csr bca 2019 donasikan blood scale dan mixer
event,  feature,  health,  Lifestyle

BCA Salurkan Donasi Alat Operasi Katarak dan Sarana Pengambilan Darah Donor

Tahun ini, Alhamdulilah saya kembali diundang oleh BCA untuk menghadiri prosesi penyerahan donasi alat operasi katarak dan sarana pengambilan darah donor. Selaras dengan pilar Solusi Sinergi, donasi alat kesehatan memang sudah menjadi agenda tahunan yang dilakukan oleh BCA.

Pada acara ini, saya kembali diingatkan tentang  pentingnya menjaga kesehatan mata . Sebelum acara dimulai, diputarkan video rangkaian CSR yang sudah dilakukan BCA seperti kegiatan donor darah dan operasi katarak di berbagai daerah di Indonesia. Beberapa sumber mengatakan, penyakit katarak merupakan penyakit mata yang sering diderita oleh lansia.  Tapi ada banyak faktor yang membuat anak muda juga bisa menderita katarak lho, seperti trauma mata, infeksi, menderita penyakit serius, penggunaan obat tertentu hingga paparan sinar matahari secara langsung .

presiden direktur BCA

Dalam video tersebut, ada seorang anak muda yang menderita katarak dan harus menjalani operasi supaya tetap bisa melanjutkan Pendidikan ke Universitas. Lalu saya berpikir, selama ini permasalahan penyakit katarak itu bukan karena sulitnya proses operasi tapi ketersediaan alat operasi katarak yang belum merata di Indonesia. Hal tersebut lah yang menyebabkan operasi katarak mahal harganya.

Ketika lansia penderita katarak yang masih memiliki harapan hidup besar merasa frutasi dan putus asa karena tidak bisa melihat dengan normal, gimana dengan anak muda penderita katarak? Jika tidak segera ditangani, bagaimana masa depannya, harus bergantung kepada orang lain sepanjang hidupnya?

Ternyata ngga satu atau dua orang pasien katarak, menurut data WHO, di Indonesia terdapat sekitar 3,5 juta orang yang mengalami kebutaan pada kedua matanya. Dan sekitar 1,5 orang atau 50% penyebabnya yaitu katarak.

Katarak merupakan rusaknya fungsi penglihatan pada mata. Meski umumnya karena usia namun di Indonesia dengan cuaca dan paparan sinar matahari yang cukup terik bisa mempengaruhi kinerja mata kita. Oleh sebab itu, Bapak Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur BCA menghimbau kepada para tamu undangan untuk melindungi mata kita sebagai salah satu organ vital seperti menggunakan kaca mata hitam dengan UV Filter.

Risiko terbesar yaitu bagi petani dan nelayan di Indonesia. Sayangnya, penggunaan kaca mata hitam ini dianggap tidak lazim oleh masyarakat. Padahal memiliki manfaat proteksi bagi indera penglihatan.

Berikutnya, data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menyebutkan, per Agustus 2018 lalu, katarak masih menjadi penyumbang terbesar kebutaan di Indonesia, angkanya hampir menyentuh 60%. Oleh sebab itu, Bapak Jahja Setiaatmadja selaku Presiden Direktur BCA mengajak semua pihak, terutama pihak swasta untuk turut berdonasi membantu para penderita katarak yang ada diseluruh pelosok Indonesia. Semakin banyak pihak yang berkontribusi, maka semakin banyak orang terselamatkan masa depannya.

Melihat data tersebut, tahun ini BCA kembali menyerahkan donasi 1 buah mikroskop dan instrumen katarak kepada Dr. Umar Mardianto, SpM (K) Ketua SPBK Perdami Pengurus Pusat, donasi 1 buah mikroskop kepada dr. Elvioza, SpM (K) Ketua Perdami Cabang DKI Jakarta, dukungan pembelian donasi 1 mesin phacoemulsifikasi kepada kepada Dr Isfiyanto, SpM perwakilan Perdami Cabang Riau.

donasi 1 buah mikroskop dan instrumen katarak kepada perdami pusat

csr bca salurkan alat kesehatan

Selain itu, berdasarkan data WHO di situs Kementrian Kesehatan pada 2017 lalu, jumlah kebutuhan minimal darah di Indonesia yaitu sekitar 5,1 juta kantong darah per tahun atau 2% dari populasi. Untuk memenuhi kebutuhan kantong darah dan kegiatan medis yang dijalankan PMI, BCA memberikan donasi 6 set Blood Scale & Mixer kepada DR. Dr. Niken Ritchie, M. Biomed Wakil Kepala UTD PMI DKI Jakarta di Jakarta.

csr bca 2019 donasikan blood scale dan mixer

Donasi alat kesehatan senilai total Rp 1,3 Miliyar bertujuan untuk mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan di Indonesia terutama daerah terpencil. Sehingga masyarakat Indonesia bisa memiliki kualitas hidup yang lebih baik.

Bapak Jahja juga menyampaikan dalam sambutannya, hingga tahun 2019, BCA bersama SPBK Perdami Pengurus Pusat telah melakukan 5.328 operasi mata katarak di berbagai daerah di Indonesia. Dan bersama PMI, berhasil mengumpulkan lebih dari 47 ribu kantong darah dari 108 kali penyelenggaraan donor darah.

Sebelum acara selesai, Dr. Umar Mardianto, SpM (K) Ketua SPBK Perdami Pengurus Pusat memberikan plakat sebagai penghargaan dan sebuah ucapan terimakasih yang diberikan kepada BCA atas donasi yang sejak tahun 2014 terus dilakukan secara konsisten.

pemberian penghargaan dari perdami kepada bca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *