Blogging,  event

Copywriting: Waspada Webinar Bodong, Sudah Bayar Kelasnya Ambyar

Copywriting: Waspada Webinar Bodong, Sudah Bayar Kelasnya Ambyar. Sejak pandemi banyak banget sliweran kelas online ya, webinar lah, zoominar lah, online class lah, muncul dengan berbagai macam istilah. Bebagai macam tema dan harga bisa kita ikuti. Mulai dari yang gratis, puluhan ribu hingga jutaan. Saya termasuk yang suka banget join webinar. Tujuannya tentu saja mendapatkan insight dari berbagai sudut pandang pembicara.

Jadi kemarin saya join webinar tentang copywriting yang diadakan oleh salah satu agency. Biayanya sangat murah, judulnya diskon ya jadi hanya Rp 29ribu per orang. Yah, saya pikir lumayan juga nih buat join, topiknya menarik, harganya juga murah!

Sejak awal memang saya tidak berekspektasi lebih dengan harga segitu namun melihat speaker-nya saya tertarik untuk tetap join. Tertulis diposter Instagram, speakernya ini 10 tahun berpengalaman soal copywriting di perusahaan besar di Indonesia. Wow banget dong!

H-2, saya dihubungi karena lupa belum transfer. Saya cek, kok nama pribadi ya buka nama perusahaan. Oh, mungkin kelas singkat dengan peserta terbatas kali ya. Lalu saya langsung transfer deh, cuma Rp 29ribu doang kok (nada sombong wekekek). Sampai akhirnya saya bergabung di WAG nya, ternyata ada 200 orang yang sudah stay di grup. Waduh, serius sebanyak ini?

 

Tenaaang, ini belum seberapa shayyyy…. Lanjut…

Tibalah saatnya webinar via Zoom dimulai. Semua berjalan normal dan sepertinya professional ya. Sampai akhirnya narasumber mulai berbicara namun speednya sangat cepat dan sulit untuk dicatat. Saya tipe orang yang suka mencatat namun kali ini rada bingung, judulnya copywriting tapi pembahasannya kemana-mana dan njilmet.

Saking pinternya kali ya jelasin materinya cepet banget. Saya sih masih berpikir positif ya!

 

Peserta mulai aktif bertanya dikolom chat. Namun belum ada pertanyaan yang digubris hingga ada salah satu peserta yang menuliskan:

COPYWRITING HARUS JUJUR PADA PROSPEK.NAH INI ISINYA NGGA SESUAI, MANA TIPSNYA? BOHONG DONG PENYELENGGARANYA? GIMANA?

 

Saya yang tadinya fokus pada webinar pun jadi scroll kolom chat karena kepo. Saya kira hanya saya yang merasa ngga nyaman dengan gaya penyampaian narasumbernya ternyata peserta lain juga. Yes, akhirnya peserta webinar pun saling menjawab.

YAA… 29RIBU JANGAN BERHARAP BANYAK BANG

Dan masih banyak lagi jawaban lain, ya semacam keributan di kolom komentar akun detikcom hahaha. Udah jelas deh, ngga segmented dan ini pesertanya barbar banget. Saya terkejut karena pesertanya sampai 600++. Tak lama ada yang jawab lagi.

WAH, PINTER YA NGEMASNYA, NGGA NYANGKA MALAM INI BISA TEMBUS 18JUTA LOH.

Benar saja, coba hitung 29ribuX600 peserta berapa jumlahnya. Nampaknya kecil ya tapi dengan peserta sebanyak itu, luar biasa loh apa yang mereka dapatkan.

Bukan masalah uangnya, tapi ini akan menjadi satu kebiasaan yang menjamur nantinya. Dengan iming-iming judul dan harga terjangkau, menarik peserta yang baru saja terjun ke sosial media, kan kasian dong. Mereka berharap bisa belajar malah jadi makin bingung.

Beberapa peserta ada yang left duluan, ada yang promosi jualan masing-masing, ada yang berantem. Aneh banget! Tapi saya tetap stay di Zoom, ingin tahu responnya seperti apa dari si penyelenggara. Dan, ya mereka woles aja sih, running dengan penjelasan yang ngga mentah banget.

In the end, mereka bilang jika ingin mendapatkan kiat dan langsung praktek bisa join kelas lanjutan dengan biaya 800ribu. Dan blablabla!

Saya yang tertarik pun jadinya ogah ya, apalagi bareng pserta barbar, yang ngga bisa filter kalimat. Belum lagi ada peserta yang ngga tau 5W1H dan dia bilang WHO itu organisasi kesehatan dunia? OMG, ini kelas buat anak sekolah atau UMKM atau apa sih? Makin gak jelas kan hahaha.

Disini saya hanya sharing untuk lebih berhati-hati apply webinar. Boleh join webinar apapun namun pastikan kita mengetahui siapa penyelenggaranya sebab data kita ada sama mereka. Contoh, nama, email, no WA, bahkan mungkin alamat dan lainnya. Artinya, mending kalau kita dapat informasi yang bagus dan bermanfaat, ya kan?! Nah, kalau kasusnya seperti webinar tadi malam?

Belum lagi, banyak peserta lain join WAG hanya untuk mereka prospek kembali secara personal. Jadi mereka save nomor kita dan bisa mereka blast promosi produk mereka. Ini pernah saya alami juga beberapa kali lepas join webinar dengan peserta ratusan. Rasanya ngga nyaman ya mendapatkan blast WA seperti itu.

Jika join webinar dengan penyelengggara yang tidak kita kenal, sebaiknya pakai data cadangan, terutama email, sosial media dan informasi personal lainnya.

Tak hanya tema-tema seperti ini saja, banyak kelas parenting dan aktivitas untuk anak berbayar tapi kegiatannya juga ngga jelas. Next, saya akan sharing pengalaman join kelas online aktivitas anak yang tidak menyenangkan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *