ibadah bulan ramadhan, amalan sunnah puasa ramadhan, manfaat puasa
Lifestyle

Keutamaan Amalan Bulan Ramadhan bersama Ustadz Adi Hidayat

Meskipun sudah bertemu dengan Ramadhan sebanyak 27 kali namun masih banyak sekali keraguan ketika menjalani ibadah di bulan Ramadhan. Bukan ragu terhadap ilmunya namun karena kurangnya ilmu pada diri saya sehingga ketika ada yang menyampaikan A, saya ikut A, tapi ketika ada yang mengatakan B, saya kemudian goyah.

Sebelumnya saya ucapkan kepada Ustadz Adi Hidayat yang telah mengulas tenatng Fiqh Ramadhan dalam channel Youtubenya sehingga saya bisa belajar di rumah di masa pandemic seperti ini. Semoga Ustadz selalu diberikan keberkahan dan Kesehatan, Amin.

Menurut UAH, penting banget diketahui ummat Islam, sebelum melakukan amal baik haruslah memiliki ilmunya terlebih dahulu, jangan terbalik. Termasuk saat Ramadhan, sebaiknya ketahui dulu ilmunya sebelum Ramadhan tiba. Bukan pada saat bersamaan menjalani Ramadhannya. Pokok amalan Islam ada lima yang disebut rukun Islam diantara, syahadat, shalat, puasa, zakat dan ibadah haji bagi yang mampu. Dan kali ini UAH akan fokus membahas tentang puasa.

ibadah bulan ramadhan, amalan sunnah puasa ramadhan, manfaat puasa

.

Makna Puasa Menurut Bahasa

Assiyam atau assoum seringkali diartikan sebagai puasa, orangnya disebut so’im/ah. Sementara assoum diartikan lebih dalam sebagai “menahan”, baik itu menahan lapa, haus, bicara, amarah dan menahan lainnya dalam artian umum.

Sementara kata syiam memiliki ketentuan secara khusus, menahan diri dari segala hal yang ditetapkan oleh Syariah baik yang membatalkan atau merusak puasa dengan ketentuan tertentu dan diwaktu tertentu.

Jadi saat berpuasa di bulan Ramadhan, secara konteks lebih tepat dikatakan syiam. Seperti yang disebutkan dalam surah Al Baqarah 183 sebagai perintah berpuasa. Sehingga berpuasa pada bulan Ramadhan memiliki ketentuan yang harus kita pelajari, ada aturan yang harus dipahami. Dan asyiam disebutkan 9 kali dalam Al Quran sedangkan shoum hanya sekali saja.

Nah, satu lagi, ada kata Imsak, secara bahasa imsak juga diartikan menahan atau puasa, sama halnya shaum dan syiam. Beda ya imsak yang sering kita gunakan sehari-hari.

Menahan dari segala yang ditetapkan syariat, termasuk didalamnya tahan makan, tahan minum, tahan nafsu, tahan berhubungan badan sejak terbit matahari (Fajr) hingga terbenam matahari (maghrib). Setelah maghrib, boleh berbuka dan melakukan sebagaimana yang diperbolehkan secara syariat.

Sementara makan sahur diutamakan mendekati fajr atau waktu subuh sehingga cadangan makanannya lebih aman saat berpuasa. Nah, waktu imsak yaitu saat adzan subuh. Sementara, biasanya yangterjadi di masyarakat. Misalnya waktu adzan subuh jam 4.30, artinya imsak ya jam 4.30 bukan jam 4.25. Dan, pada zaman Rasulullah juga sudah ada pengingat mendekati adzan subuh.

Jadi waktu zaman Rasulullah, ada dua adzan subuh, pertama Bilal biasa saat Ramadhan mengumandangkan adzan pada malam hari sebelum datang fajr disebut Adzan pertama. Dan Rasul membolehkan untuk tetap melanjutkan makan dan minum sahur. Nanti ada sahabat rasulullah Abdullah ibnu ummi maktum untuk mengumandangkan adzan subuh (Adzan kedua). Dan ini masih berlaku di Madinah.

Nah jarak dari pemberian himbauan mendekati waktu Fajr menuju adzan subuh yaitu sepanjang 50 ayat Alquran dibaca tartil.

Jadi kurang lebih seperti itu ya informasi yang bisa saya share kembali dari apa yang saya dapatkan. Marhaban ya Ramadhan 1441 Hijriah, selamat menunaikan ibadah puasa. Semoga kita termasuk golongan orang beruntung yang pandai bersyukur dalam masa lapang maupun masa sulit. Berikut ini juga jadwal puasa Ramadhan 2020 yang bisa diunduh. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *