tahapan investasi, jenis investasi
financial,  Lifestyle

Tips Investasi di Masa Pandemi: Webinar Bersama Prudential dan Eastspring Indonesia

Saya agak kaget saat mendengar kalimat “investasi di masa pandemi”, yakin? Apa ngga keliru berinvestasi disaat sulit seperti ini. Sepertinya bukan hanya saya, beberapa teman pun ada yang berencana untuk mencairkan karena khawatir dengan ketidak pastian bisnis di tengah pandemi. Ternyata hal tersebut keliru, investasi bahkan bisa dilakukan kapan saja meski dalam kondisi tersulit sekalipun. Gimana caranya, yuk kita bahas bersama.

Selasa lalu (16/6) saya diajak untuk ngobrolin soal investasi di masa pandemi bersama Prudential dan Eastspring yang mana keduanya ini merupakan perusahaan terpercaya yang bergerak dalam bidang investasi dan asuransi sehingga informasi yang disampaikan berdasarkan temuan kondisi finansial terkini di seluruh negara. Berikut ini beberpa hal yang harus diperhatikan saat akan melakukan investasi di masa pandemi:

investasi aman di msa pandemi, investasi untuk pemula

.

1. Tetap Tenang dan Tetap Berinvestasi

Begini, investasi merupakan dana yang kita simpan untuk kebutuhan jangka panjang dan panjang sekali. Artinya, kita ngga bisa berharap menikmati dana investasi dalam kurun waktu 3 tahun misalnya. Dan, dana investasi pun harus disesuaikan dengan pendapatan. Kita bisa menggunakan rumus umum sehat finansial yakni 10:20:30:40. Ada jatah 20% dari penghasilan untuk saving dan investing.

Bagi yang sudah menjalankan investasi, tetap jaga proteksi, tetap bayar premi regular untuk Unit Cost Averaging bahkan jika mampu lakukanlah Top Up bertahap untuk potensi keuntungan jangka panjang.

.

2. Cek Kesesuaian Profil Risiko

Profil Risiko setiap orang pasti berbeda-beda. Ada yang berani berinvestasi dengan risiko tinggi namun dibarengi dengan high return. Tapi ada juga yang lebih menyukai investasi yang lebih aman meski profitnya tidak terlalu tinggi. Sehingga, jelas mengetahui profil risiko ada sebuah KEWAJIBAN untuk setiap orang yang akan melakukan investasi.

Ada 3 tipe investor berdasarkan profile risiko, diantaranya:

  • Konservatif, tipe investor yang memiliki toleransi rendah terhadap investasi. Sederhananya, investor ini cenderung memilih produk investasi yang stabil, risiko rendah bahkan tidak ada risiko sama sekali.
  • Moderat, tipe investor yang bisa mentolerir adanya risiko dalam berinvestasi, tidak memilih risiko besar dan tetap waspada saat memilih instrumen investasi.
  • Agresif, tipe investor yang yang berani mengambil risiko karena sudah terbiasa dengan fluktuasi harga pasar modal. Mereka tidak takut melakuakn investasi dengan risiko tinggi seperti reksadana saham.

.

3. Tentukan Tujuan Investasi

Seperti yang disebutkan sebelumnya, karena investasi itu untuk jangka panjang sehingga kita harus tau apa tujuannya terlebih dahulu. Karena akan menentukan berapa banyak dana yang harus disimpan, jangka waktu dan instrumen investasi apa yang sesuai.

Baca juga : Bijak Gunakan Kartu Kredit bagi Generasi Millenial

.

4. Kenali Produk Investasi

Sebelum memilih, kenali dulu semua jenis produk investasi untuk mengetahui produk aman yang cocok dengan profil risiko dan tujuan investasi kita. Disebutkan pada webinar, karakteristik setiap produk investasi itu berbeda-beda, high risk-high return, low risk-low return, seperti saham, deposito, reksadana, obligasi, property, emas dan loga mulia hingga asuransi.

.

5. Pilih Perusahaan yang Terpercaya

Kenali perusahaan yang mengelola uang kita dengan benar. Cari tau prestasi kinerjanya! Manajer investasi menjadi salah satu pilihan perusahaan yang aman untuk dipilih. Fyi, manajer investasi yaitu pihak yang secara professional mengelola dana nasabah dalam berbagai instrument investasi agar mendapatkan keuntungan. Salah-satunya yaitu Eastpring Investment Indonesia yang memiliki track record sangat baik.

eastspring indonesia, prudential indonesia, manajer investasi adalah, tugas dan tanggung jawab manajer investasi

.

Investasi di Masa Pandemi

Sejak Covid-19 masuk di Indonesia, banyak hal terjadi secara tiba-tiba. Semua kebijakan berubah mengikuti kondisi Kesehatan masyarakat sebagai upaya pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19. Hal ini tentu saja berimbas pada sektor bisnis lantaran banyak perusahaan yang harus dipaksa melakukan pemberhentian proses produksi.

Eastspring menjelaskan, hal tersebut mempengaruhi angka IHSG yang menurun -18,6% per 9 Juni 2020. Bahkan ekonomi Indonesia diperkirakan hanya tumbuh 0,5% saja. Sementara, karena adanya lockdown diberbagai wilayah, ekonomi global diperkirakan akan pulih sebesar 5,8% pada tahun 2021.

investasi aman di msa pandemi, investasi untuk pemula

Namun, Eastspring melihat kondisi pasar akan pulih dalam jangka waktu menengah atau panjang melihat kondisi wabah masih terkendali namun tidak dalam waktu singkat sebab penyebaran masih terjadi. Ekonomi terus tumbuh tetapi memang diakui tingkat produktivitas menurun selama beberapa bulan sehingga pertumbuhan melambat.

Melihat hal ini, Prudential dan Eastspring Indonesia berusaha untuk mendampingi para nasabah agar tetap tenang dan aman berinvestasi. Salah satunya, seperti yang disampaikan oleh Ibu Novi Imelda, Chief Investment Officer Prudential Indonesia menegaskan, Prudential dan Eastspring selalu mengelola komunikasi baik secara langsung dengan mitra. Seperti mengarahkan nasabah untuk melakukan pengecekan profil risiko, melakukan Top Up serta memanfaatkan premium redirection. Mereka juga selalu memonitor kondisi pasar serta melakukan inovasi baik itu strategi maupun jenis dana inevstasi.

Baca juga : Manfaat Belanja Online dibandingkan Konvensional

.

Tentang Prudential Indonesia dan Eastspring Investments Indonesia

Pt Prudential Life Assurance atau dikenal dengan Prudential Indonesai merupakan salah satu perusahaan asuransi jiwa di Indonesia. Sementara Eastspring Investments Indonesia atau Eastspring Indonesia merupakan perusahaan manajer investasi yang dipercaya untuk mengelola investasi nasabah Prudential Indonesia.

Bapak Alan T. Darmawan, Chief Executive Officer Eastspring Indonesia menjelaskan, Eastspring telah beroperasi di 11 negara di Asia dan sudah beroperasi lebih dari 25 tahun dengan dana kelolaan sebesar USD241 milliar per Desember 2019. Eastspring Indonesia juga menegaskan, mereka tak hanya mencetak sebanyak-banyaknya uang tapi juga mencari tau bagaimanya caranya perusahaan bisa mendapat keuntungan, strategi bisnis, asset yang dimiliki dan investor performance.

tahapan investasi, jenis investasi

.

Kesimpulan

Investasi tetap sangat dianjurkan untuk dilakukan bahkan saat pandemi seperti ini. Namun, investasi ini menjadi opsi kesekian setelah kita memiliki dana darurat dan asuransi. Sehingga jelas ya, prioritasnya ada dana darurat terlebih dahulu yang besaranya 12X life cost atau biaya hidup. Jika dana tersebut sudah aman serta memiliki asuransi baik itu asuransi swasta maupun pemerintah, barulah untuk mengejar investasi. Atau jika kamu memiliki income yang aman saat pandemi, bisa dilakukan bersamaan dengan porsi budget tabungan dana darurat lebih besar hingga terpenuhi nilainya.

23 Comments

  • joko yugiyanto

    iy sy jg percaya apapun alasannya dn apapun kondisinya kita tetap harus investasi karena tak pernah tahu apa yang akan terjadi kelak dn mungkin ini adalah salah satu solusi yang bisa di ambil

  • elva s

    Memang sebagian orang beranggapan hal ini tak masuk akal, karena disaat pandemi ada yang di phk dan barang tentu tak punya pemasukan.

    Untuk berinvestasi di Prudential dan Eastspring gimana caranya mba,dan bagaimana sistem cara kerjanya nanti tuk bagi hasilnya

    • cicidesri

      bisa pilih instrumentnya dulu mba, nanti setelah kita tau profil risiko dan pilih instrument investasi akan muncul hasil dan perkiraannya.

    • Faradillah

      Investasi itu wajib karena untuk masa depan, seperti pada saat pandemi gini. Misalkan kita punya investasi yang kecil seperti Logam Mulia bisa dijual dan bisa dipake deh

  • Demia

    investasi itu wajib banget yaaa, soalnya kita nggak pernah tau apa yang bakalan terjadi dan kita alamin di masa mendatang, harus punya pegangan hihi

    • cicidesri

      Alhamdulilah banget ya kak, meskipun belum tau sampe kapan pandemi ini usai tapi lebih lega rasanya saat punya dana darurat.

  • Fenni Bungsu

    12 kali life cost berarti seperti satu tahun ya Teh disiapkan dana daruratnya? Masukan banget nih tips nya dari Teteh, dengan begitu sudah ada tabungan dan kalau ingin memiliki investasi pun jadi lebih tenang

    • cicidesri

      iya betul kak, pokoknya dana darurat ini harus diamankan dulu, lalu tabungan dan asuransi, baru kita kejar investasi.

  • Meilia Wuryantati

    Jadi ini bisa asuransi sekaligus berinvestasi yah kak. Wah bagus yah. Saya belum ikutan asuransi. Masih mikir2 ..tapi setelah tahu bisa skalian investasi. Kayaknya mesti ikutan deh nih 🙂

    • cicidesri

      kalo webinar ini sebetulnya hanya edukasi soal finansial mba, tapi kalo untukproduk asuransi dan invest sekaligus, Prudential juga ada produknya mba.

  • Lia Lathifa

    Terimakasih pencerahannya mbak Cici, sepertinya memang harus yakin dan berani, gak peduli pandemi, kita harus sisihin 20% tiap bulan buat investasi. Kan tetap akan memetik hasilnya nanti

  • Mei Daema

    wah senangnya pasti dapat ilmu banyak ya Mba Cici dari webinar bersama Prudensial, kapan-kapan kalau ada ikutan lagi ah. kondisi kayak begini investasi jadi berasa sangat penting ya mba Ci buat jaga-jaga, terima kasih untuk tipsnya mba Cici.

    • cicidesri

      sama-sama mba, seru banget mba karena ngga cuma investasi tapi kemarin kita sama-sama evaluasi soal dana darurat dan asuransi juga

  • Uli

    Asuransi di indonesia tantangannya besar, sekelas asuransi pemerintah aja sering didebat. Apalagi prudential yg saat ini nasabahnya banyak surrender karena kecewa. Tugas perusahaan asuransi sbnrnya mengedukasi nasabah drpd bikin acara begini better mrk merapatke nasabah biar ga pada surrender

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *