event,  health

Pentingnya Dukungan Nutrisi Optimal Pada Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

Dalam rangka memperingati hari jantung sedunia, Danone Specialized Nutrition menyelenggarakan Seminar kesehatan bertajuk “Use Heart to Connect”. Seminar disiarkan secara langsung melalui kanal Youtube sehingga semua orang dapat menyimak dan mendapatkan informasi perihal penanganan penyakit jantung bawaan pada anak.

Disampaikan oleh Bapak Arif Mujahidin, Corporate Community Director Danone Indonesia, penting sekali bagi orangtua untuk mendeteksi dini munculnya Penyakit Jantung Bawaan pada anak sehingga bisa segera mendapatkan penanganan supaya mereka tetap bisa tumbuh normal.

Bicara Gizi merupakan program edukasi dalam bidang kesehatan yang rutin diselenggarakan oleh Danone Specialized Nutrition untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat.

Dengan menghadirkan narasumber, dr. Rahmat Budi Kuswiyanto, Sp. A(K), M.Kes Dokter Spesialis Anak Konsultan Kardiologi dan Dr. dr. I Gusti Lanang Sidiartha, Sp. A(K), Dokter Spesialis Anak Konsultan Nutrisi dan Penyakit Metabolik.

Pada acara ini, hadir juga komunitas dan para orang tua yang memiliki anak dengan Penyakit Jantung Bawaan. Sepanjang acara, saya turut membaca pertanyaan yang diajukan oleh peserta perihal kondisi buah hati mereka yang terdiagnosa PJB. Ada yang masih bayi, balita, ada juga anak usia sekolah dengan pengalaman operasi jantung karena PJB yang dideritanya.

Saya yang tidak memiliki pengetahuan tentang apa dan bagaiaman PJB menjadi sangat tertarik untuk tau lebih dalam, terlebih temanya memang berkaitan dengan anak-anak.

Apa sih Penyakit Jantung Bawaan?

Jantung adalah organ yang sangat penting bagi manusia dimana fungsinya untuk memompa darah dan dialirkan ke seluruh tubuh. Namun, tidak semua orang memiliki kondisi jantung yang sehat. Salah satunya yaitu mereka yang menderita Penyakit Jantung Bawaan.

Penyakit Jantung Bawaan atau PJB adalah salah satu penyakit yang menyerang bayi dan anak. Penting untuk mengetahui antisipasi serta penanganan dini secara tepat untuk mencegah bertambah buruk dan tentunya anak-anak dengan PJB tetap dapat bertumbuh dengan baik.

Anatomi dan fungsi jantung yaitu untuk memompa darah dan membawa oksigen dan nutrisi untuk didistribusikan ke seluruh tubuh. Jantung berada di dada sebelah kiri depan. Pada bilik kanan terdapat pembuluh darah coroner yaitu pembuluh darah yang memberikan oksigen dan nutirisi pada otot jantung dan disinilah yang sering bermasalah pada orang dewasa dan anak-anak.

Anak Sakit Jantung

Anak-anak dapat menderita penyakit jantung tapi penyakit jantungnya berbeda dari penyakit jantung dewasa. Ada dua penyakit jantung yaitu penyakit jantung bawaan (PJB) dan penyakit jantung didapat.

Penyakit Jantung Bawaan (PJB) adalah kelainan struktur anatomi, letak atau fungsi jantung akibat gangguan pembentukan organ jantung pada trimester awal kehamilan yang terbawa sampai lahir. Jantung akan terbentuk pada trimester awal dan tidak berubah lagi. Sehingga ketika terjadi kebocoran akan dibawa hingga pada kelahiran.

Sementara, Penyakit Jantung Didapat (Acquired Heart Disease) yaitu penyakit jantung yang terjadi akibat proses kalinan atau penyakit lain yang didapat. Jantung pada anakakan tumbuh dan berkembang sementara pada orang dewasa, jantung akan berkembung.

Prevalensi Penyakit Jantung Bawaan secara sederhana 1:100 bayi terlahir dengan PJB. Secara garis besar dibagi menjadi Non-Kritis dan PJB Kritis dimana harus mendapat penanganan dan pengobatan segera di tahun pertama. PJB Kritis menjadi penyebab kematian di Indonesia. Kelainan pada PJB bisa berupa jantung bocor, katup sempit atau tidaklengkap bahkan buntu, pembuluh darah terbalik dan lainnya.

Faktor Risiko PJB

Riwayat Kehamilan

  • Infeksi kehamilan: torch
  • Penyakit ibu: diabetes, lupus, hipertensi
  • Konsumsi obat, rokok, alcohol
  • Nutrisi tidak seimbang
  • Kelainan genetic janin
  • Rowayat keluarga dengan kelainan jantung

Gejala dan Tanda PJB

  • Kebiruan pada anak yang lebih besar bisa terlihat jelas, sementara pada bayi harus melalui tes.
  • Nafas cepat/ sesak nafas
  • Kelelahan saat beraktivitas/menyusu
  • Pertumbuhan terhambat/ berat badan susah naik
  • Perubahan bunyi/letak jantung.

Gejala penyerta lain bisa berupa infeksi paru berulang, kelainan bawaan lain/sindrom, pingsan, berdesar/ nyeri dada, PJB penyumbang stunting atau bisa juga anak terlihat sehat. Kelainan lain yang terjadi pada anak PJB seperti bibir sumbing, down syndrome, telinga, organ tangan dan lainnya.

Pemeriksaan rutin yang dilakukan yaitu pemeriksaan foto dada, pemeriksaan EKG, pemeriksaan Echocardiography (USG jantung) untuk melihat fungsi jantung secara lengkap dan lanjut CT- Scan & MRI. Pemeriksaan Cardiac Catheterization dilakukan untuk emngukur kadar oksigen, tekana organ jantung dan menilai anatomi jantung seara lebih detail.

Tatalaksana pengobatan diantaranya yaitu obat-obatan dan nutrisi yang adequate dengan intervensi kateter dan pemebedahan.Untuksifatnya ada paliatif (bertahan) dan definitive. Nutrisi pada anak PJB sangat mempengaruhi dalam setiap proses pengobatan mulai dari pre-operasi, pasca operasi hingga kontrol.

Perjalanan anak dengan PJB sangat panjang, mulai dari lahir, anak menjalani diagnosis, proses katerisasi, emnajalni pembedahan hingga harapannya bisa tumbuh optimal dan sehat. Semua perjuangan para medis akan sia-sia jika tidak didukung oleh perjuangan orang tua dan keluarga.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *