health,  parenting

Perkembangan Janin Usia 5 sampai 8 Minggu (2 Bulan)

Usia 5 minggu : Janin sebesar biji wijen

Seperti yang sudah diulas pada artikel sebelumnya, pada usia 5 minggu atau memasuki usia 2 bulan seorang ibu memang belum terlihat sedang hamil namun gejala kehamilan pasti sudah dirasakan dan kondisi kesehatannya sedikit terganggu.


Pada usia 5 minggu, Ukurannya hanya sebesar biji wijen atau jika dilihat menggunakan alat medis janin di dalam Rahim lebih mirip kecebong kecil, ukurannya sekitar 4-5 milimeter atau sekitar 1/5 inchi, namun janin pada tahap ini sedang mengalami pertumbuhan yang sangat cepat terutama pada perkembangan internal.

Dilansir dari babycenter.com, dalam fase ini tumbuh kembang bayi terbagi dalam tiga lapisan, diantaranya lapisan ectoderm, mesoderm dan endoderm yang berikutnya akan menjadi satu kesatuan membentuk semua organ pendukung dan jaringannya.

Lapisan ektoderm, adalah lapisan terluar dari proses pertumbuhan janin. Pada lapisan ectoderm terjadi pertumbuhan tabung saraf yang terdiri dari system saraf pusat, sumsum tulang belakang dan tulang punggung. Lapisan ini juga kemudian akan tumbuh kulit, rambut, kuku, kelenjar susu, kelenjar keringat dan enamel gigi.

Lapisan mesoderm, adalah lapisan tengah yang membentuk system jantung dan peredaran darah janin. Pada usia 2 bulan, sebenarnya hati janin yang mungil sudah mulai terbentuk bilik dan mampu memompa darah. Lapisanmesoderm juga membentuk jaringan otot, tulang dan tulang rawan, subkutan janin pada lapisan dibawah kulitnya.

Terakhir yaitu lapisan endoderm yang akan membentuk paru-paru, usus, system saluran kencing dini, tiroid, hati dan pancreas. Proses penyerapan nutrisi dari ibu kepada janin sudah dimulai melalui plasenta dan tali pusar. Pada usia janin di minggu ke tujuh sampai delapan minggu, janin akan bertambah ukuran panjangnya yaitu berkisar 7-14 milimeter.

Gangguan kesehatan yang muncul pada usia kehamilan 2 bulan, diantaranya :
  –  Mudah lela
  –  Muncul muntah
  –  Muncul mulas
  –  Meningkatnya denyut jantung
  –  Sering buang air kecil
  –  Komplikasi kesehatan, seperti konstipasi, mudah ngantuk dan stress.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Website ini dilindungi Hak Cipta!!!