health,  Lifestyle,  parenting,  Social

Bicara Gizi: Biasakan Anak Terapkan Gizi Seimbang Selama Di Rumah Aja

Tau kah ibu, nafsu makan anak dipengaruhi oleh mood-nya? Sebetulnya sama seperti orang dewasa, saat pikiran atau suasana hati tidak enak, cenderung malas makan atau sebaliknya doyan makan makanan yang nggak sehat seperti junk food atau makanan tinggi gula.

Sementara selama pandemi, hampir tujuh bulan kita bertahan di rumah. Semua aktivitas dilakukan di rumah, mulai dari belajar hingga bekerja. Banyak orang tua yang sudah mulai jenuh dan stress. Padahal suasana hati orang tua sangat mempengaruhi mood anak. Artinya, ketika orang tua stress, otomatis anak pun bisa merasakan hal yang sama.

Stress yang tidak dikelola bisa menurunkan nafsu makan anak. Sementara, kita tau ya makanan dan nutrisi didalamnya merupakan faktor penting untuk tumbuh kembang anak.

Melihat kecenderungan perubahan perilaku pada keluarga tertutama selama pandemi menarik perhatian Danone Indonesia untuk memfasilitasi talkshow online tentang menerapkan gizi seimbang pada anak selama di rumah aja. Dengan menghadirkan dua narasumber ahli kesehatan dan psikolog untuk melihat permasalahan yang muncul sekaligus solusinya.

Bapak Arif Mujahidin, Corporate Communication Director Danone Indonesia mengajak para orang tua untuk selalu memenuhi gizi seimbang keluarga. Lantaran makanan termasuk salah satu faktor untuk menjaga imunitas tubuh selama pandemi. Sementara tidak ada satu jenis makanan yang bisa memenuhi seluruh nutrisi yang dibutuhkan sehingga perlu adanya vareasi makanan. Nah, disini lah peran orang tua untuk menyajikan makanan yang tak hanya lezat namun juga tinggi nutrisi.

. 

Panduan Makan Gizi Seimbang “Isi Piringku” dengan variasi Protein Nabati

Juwalita Surapsari, M.Gizi, Sp.GK, Dokter Spesialis Gizi Klinis sebagai narasumber pertama menjelaskan tentang gizi seimbang dan vareasinya supaya anak tidak bosan mengonsumsi makanan kaya nutrisi agar tumbuh kembangnya tetap terjaga.

Dr. Juwalita membenarkan situasi stay at home memang membuat jenuh semua anggota keluarga sehingga kita harus bisa memvariasikan suasana menjadi lebih menyenangkan. Tak hanya itu, menu harian pun harus dikreasikan supaya tidak membosankan. Meskipun saat ini uji coba vaksin Covid-19 terus diusahakan namun sebagai orang tua tetap harus melakukan proteksi terhadap keluarga. Salah satunya dengan membangun sistem imun tubuh yang kuat dengan mencukupi nutrisi tubuh untuk menangkal infeksi penyakit dari luar.

Pola hidup sehat dapat dimulai dengan pemahaman ibu dalam menjaga kesehatan keluarga yaitu dengan memberikan nutrisi yang seusai dengan kondisi saat ini. Misalnya, memasak menu harian sendiri, karena  WHO menyebutkan makanan yang lebih sehat yaitu makanan yang disajikan dirumah . Selain lebih bersih, juga tinggi nutrisi dari sayuran, buah-buahan dan makan pokok serta protein. Sementara makanan yang kita beli, mungkin tinggi kalori namun belum tentu tinggi nutisi.

Penuhi kebutuhan gizi anak agar sistem imun kuat dan tumbub kembangnya tetap terjaga.

.

Pedoman Gizi Seimbang

Dr. Juwalita menyebutkan, salah satu cara untuk menangkal infeksi penyakit dari luar yaitu dengan memenuhi pedoman gizi seimbang. Gizi seimbang adalah susunan pangan mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Ada empat pilar gizi seimbang, diantaranya:

  1. Mengonsumsi makanan beragam.
  2. Perilaku hidup bersih.
  3. Melakukan aktivitas fisik
  4. Pertambahan tinggi badan dan berat bedan sesuai dengan usianya

 Gisi seimbang diterjemahkan dalam tumpeng gizi seimbang, diantaranya:

  • Pertama, memenuhi karbohidrat yang berasal dari nasi dan umbi-umbian.
  • Kedua, sumber sayur dan buah yang merupakan sumber vitamin dan serat yang juga berperan penting pada pencernaan anak. Saluran cerna anak sangat beperan dalam sistem imun tubuhnya.
  • Ketiga, protein baik itu nabati maupun hewani.
  • Keempat, atau puncak piramida yangharus dibtasi yaitu gula, garam dan minyak.

Khusus untuk anak usia 1-3 tahun, pedoman isi piringku dibuat untuk satu hari yang terdiri dari 1.5 porsi sayuran, 2 porsi lauk pauk, 3 porsi makanan pokok dan 3 porsi buah-buahan serta air putih. Lantaran dibuat per hari, artinya porsi diatas bisa dibagi, baik itu pada jadwal makan berat anak maupun snacking time.

.

Lauk Pauk Sumber Protein Hewani dan Nabati

Kita tidak bisa memilih salah satu sebab keduanya tetap penting dalam melengkapi kebutuhan zat gizi anak. Pada protein hewani (misalnya ikan, ayam, telur, susu) mengandung Asam amino lebih lengkap serta kandungan protein, vitamin dan mineral didalmnya lebih mudah diserap tubuh.

Sementara pada protein nabati mengandung lemak baik, isoflavone sebagai antioksidan dan antikolesterol, serat dan alternatif pengganti protein pada intoleransi laktosa.  Manfaat Bahan Makanan Sumber Protein diantaranya:

  • Melengkapi kebutuhan protein tubuh.
  • Membantu mencukupi kebuthan serat.
  • Mengandung mikronutient: folat (tahu, tempe, kacang hijau bermanfaat untuk membentuk sel darah merah), niasin, tiamin, kalium, magnesium, besi, zinc.

Dr. Juwalita menunjukan hasil penelitian pada tahun 2016 tentang asupan serat pada anak. Anak dengan asupan serat tinggi, ternyata asupan lemak total dan lemak jenuhnya lebih rendah daripada anak yang asupan seratnya rendah. Selain itu, anak dengan asupan seratnya tinggi memiliki asupan vitamin lainnya juga lebih tinggi seperti asupan B6, magnesium, besi dan kalium.

Sebenarnya bertahan di rumah aja seperti sekarang jadi momen untuk orangtua memperbaiki pola makan anak. Caranya dengan memperbaiki pola makan anak yang terdiri dari 3 waktu yaitu sarapan, makan siang dan makan malam.

Menyediakan makan selingan kaya nutrisi minimal 2 kali sehari seperti buah-buahan, kacang-kacangan, agar-agar dan susu. Bisa juga diberikan makanan sumber protein nabati untuk anak seperti nugget tempe, rollade daging mix sayuran, bubur kacang hijau, sup kacang merah dan lainnya.

Ingat ya bu, pola makan anak sejak kecil menetukan bagaimana kebiasaan anak saat dewasa nanti.

.

Rutinitas Makan Sehat Untuk Mental yang Sehat

Narasumber berikutnya yaitu mba Putu Andani, M.Psi, Psikolog Anak dari Tiga Generasi turut menjelaskan perihal alternatif kegiatan yang bisa dilakukan bersama anak dalam menerapkan gizi seimbang untuk menjaga kondisi psikis ibu dan anak.

Tantangan terberat di masa pandemi yaitu stress yang berkepanjangan akibat bosan, aktivitas jadi serba terbatas, tidak bisa bertemu teman dan saudara serta kegiatan yang monoton. Stress pada masa pandemi menjadi sangat berat untuk anak-anak karena mereka belum bisa beradaptasi dengan cepat layaknya orang dewasa. Dampaknya muncul perubahan perilaku pada anak seperti gangguan makan misalnya.

.

Dampak Stress Berkepanjangan yang Tidak Diolah Dengan Baik

Dampak yang paling terlihat saat seseorang mengalami stress berkepanjangan yaitu menjadi mudah marah, mudah tersinggung dan mood tidak stabil. Pada anak-anak, stress bisa juga ditunjukan dengan perilaku sulit diajak bekerjasama dan menolak berbagai hal yang ada.

Jadi hal yang menyeramkan kan ya Buibuk ketika anak menolak makanan. Dimasakin ini, ngga mau. Dibeliin itu juga gak mau. Sementara makanan adalah sumber pertahanan imun pertama di masa pandemi.

.

Perilaku Makan Anak

Perilaku makan merupakan bagian penting dalam kehidupan anak. Bahkan mba Putu menyebutkan, pengalaman baik makan pada anak juga mendukung pertumbuhan bicaranya lho. Terutama pertumbuhan otak anak pada 1000 hari pertama yang sangat pesat dan masih terus tumbuh kedepannya. Teori Psikologi menyebutkan momen makan merupakan kesempatan belajar anak untuk melatih motorik anak, manajmene diri dan berkaitan dengan tata krama.

Kebosanan menjadi salah satu faktor utama penyebab stress saat pandemi baik untuk orang tua maupun anak-anak. Nah, salah satu cara mengatasi kebosanan tersebut bisa dengan mencoba sesuatu yang baru. Begitu juga pada proses makan. Misalnya mengenalkan anak pada proses belum atau jarang dilakukan anak sebelumnya dengan cara yang menyenangkan dan interaksi yang positif, dengan cara:

  1. Memilih menu. Untuk anak balita bisa diajak diskusi “mau jeruk atau apel?” atau jika. Anak usia dibawah 2 tahun, kita bisa menunjukan bendanya langsung.
  2. Melibatkan anak pada proses memasak menu makanan.
  3. Saat makan. Meningkatkan interaksi dengan anak seperti makan bersama keluarga.

.

Kebiasaan Baru Ketika Berinteraksi Dengan Anak

Buk, semua proses tersebut penting dalam perjalanan hidup anak sebab anak memiliki kebutuhan psikologis seperti kebutuhan merasa bisa mandiri, kebuthan berinisiatif dan memproduksi suatu karya.

Orangtua memiliki peran yang penting untuk mengontrol asupan nutrisi anak agar tumbuh kembang anak optimal dengan memperhatikan juga kalkulasi gizi yang harus seimbang. Kebutuhan akan nutrisi makro (karbohidrat, protein, lemak) dan mikro (vitamin dan mineral)  bisa diperoleh dari vitamin dan mineral yang juga harus dipenuhi. Kemudian takarannya juga harus diperhatikan serta variasi dan jadwal makanan agar manfaat nutrisi yang dikonsumsi pada saat pandemi tetap terjaga.

Kondisi psikis ibu dan anak harus dipastikan dalam keadaan baik selama di rumah saja karena akan berpengaruh pada perilaku makan anak. Tentu saja akan berdampak pada nutrisi anak. Melibatkan anak saat menyiapkan menu juga penting karena bisa menjadi cara untuk memenuhi kebutuhan psikologis anak sehingga kesehatan psikisnya juga bisa terjaga.

Kesimpulan

Kegiatan variasi makan sangat penting namun kesehatan mental orangtua juga tidak kalah penting. Terkadang kita bersemangat saat melakukan banyak hal di rumah namun kita juga harus kenali sinyal tubuh saat merasa lelah dan saatnya meminta bantuan orang lain. Ngga ada salahnya lho kita memprioritaskan self-care atau me time untuk menjaga kesehatan mental kita sebagai orangta sehingga anak bisa merasakan suasana hati yang baik juga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *