keutamaan puasa syawal, puasa pengganti ramadan
Family,  parenting,  self improvement

Puasa Syawal: Hadist, Niat dan Keutamaannya

Puasa Syawal: Hadist, Niat dan Keutamaannya. Rindu sekali ya dengan suasana bulan Ramadan yang telah berlalu. Hampir seharian penuh mendengar lantunan ayat suci Al Quran dari semua penjuru Masjid. Bahkan tengah malam pun masih ramai tadarusan.

Salah satu cara menghormati kepulangan bulan suci Ramadan, mari kita sama-sama menjaga pesan dan amanah yang disampaikan didalamnya yaitu dengan menjaga amalan serta ibadah.

Buya Yahya mengatakan, setan sudah menunggu di pintu bulan Syawal untuk membelokan hati manusia dari kebenaran yang telah dibangun selama bulan Ramadan. Oleh sebab itu, mari kita menyambungkan kembali ibadah yang telah kita lakukan selama bulan Ramadan yaitu dengan menjalankan ibadah puasa Syawal selama 6 hari.

puasa syawal, puasa senin kamis, puasa qadla

Tausiyah Ustadz Adi Hidayat menjelaskan dengan sangat detail hadist mengenai ibadah puasa Syawal yang diriwayatkan oleh HR. Muslim. Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

 “Barangsiapa yang berpuasa Ramadan, kemudian ia ikuti dengan berpuasa enam hari di bulan Syawal. Ia akan mendapat pahala seperti puasa setahun penuh.” (HR Muslim).

 

Siapa yang bisa berpuasa?

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ

Dalam kalimat diatas diawali oleh kata “man” merujuk kepada siapapun orang beriman, muslim dan muslimah yang telah melewati puasa Ramadan. Baik laki-laki, maupun perempuan, tua maupun muda dan dari berbagai golongan dengan syarat sudah baligh.

.

Kapan Mulai Berpuasa?

ثُمَّ أَتْبَعَهُ

Dalam hadist ini dituliskan menggunakan “tsumma” sehingga diartikan bahwa puasa Syawal ini dijeda terlebih dahulu setelah Ramadan, dengan jeda agak panjang. Jika dalam hadist, Rasulullah mengatakan dengan “wau” maka jedanya tersebut hanya sebentar, misalnya tanggal dua Syawal harus lanjut berpuasa. Sementara pada hadist diatas, menggunakan kata “tsumma” yang menunjukan waktu dengan jeda panjang bagi umat. Bisa dimulai sejak hari ke-2 hingga ke-30 karena pada tanggal 1 Syawal haram hukumnya berpuasa.

.

Puasa Syawal Harus Berurutan?

سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ –

Pada hadist menggunakan “min” menunjuk pada sesuatu yang terpecah bagian waktu yang tidak tersambung atau bermakna kondisi yang nyaman dan tidak harus runtut. Sehingga dapat diartikan bahwa Rasulullah mengajak kita semua untuk berpuasa Syawal dalam kondisi yang nyaman selama 6 hari, boleh berurutan, boleh tidak. Yang terpenting jumlahnya yaitu 6 hari.

Baca juga: Hidup Minimalist, Mencintai Diri dan Keluarga

.

Puasa-Syawal 6 Hari Seperti Berpuasa Selama Setahun

كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

Pada surah Al An’am disebutkan, barangsiapa yang mengerjakan 1 kebaikan minimal nilainya 10. UAH mengatakan dengan sederhana, jika kita puasa Ramadan selama 30 hari, hitungan awamnya yaitu : 30 harix 10= 300.

jika kita lanjutkan puasa syawal 6 hari, hitungannya yaitu: 6 harix10= 60, maka jika dijumlahkan totalnya menjadi 360.

Sesuai dengan hadist Rasulullah, jika kita berpuasa Syawal selama 6 hari maka kita akan mendapatkan pahala kebaikan seperti berpuasa selama 1 tahun, sama dengan 360 hari. Sama dengan hitungan diatas.

keutamaan puasa syawal, puasa pengganti ramadan

.

Puasa Syawal dan Puasa Senin-Kamis

Dalam penjelasan dari Ustadz Khalid Basalamah menekankan bahwa puasa sunnah dan puasa sunnah boleh digabung namun puasa sunnah dan puasa wajib tidak boleh digabung. Pada akun rumayshocom juga turut menyebutkan:

Syekh Muhammad Shalih Al-Munajjid hafizhahullah ditanya, “Apakah puasa enam hari di bulan Syawal boleh dilakukan pada hari Senin dan Kamis lantas mendapatkan pahala puasa Senin dan Kamis?”

Jawab beliau, “Boleh seperti itu dan tidaklah masalah. Pahala yang diperoleh adalah pahala puasa Syawal enam hari dan puasa Senin Kamis.”

Syekh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah pun berkata, “Jika puasa enam hari Syawal bertepatan dengan puasa Senin atau Kamis, maka puasa Syawal juga akan mendapatkan pahala puasa Senin, begitu pula puasa Senin atau Kamis akan mendapatkan ganjaran puasa Syawal.

Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niat dan setiap orang akan mendapatkan pahala yang ia niatkan.” Demikian fatwa dari Syekh Ibnu ‘Utsaimin dalam Fatawa Islamiyyah, 2:154.”

puasa syawal 2021, niat puasa syawal

.

Puasa Syawal dan Puasa Pengganti atau Puasa Qadla

Bagi siapapun yang berhutang puasa, baik pria maupun wanita wajib untuk menggantinya. Ada dua pendapat. Pertama, wajib untuk membayar puasa qadla-nya terlebih dahulu karena menduhulan kewajiban daripada yang sunnah.

Sementara pendapat lain menjelaskan sedikit lebih longgar, boleh melakukan puasa Syawal terlebih dahulu karena puasa Qadla dapat dilakukan dibulan lain selain bulan Syawal. Namun, UAH menekankan sebaiknya menjalankan yang wajib terlebih dahulu yaitu puasa pengganti atau puasa Qadla karena kita tidak tau kapan kita wafat. Sehingga lebih baik mengutamakan kewajiban terlebih dahulu. Puasa Qadla sifatnya wajib.

Baca juga: Wafatnya Syekh Ali Jaber.

 

Niat Berpuasa

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ

“Aku berniat puasa sunah Syawwal esok hari karena Allah SWT.”

 

Kesimpulan

Puasa Syawal yaitu puasa sunnah selama 6 hari yang dilakukan sepanjang bulan syawal mulai tanggal 2 hingga tanggal 29/20 hari. Boleh berurutan, boleh tidak berurutan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *