minimalist, decluttering, zero waste
Minimalist Lifestyle,  parenting

Minimalist: Alasan Mengubah Gaya Hidup Lebih Sederhana

Selama pandemi, saya dipaksa untuk tinggal di rumah selama 9 bulan. Meskipun masih ada yang dikerjakan namun lebih banyak waktu untuk diri sendiri dan keluarga. Tepatnya bulan November 2020, saya merasa ada hal yang mengganggu hati dan pikiran saya. Tapi saya ngga tau, apa penyebabnya karena memang ngga ada masalah yang terjadi. Sepertinya semua berjalan dengan lancar.

Tapi…. Makan ngga enak, tidur pun ngga nyenyak karena berasa ada yang lari-larian di kepala, berasa ada yang ngomong terus didalam hati padahal badan udah pengen istirahat.

Sampai akhirnya, saya memberikan waktu penuh untuk lebih rileks dan evaluasi diri. Saya berdoa kepada Allah SWT, meminta untuk diberikan ketenangan dan kedamaian serta dipertemukan dengan hal-hal yang membawa kebaikan.

Setiap kali membuka handphone, saya berdoa semoga apa yang saya temukan bermanfaat dan membuat persaan saya menjadi lebih baik. Alhamdulilah, Allahu Akbar, Allah Maha Baik, ketika buka Instagram ketemu postingan tentang kedamaian. Buka Youtube ketemu tausiyah yang pas banget dengan apa yang saya rasakan. Bahkan buka facebook aja ketemu dengan cuplikan video motivasi yang relate dengan apa yang saya alami.

minimalist, decluttering, zero waste

Detoks. Satu kata yang saya ingat. Saya harus membuang racun yang ada pada diri saya. Racun di hati, pikiran, jasmani dan tempat dimana saya tinggal.

 

Detoksifikasi Rumah

Bagi saya, merapikan rumah adalah salah satu cara mengurangi kegundahan. Ketika membersihkan debu atau membereskan benda yang menumpuk, serasa membuang energi negative dalam diri saya. Namun tentu saja dengan banyaknya pekerjaan yangsaya lakukan, saya tidak memiliki waktu banyak untuk merapikan rumah setiap hari, setiap saat.

Lalu, saya kembali melihat tayangan Marie Kondo dan beberapa tokoh Minimalist melalu Youtube. Bismilah, saya pun mulai melakukan decluttering. Menjaga barang yang saya butuhkan dan mengeluarkan barang yang tidak terpakai.

  • Beberapa barang, saya jual kembali di Shopee. Uangnya saya pakai untuk membeli kebutuhan lain, untuk merapikan rumah dan membuatnya lebih dekat dengan alam.
  • Beberapa barang lain saya berikan kepada yang membutuhkan.
  • Beberapa barang saya packing untuk diangkut petugas kebersihan.

.

Apa yang saya rasakan?

Lebih lega, lebih tenang. Tapi memang proses decluttering ini tidak bisa dilakukan dalam sehari. Mulai dari kamar, mengeluarkan barang, memilah dan merapikannya kembali. Pakaian, makeup dan skincare, jilbab, buku, bed sheet, mukena, sarung, sajadah. Ada banyak barang yang saya miliki dan menjejali isi kamar. Mungkin ini terjadi juga di kamar mu. Cobalah untuk mengeluarkan barang tersebut dan lihat berapa banyak barang yang kita miliki.

Saat saya masih sendiri, tentu saja cukup mudah saat merapikan kamar. Namun saat ini saya sudah berumah tangga. Ada banyak barang milik suami dan anak, yang tentu saja saat merapikannya saya harus meminta izin kepada mereka terlebih dahulu. Dan, ketika melibatkan banyak orang, artinya saya membutuhkan waktu lebih lama.

Akhirnya, saya menemukan tumpukan baju pendek saat belum berhijab. Saya melihat tumpukan hijab yang ternyata tidak saya pakai semua. Ada juga beberapa handuk kecil dan sapu tangan baru yang belum terpakai dan saya lupa menyimpannya selama ini. Lalu, banyak sprei baru yang belum saya pakai dan diam saja ditumpukan lemari. Awalnya saya beli untuk ganti-ganti, ternyata 2-3 sprei cukup karena anak dan suami hanya suka dengan 3 motif sprei tadi sisanya tidak pernah dipakai.

Dulu, saya sering sekali mengeluarkan baju dari lemari dan membawanya ke rumah orang tua. Saya simpan disana. Dan, disana pun akhirnya jadi numpuk juga kan. Sekarang, saya foto baju layak pakai dan share ke beberapa kerabat dekat, siapa tau mereka membuthkannya. Alhamdulilah ternyata banyak yang suka dan mau memakainya.

.

Kamar Mandi

Saya teringat nasehat salah satu atasan saya dulu. Beliau Chinese dan sangat mempercayai dengan feng shui serta kebersihan suatu tempat yang akan membawa kedamaian bahkan keberuntungan bagi pemiliknya. Beliau pernah berkata, bersih atau tidaknya seseorang bisa dilihat dari isi tas dan toiletnya.

Saya pun bergegas membersihkan dua toilet rumah yang menyatu dengan kamar mandi. Saya keluarkan botol kosong yang masih nongkrong di kamar mandi. Saya keluarkan sikat gigi yang sudah 3-6 bulan masa pemakaiannya. Saya sikat semua permukaan kamar mandi termasuk lubang closet. Tidak ada gantungan supaya tidak mudah menggantung handuk basah atau baju kotor didalam kamar mandi. Saya siapkan sikat dengan gagang, sikat pendek dan busa kasar untuk menggosok wastafle atau permukaan kermaik yang kotor karena terciprat busa sabun. Saya juga siapkan pengering lantai sehingga lantai kamar mandi dan toilet selalu kering.

Untuk menghindari adanya binatang atau serangga yang muncul dari kamar mandi, saya lakukan penyemprotan insektisida saat menjelang tidur sehingga saat pagi kamar mandi aman digunakan. Hingga saat ini saya belum menemukan cara alami untuk mengusir bintang kecil atau serangga di area kamar mandi. Jika kamu mengetahui, boleh ya informasikan kepada saya di kolom komentar.

.

Ruang Tamu dan Keluarga

Dua ruangan ini menyatu tanpa penyekat, sengaja supaya terkesan lebih luas. Saya hindarkan tumpukan barang apapun diatas buffet TV atau meja di ruang tamu. Kadang saya tertarik saat melihat postingan yang ada di Pinterest dan Instagram. Orang pasang ini itu, tanaman penuh di ruangan. Tapi sepertinya saya lebih nyaman dinding polos dan ngga banyak tanaman didalam rumah. Karena saya harus punya banyak waktu untuk membereskan, mengelap dan menyemprot supaya ngga banyak nyamuk. Saya ngga punya ART jadi saya ngga ambil risiko waktu terkuras denga banyak pernak pernik di rumah.

minimalist, decluttering, zero waste

.

Dapur dan Ruang Makan

Kedua ruang ini pun menyatu. Saya hanya memiliki satu dapur saja sehingga saya harus ekstra menjaga kebersihan supaya tidak menimbulkan aroma tak sedap serta perlengkapan yang dipakai pun tidak mudah rusak.

Dapur ini termasuk ruangan yang cukup sulit dibereskan karena banyak banget barangnya dan ngga mungkin dikeluarkan karena hampir semuanya dibutuhkan. Saya menyiasati untuk menempatkan perintilan dapur dalam box sesuai kategorinya. Yups, saya butuh box plastik dan harus beli. Saya pernah buat sendiri box nya tapi ngga awet karena basah terkena minyak, kecap dan lainnya. So, box plastik ini sangat membantu saya. Saya pisahkan bumbu botol, bumbu basah, termasuk stok bahan makanan.

.

Bagian Luar Rumah

Untuk saya yang memiliki balita, pasti deh punya banyak barang yang disimpan di luar rumah seperti sepeda anak, skuter, belum lagi sepeda motor dan mobil jadi memang harus pelan-pelan membereskan rumah. Ngga bisa instan. Termasuk merapikan pot dan tanaman.

 

Butuh Berapa Lama?

Tergantung luasnya rumah, banyaknya barang dan banyaknya ruangan. Kalau saya pribadi menghabiskan waktu 3 minggu, itu pun masih nyicil karena ada beberapa benda yang harus saya beli dan saya buat supaya lebih rapi. Sejauh ini, saya cukup merasa bahagia melihat rumah tertata dengan rapi dan bersih. Jika ada yang kotor pun langsung terlihat karena setiap barang sudah memiliki tempatnya masing-masing.

Insya Allah, saya akan mengupdate step-step yang saya lakukan dalam menyederhanakan hidup. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *