moms,  parenting,  self improvement

4 Tipe Gaya Pengasuhan Orang Tua, Termasuk yang Manakah Kita?

Gaya Pengasuhan Orang Tua, Termasuk yang Manakah Kita? Ketika saya ingin menjadi seorang guru, saya akan menempuh pendidikan keguruan sekian tahun sebelum benar-benar terjun didalamnya. Namun, ketika saya hendak menjadi orang tua, ngga ada pendidikan yang saya tempuh. Semua berjalan secara otodidak padahal idealnya harus ada ilmunya dulu supaya anak tidak menjadi objek trial error.

 

“Kamu tuh tipe pemikir banget, ngga bisa dapat ide dikit aja, langsung dipikirin dan harus terlaksana. Kamu juga orangnya terlalu gak enakan, jadinya repot sendiri!”

 

Kalimat ini menjadi awal bagi saya introspeksi diri dan flashback, kenapa ya saya bisa menjadi orang yang ngga enakan dan terlalu perfectionist. Setelah saya telusuri, ternyata pengaruh gaya pengasuhan orang tua itu kuat banget, bahkan hingga kita dewasa.

Bicara soal parenting style atau gaya pengasuhan, ada banyak sekali istilahnya, belakangan yang lagi nge’trend yaitu istilah Tiger Mom dan masih banyak istilah lainnya. Nah, berbeda dengan 4 tipe gaya pengasuhan menurut  Diane Baumrind  ini, istilahnya sangat mudah dipahami dan outputnya sering ditemukan di masyarakat sehingga saat membacanya, saya jadi langsung membayangkan dan evaluasi diri.

Baca juga : 4 Karakter Ibu Rumah Tangga, Hati-hati Mungkin Kita Masuk Kedalamnya

.

4 Tipe Pola Pengasuhan Orang Tua dan Dampaknya bagi Anak

Berikut ini merupakan empat gaya pengasuhan yang banyak diadopsi oleh orang tua secara sadar ataupun tidak sadar akibat pengaruh pengasuhan orang tuanya terdahulu atau latar belakang pendidikan yang ditempuh, termasuk yang manakah kita?

gaya pengasuhan orang tua, pola pengasuhan anak, gaya pengasuhan anak

 .

 

1. Gaya Pengasuhan Authoritarian atau Otoriter

Orangtua dengan gaya pengasuhan otoriter memiliki banyak aturan dan cenderung memaksa anak untuk disiplin serta mengikuti aturan yang dibuat orang tua. Pada keluarga dengan tipe pengasuhan otoriter juga diberlakukan hukuman jika ada yang melanggar. Orangtua seperti ini menaruh ekspektasi tinggi pada anak-anaknya untuk menjadi sesuai dengan harapan mereka. 

Anak-anak dengan pengasuhan otoriter akan tumbuh menjadi anak yang tidak bahagia. Mereka juga takut melakukan kesalahan, kebergantungan, merasa insecure, kemampuan bersosialisasinya rendah serta merasa rendah diri karena sepanjang hidupnya tidak diberi kesempatan untuk melakukan seperti yang mereka inginkan.

Bisa kita bayangkan, seperti apa perasaan anak-anak dibawah pengasuhan orang tua otoriter ya? Karakter yang melekat hingga dewasa dan paling mudah dilihat yaitu perasaan tidak mudah puas karena dirinya selalu dituntut sempurna. Anak dituntut menjadi juara, atau bahkan berprofesi sesuai keinginan orangtua. Duh, jangan sampai y akita menjadi orang tua otoriter.

 .

 

2. Gaya Pengasuhan Orang Tua Permissive

Orang tua permissive atau serba membolehkan adalah mereka yang tidak memiliki aturan yang jelas namun sangat perhatian dan hangat terhadap anak-anak. Mereka juga peduli, memiliki pengasuhan serta terjalin komunikasi namun membebaskan anak mengambil keputusan sendiri dan menuruti apa yang anak inginkan.

Misalnya, saat anak tantrum ingin membeli mainan, orang tua permisif akan langsung membelikan mainan tersebut. Atau saat anak ngotot ingin main gadget tanpa batas waktu, mereka juga mengijinkannya. Bahkan orang tua permisif juga menganggap hal tersebut wajar dilakukan anak-anak. “Ah, namanya juga anak-anak, wajar ya”, padahal anak-anak juga perlu batasan agar disiplin sejak kecil. 

Anak dibawah pengasuhan permisif akan tumbuh menjadi pribadi yang egois, tidak bisa mengikuti aturan dan mudah memiliki masalah sosial. Anak-anak ini akan mementingkan kesenangan pribadi dan menuntut orang lain harus mengikuti pendapatnya.

. 

 

3. Uninvolved

Sesuai dengan namanya, orang tua tipe ini tidak terlibat dalam pengasuhan, tidak memiliki ekspektasi pada anak-anak, tidak ada aturan dan tidak ada bimbingan sama sekali. Mereka melepaskan diri dari tanggung jawab sebagai orang tua. Mereka hanya memikirkan kebutuhan sendiri dan membiarkan anak tumbuh seorang diri. Orang tua uninvolved biasanya muncul dari mereka yang belum siap memiliki keturunan atau ingin memiliki anak namun tidak mengetahui apa yang harus dilakukan. 

Anak-anak dengan orangtua uninvolved akan tumbuh menjadi anak yang impulsive atau bertindak spontan tanpa memikirkan terlebih dahulu, terburu-buru tanpa perhitungan. Anak-anak juga kehilangan sosok orangtua yang bisa dijadikan panutan.

 

4. Authoritative

tipe pengasuhan authoritative sangat ideal sebab memiliki aturan yang jelas. Jelas artinya, anak paham apa yang diharapkan dan tujuan orang tua. Orang tua memberikan kebebasan namun dengan Batasan dan tanggung jawab. Orang tua tipe ini juga memiliki kontrol pada anak, memiliki pengasuhan yang baik, komunikasi juga terjalin dengan baik serta melibatkan anak saat mengambil keputusan bersama.

Anak-anak dibawah pengasuhan orang tua authoritative akan tumbuh menjadi anak yang mandiri, memiliki self-esteem yang baik, mampu meregulasi emosinya serta pandai bersosialisasi.

 .

Kesimpulan

Setiap rumah memang memiliki aturan yang berbeda namun tidak ada salahnya untuk saling memperbaiki diri. Bukankah anak-anak adalah sumber kebahagiaan bagi orangtuanya? Meskipun orangtua yang berjuang untuk mencukupi segala kebutuhan anak namun mereka memiliki hak untuk dihargai bukan dipaksa untuk mewujudkan ekspektasi orang tuanya. 

Dulu, kita pasti memiliki cita-cita dan impian besar yang kita perjuangkan. Misalnya ingin menjadi dokter. Namun karena satu dan lain hal, cita-cita tersebut tidak terwujud sehingga keinginan tersebut masih kita perjuangkan untuk diwujudkan anak-anak. Beruntunglah jika anaknya memang bahagia untuk mewujudkannya namun akan menjadi bumerang saat anak justru bertindak sebaliknya.

Ibu Fania, Psikolog TigaGenerasi yang menjadi narasumber saya menyebutkan, tidak sedikit orang tua yang datang dengan masalah anak-anaknya yang sudah kompleks. Karakter anak yang tidak diharapkan muncul saat ia memasuki remaja. Saat masih kecil, mereka tumbuh sama seperti anak lainnya, tidak menunjukan karakter negatif atau perlawanan terhadap keputusan orang tuanya.

Oleh sebab itu, lebih baik mencegah daripada mengobati. Anak-anak adalah aset masa depan kita. Membersamai mereka dengan pengasuhan yang tepat adalah cara terbaik untuk menyiapkan mereka tumbuh dan berkembang untuk masa depannya. Dapatkan ide bermain anak melalui akun Instagram @joyfulparenting101

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *