri sendiri

Kalau kalian merasa ada yang gak beres dengan tingkat emosi kalian bisa datang ke klinik LightHOUSE yang cabangnya sudah ada dimana-mana.

.

Self-Love, Proses Belajar Mencintai Diri Sendiri melalui buku “In A Realationship with My Body”

Awalnya saya mengira buku ini akan dipenuhi kalimat motivasi untuk mencintai diri sendiri tapi saya keliru. Lebih dari itu, buku ini berbeda dari buku serupa yang pernah saya baca. Tidak menggurui tapi jutsru diawali dengan mengajak dan mengenali diri sendiri.

Ini penting sekali, sebab pergerakan seseorang untuk berubah pasti berbeda-beda dan tidak bisa disama-ratakan. Mereka akan mengawali pada titik yang berbeda. Nah, disinilah kesulitan yang dialami oleh banyak orang. Mereka tau tidak sempurna, mereka ingin menjadi lebih baik, sehat dan menarik tapi tidak tau harus mulai dari mana.

self love, mencintai diri sendiri, tips mencintai diri sendiri, kenapa kita harus mencintai diri sendiri

Melalui buku ini, kita akan diajak mengenali semua yang melekat pada diri kita. Mulai dari bentuk tubuh, perasaan, pikiran, emosi dan hal-hal yang kelihatannya sepele tapi ternyata justru itu yang membentuk perilaku kita. Misalnya, perilaku mudah bosan dan mudah panik saat dihadapkan pada peristiwa tak mengenakan, seperti mendadak diminta laporan oleh atasan, jika kita tidak mampu mengelolanya dan jutsru membiarkannya terjadi begitu dan terus-menerus ya akan terbentuklah perilaku yang mudah emosi, kesal dan akan melampiaskannya pada bentuk lain seperti makan dalam porsi banyak, makan banyak gula dan tepung atau junk food yang gak bagus untuk kesehatan.

Saya pun mengiyakan, sebab saya mengalaminya sendiri. Jadi, selama kuliah, setiap kali menghadapi ujian saya selalu membawa cokelat di saku atau tempat pensil. Sehari satu bar kemasan kecil silverqueen, jadi kalau ujian baik itu UAS atau UTS berlangsung 7 hari, ya ada 7 bar cokelat yang sudah saya sediakan. Selama mengerjakan soal, saya pun memakan cokelatnya. Sedikit-sedikit, layaknya makan permen jadi gak keliatan dosen. Entah kenapa, saat itu tujuannya supaya bisa konsentrasi dan tenang saat mengerjakan setiap soal. Tapi, yak kalian pasti tau kan dampak gula itu gak bagus untuk kesehatan.

Pada buku ini juga saya menemukan hal baru tentang cara sederhana membuat kita merasa bahagia. Sebab hanya dengan merasa bahagia, segala amarah bisa sirna. Dampak baiknya yaitu kita bisa dengan mudah mengontrol diri termasuk stress dan perilaku makan.

.

Minder, Cuek  atau Over Confident, Kalian termasuk yang mana?

Kita pasti sering ya saat bercermin langsung tertuju pada bagian yang tak kita sukai, misalnya  paha yang gede, jerawat, hidung pesek, mata besar atau rambut botak.  Lalu perasaan apa yang muncul? Sedih, kecewa, minder, jijik atau marah?

Atau justru sebaliknya, cuek dan tetap merasa everything is ok. Gapapa gendut yang penting happy. Ternyata perasaan diatas menunjukan kualitas hidup kita lho dan perlu dikelola dengan bijak.

Menerima segala kekurangan diri juga perlu tapi tidak membuat kita minder apalagi marah pada keadaan. Misalnya, blame to yourself karena jerawatan, banyak loh yang kaya gini. Daripada marah dan menyalahkan diri sendiri, lebih baik cari solusinya dan hindari pencetusnya.

self love, mencintai diri sendiri, tips mencintai diri sendiri, kenapa kita harus mencintai diri sendiri

Ada juga yang over weight tapi dia enjoy aja dengan dirinya, likes nothing happened. Malah PD dengan tubuhnya yang over weight. Hal ini juga gak bagus ya, meskipun ia mampu menerima dan mencintai dirinya dengan kondisi yang ada tapi over weight juga gak sehat.

Terus gimana dong? Ketika kita sudah mengetahui apa yang tidak kita sukai dari diri kita, tanyakan, apakah kondisi tersebut mengganggu, merusak, menyakiti dan menghambat kita? Jika Iya, cari tau apa yang bisa kita lakukan untuk memperbaiki kondisi tersebut.

Contoh, over weight gak bagus untuk kesehatan sebab bisa memicu penyakit lainnya seperti diabetes. Solusinya, yuk beresin pola hidup dan makan kita.

Tapi gimana kalau kekurangan kita justru sesuatu yang sulit untuk diperbaiki, misalnya bentuk hidung pesek, mata besar, bibir tebal dan lainnya. Banyak orang yang tergila-gila sampai melakukan operasi plastic demi mendapatkan standar cantik orang lain. Selain menyakiti diri sendiri, membutuhkan biaya yang gak sedikit juga bagi muslim hal tersebut sangat tidak dianjurkan sebab merubah bentuk yang sudah Tuhan berikan.

Solusinya, sadari bahwa Tuhan menciptakan sesuatu bukan tanpa alasan. Mengikuti standar manusia gak akan pernah ada habisnya. Tahun ini tren bibir tebal, eh besok bibir tipis minimalis lebih popular. Repot kan? Yuk, tonjolkan kelebihan yang kita miliki. Seperti yang ditulis pada buku “In A Realtionship with My Body”, banyak orang yang sebenarnya gak terlalu cantik tapi dia mampu menonjolkan kelebihannya sehingga membuat orang melihatnya sebagai seseorang yang sangat menarik. Tertutup sudah kekurangannya kan. Coba deh, daripada mikirin ini rambut kriting enaknya diapain ya, udah segala macam alat pelurus rambut dicoba tetap kriting. Loh, banyak orang yang merawat rambut ikalnya dengan baik, jadi meskipun mengembang dan kriting penuh tapi tetap kelihatan menawan.

self love, mencintai diri sendiri, tips mencintai diri sendiri, kenapa kita harus mencintai diri sendiri

Yuk, kita ubah cara pandang kita terhadap apa yang dimiliki dengan sesuatu yang positif dan memang berdampak positif. Mengubah pola makan, gaya hidup dan cara berpikir kita sehingga akan terlahir fisik yang sehat dan pribadi dengan mental yang baik.

Kesimpulan, self-love tak hanya sekedar mencintai diri sendiri dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Lebih dari itu, self-love juga termasuk proses mengapresiasi diri dengan membuat keputusan, melakukan usaha hingga memberikan yang terbaik bagi diri sendiri dan tubuh kita. Untuk kalian yang ingin menjalani hal baru yang lebih baik namun masih bingung dan gak PD, bisa coba beberapa tips yang ada pada buku “In A Relationship with My Body”.

18 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *