event,  parenting

Dukung Semangat Sekolah Anak dengan Nutrisi Seimbang

Moms, mari kita dukung semangat sekolah anak dengan nutrisi seimbang. Memasuki usia 3 tahun, si kecil sudah mulai minta sekolah. Kalau biasanya ada drama mandi pagi, sudah 4 bulan ini dia bangun lebih awal, langsung minta mandi, pakai baju rapi, minta tas sekolah. Kebetulan memang tak jauh dari rumah kami ada PAUD, jadi Nafeesa girang banget kalau diajak kesana.

Anak seusia Nafeesa yaitu rentang 3-6 tahun merupakan usia dimana mereka akan menerima Pendidikan Anak Usia Dini. Pada usia ini juga merupakan masa penting bagi mereka untuk membentuk kemampuan diri. Sehingga kita sebagai orangtua perlu mendukung mental anak-anak untuk semangat sekolah dan terus belajar sebab dua factor ini turut berkontribusi pada tingkat keberhasilan anak dimasa depan.

Biacara soal persiapan sekolah, Kamis lalu (4/7) saya diajak ngobrol seru bersama SGM Eksplore 3+ tentang dukungan yang bisa orangtua berikan agar si kecil #SemangatSekolah. Acara ini digelar di Kaum Resto, Jakarta. Ternyata selain kebutuhan material seperti perlengkapan sekolah, ada dua aspek penting yang juga wajib dipenuhi orangtua yaitu persiapan mental dan fisik anak.

Dr. Andyda Meliala, Pemerhati Pendidikan Anak Usia Dini dan Founder Resourceful Parenting Indonesia mengatakan, ada banyak tantangan yang akan dihadapi oleh anak dan orangtua serta guru pada hari pertama sekolah. Hal ini wajar ya sebab masih dalam tahap adaptasi, terlebih bagi anak-anak moment sekolah pertama juga merupakan masa transisi dari lingkungan terdekatnya yaitu rumah dengan lingkungan baru, yaitu sekolah.

Pendidikan Sekolah Dini seperti PAUD, TK, Preschool dan sejenisnya sangatlah penting bagi masa depan anak sebab Pendidikan Dini merupakan fondasi pertama bagi anak untuk belajar secara formal. Pendidikan Dini juga turut menyiapkan anak pada jenjang berikutnya yaitu Sekolah Dasar (SD). Sehingga dapat dikatakan bahwa Pendidikan Anak Usia Dini turut membentuk tiga fondasi utama yakni fondasi Pendidikan, kesehatan dan kesejateraan.

Dr. Andyda Meliala juga menunjukan sebuah data dimana jumlah partisipasi anak usia 3-6 tahun tercatat di PAUD meningkat pada tahun 2018 serta lebih dari 4,6 juta anak tercatat di TK. Tentu saja hal yang bagus ya, artinya para orangtua sudah mulai aware nih dengan pentingnya Pendidikan Dini.

Tantangan berikutnya bagi orangtua yaitu memilih Sekolah yang tepat bagi anak-anak. Apakah sekolah yang komplit pelajarannya, lengkap kurikulumnya dan tenaga pengajarnya dari lulusan universitas terbaik? Ternyata yang menjadi pertimbangan saat memilih Sekolah pertama untuk anak usia dini yaitu sekolah yang sesuai dengan karakterisik anak usia dini, seperti bermain dan eksplorasi. Sebab usia 3-6 tahun merupakan masa dimana mereka senang bermain dan menyerap segala sesuatu yang dialami.

Meski sudah sekolah, bukan berarti menyerahkan semuanya pada guru. Kita tetap harus membersamai proses belajar anak di rumah. Salah satu potensi yang distimulasi pada usia dini yaitu kecerdasan Bahasa. Dan, kita pasti sering menemukan perbedaan perbendaharaan dari satu anak dengan anak lainnya. Ada yang usia 3 tahun sudah pandai mengungkapkan perasaanya namun ada juga yang masih terbata-bata.

Moms, Dr. Andyda Meliala menegaskan, perbedaan jumlah perbendaharaan kata yang mencolok pada anak yang berasal dari keluarga mampu dan tidak mampu ternyata tidak disebabkan status ekonomi namun karena seberapa sering anak diajak berbicara dan dibacakan cerita. Jadi, siapa nih diantara Mommies yang masih sering diem-dieman sama si kecil? Atau sering ngomelin anak kalau dia banyak bertanya?

Hmm, mulai sekarang yuk kita perbaiki cara berkomunikasi dengan si kecil di rumah sebab kesuksesan dan kegagalan seorang anak berawal dari rumah.

. 

Membentuk Mental Semangat Sekolah Anak

Tidak dipungkiri, namanya anak-anak semangat sekolahnya terkadang up and down. Tapi Mommies jangan khawatir, Moms bisa mencoba tips berikut ini:

  • Dukung anak melalui komunikasi yang baik dan emosi positif tentang sekolah.
  • Bawa anak berkunjung ke sekolah sebelum hari pertama masuk sekolah.
  • Menyiapkan perlengkapan sekolah bersama-sama.
  • Waktu tidur yang cukup.
  • Pemenuhan nutrisi lengkap dan seimbang.

.

Apa yang  Terjadi pada Anak Usia Sekolah (3-6 tahun)

Meski 1000 hari pertama kehidupannya sudah berlalu namun kita harus ingat bahwa pada anak usia sekolah (3-6 tahun) masih terus tumbuh dan berkembang secara fisik, kognitis, dan emosi sebagai dasar pertumbuhan periode selanjutnya.

Supaya tumbuh kembang otak anak optimal serta kemampuan kognitifnya terus berkembang dengan baik, mereka tetap harus diberikan nutrisi yang seimbang. Namun, pada usia sekolah atau pada saat anak memasuki sekolah pertamanya, mereka akan menerima pengaruh eksternal seperti pengaruh pada perilaku makan dan aktifitas dari guru, teman sebaya dan media elektronik.

Dr. Nurul Ratna Mutu Manikam, MGizi, SpGK, Dokter Spesialis Gizi Klinis, mengingatkan kami para orangtua bahwa pada saat anak mulai sekolah, anak akan mulai mendapatkan akses makanan dari luar misalnya jajan di sekolah atau diberi temannya. Oleh sebab itu, penting sekali bagi orangtua untuk membentuk fondasi perilaku makan anak dengan benar supaya anak paham bahwa makan itu merupakan kebutuhan untuk hidup dengan sehat, bukan sekedar senang-senang semata.

.

Kebutuhan Nutrisi Utama bagi Anak

1. Karbohidrat

Karbohidrat berperan sebagai makanan pokok atau makanan utama yang dijadikan sebagai sumber energi untuk saraf dan otot, sel darah merah dan sumber energi utama bagi otak.

Karbohidrat sederhana atau simpleks dapat diperoleh dari madu, sirup, gula pasir, tepung dan olahannya seperti mie, cookies dan biscuit. Sementara karbohidrat kompleks berasal dari nasi, kentang, barley, singkong, ubi, quinoa, gandum, havermout, dan lainnya.

 

2. Serat

Serat merupakan bagian dari karbohidrat kompleks yang mengandung Vitamin dan mineral. Makanan yang mengandung serat penting sekali untuk dikonsumsi anak dan dewasa sebab serat merupakan sumber energi bakteri usus untuk menjaga kesehatan saluran cerna, contohnya seperti mencegah sembelit dan konstipasi.

Tau kah Moms, anak usia 4-6 tahun membutuhkan serat sekitar 22 gram/hari. Serta bisa didapatkan dari buah-buahan dan sayuran. So, mengonsumsi buah dan sayur setiap hari itu wajib ya.

 

3. Protein

Ada dua jenis protein, yaitu protein esensial dan non esensial. Protein esensial diperoleh dari makanan yang dikonsumsi sebab tubuh tidak dapat membentuk sendiri. Sementara Protein non esensial dapat dibentuk oleh tubuh.

Dengan mengonsumsi lauk hewani (putih telur, yam, daging sapi, daging kambing, ikan seafood, susu) dan nabati (kacang-kacangan, tempe, tahu), kita sudah mensuplai sumber protein esensial dan non esensial bagi tubuh.

4. Lemak

Lemak berfungsi sebagai sumber energi sekaligus menyimpan cadangan energi dalam bentuk trigliserida. Lemak juga mampu melarutkan Vitamin A, D, E, K dalam tubuh. Bahkan lemak ternyata menjadi bagian pelindung organ dalam serta berperan sebagai penyedia asam lemak esensial.

Asam lemak esensial harus diperoleh dari makanan sehari-hari yang bersumber dai Omega-3 dan Omega-6. Sementara Asam lemak non esensial dapat dibentuk oleh tubuh sendiri yang bersumber dari Omega-9 dan asam arakidonat.

5. Lemak dan Omega-3

Lemak dan Omega-3 berperan sebagai komponen lemak didalam otak, komponen penunjang jaringan saraf dan mata. Selain itu, lemak dan Omega-3 juga membantu proses pembekuan darah lho.

Sumber nutrisi lemak dan Omega-3 diantaranya ikan sardine, makarel, tuna, salmon pink, tiram, udang, kepiting, kuning telur dan susu fortifikasi DHA.

Peranan lemak dan Omega-3 sangat penting bagi tubuh ya Moms. Pada anak suai 4-6 tahun, kebutuhan Omega-3 sebanyak 0,9 gram per hari. Sementara kebutuhan Omega-6 sebanyak 10 gram/hari. Defisiensi Omega-3 menyebabkan abnormalitas fungsi visual, saraf dan otak serta kertelambatan tumbuh kembang anak.

Faktanya, 8 dari 10 anak Indonesia usia sekolah (4-12 tahun) mengalami kekurangan asupan Omega-3 (EPA + DHA).

6. Zat Besi

Zat besi dalam tubuh bekerja untuk mendistribusikan oksigen ke seluruh jaringan termasuk otak dan sebagai kofaktor enzim dalam proses oksidasi nutrisi.

Tanda anak kekurangan zat besi yaitu anemia, fungsi kognitif berkurang, lemah, letih lesu dan mudah lelah serta imunitas menurun sehingga mudah terkena infeksi.

Oleh sebab itu, kita wajib banget memenuhi asupan zat besi setiap hari. Moms gak perlu khawatir karena sumber zat besi ini banyak sekali, seperti daging sapi, daging kambing, hati, kuning telur, susu fortifikasi, kacang-kacangan dan sayuran hijau.

.

Penuhi Kebutuhan Nutrisi dengan Makan Pagi

Siapa diantara Moms yang masih sering melewatkan sarapan? Dulu saya juga begitu lho tapi sejak mengetahui manfaat sarapan bagi kesehatan, saya enggan untuk melewatkannya. Kenapa sih kita harus sarapan?

Sarapan pagi dapat memperbaiki kognitif seperti konsentrasi, daya ingat dan menjaga mood tetap baik. Nah, saat anak mulai sekolah, disanalah tempat yang tepat bagi anak belajar mengenal kebiasaan makan sehat termasuk makan pagi. Tak lupa, sebagai orangtua kita juga harus menjaga kecukupan hidrasi anak dengan minum susu dan air mineral untuk membantu konsentrasi dan daya ingat anak tetap prima.

Kesimpulan

Moms, kebiasaan makan baik anak dimulai dari meja makan di rumah. Biasakan anak makan bersama orangtua supaya mereka juga menyukai apa yang orangtua makan. Konsumsi bahan makanan pokok sumber karbohidrat kompleks. Lengkapi juga dengan ragam lauk pauk serta buah dan sayur. Terakhir penuhi asupan air mineral sesuai kebutuhan. Untuk anak usia 1-3 tahun, kebutuhan air anak sekitar 1200 ml atau 2-5 gelas per hari.

Untuk anak suai 4-6 tahun, kebutuhan air anak sekitar 1500 ml atau 2-6 gelas per hari. Sementara, bagi anak usia 7-9 tahun, kebutuhan air anak sekitar 1900 ml atau 2-8 gelas per hari.

.

Tentang SGM Eksplor 3+

Untuk melengkapi nutrisi seimbang, lengkapi nutrisi si kecil dengan makanan bergizi dan susu fortifikasi seperti SGM Eksplor 3+ yang kaya minyak ikan dan Omega-3. Susu ini cocok untuk anak usia 3-5 tahun yang sedang aktif bermain dan memiliki rasa penasaran tinggi. Susu SGM Eksplor 3+ dapat diberikan pada pagi hari untuk melengkapi asupan nutrisi sarapan dan sebelum tidur. Bagi Moms yang masih bingung dengan jumlah nutrisi yang diberikan untuk si kecil bisa mencoba kalkulator nutrisi disini https://www.generasimaju.co.id/kalkulator-nutrisi

Manfaat dan Nutrisi SGM Eksplor 3+

  • Zat besi untuk membantu menguatkan tulang, gigi, keterampilan motorik anak.
  • Vitamin C untuk meningkatkan imunitas tubuh.
  • Zinc membantu perkembangan otak dan system kekebalan tubuh si kecil.
  • Protein membentuk dan memperbaiki sel-sel darah merah.

Tersedia 3 rasa yaitu rasa coklat, madu dan vanilla. SGM Eksplor 3+ dapat dibeli di minimarket, supermarker, toko susu, dan secara online, dengan harga Rp 36.000,- untuk kemasan 400 gram.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *